SuaraSumsel.id - Pertemuan Rocky Gerung dan Luhut Binsar Pandjaitan merupakan pertemuan langkah. Meski kerap mengkritik, kini Rocky Gerung berkesempatan mewawancarai Menteri Koordinator Menteri Bidang Kemaritiman ini.
Awalnya Rocky menjelaskan jika akun Chanel YouTube yang dibuatnya merupakan baru dan mungkin bisa jadi nantinya akan menekuni dunia "mewawancarai orang" ketika sudah memutuskan tidak lagi menjadi oposisi Pemerintah. Di oborolan tersebut, terungkap Rocky Gerung sempat sebut Luhut memiliki tongkat Musa.
Pertemuan Rocky dan Luhut diawali dengan pertanyaan unik, soal Lampo Tuak. Ternyata awalnya obrolan keduanya memulai dengan mengulas politik identitas. Mengingat perlunya identitas dalam politik Indonesia ini.
Pada akhirnya keduanya sepakat membuka ruang untuk mengkritik dan menyampaikan pendapat di negara saat ini.
Rocky kemudian memuji Luhut soal permasalahan yang berhasil diselesaikan lekat dengan kerja keras dan tangan dingin Luhut. Di antaranya pengendalian Covid-19 saat ini yang juga dipuji oleh negara tetaangga, termasuk bagaimana Indonesia mampu menjaga situasi ekonomi yang masih stabil di situasi pandemi.
"Semua yang sukses itu, orang lihat itu figur anda, orang melihat anda itu," ujar Rocky memuji.
Mendengar hal itu, Luhut Binsar juga langsung membantah. Dia menolak pernyataan Rocky Gerung tersebut. "Saya mesti komplain hal itu," sambung Luhut.
Luhut pun menjelaskan apa yang menjadi pencapaiannya merupakan kerja sama tim. "Itu kerja timwork," Luhut menegaskan.
Meski menjawab itu, Rocky tidak langsung membenarkan. Menurutnya masyarakat juga bisa melihat, sampai muncul satir soal sosok Luhut yang dianggap menteri segala hal (urusan).
Baca Juga: Hampir Tidak Tersentuh Subsidi, Nelayan Sumsel Perlu Perhatian Lebih
"Secara real, orang kasih satir. kok Pak Luhut menguasai hal iti. Muncul satir, Pak Luhut seolah-olah punya tongkat Musa, untuk membela jalan" ujar Rocky.
Mendengar itu, Luhut tertawa lepas ia menegaskan apa yang disampaikan ialah kesalahan." Ah, endaak lah," ujar Luhut.
Rocky kemudian makin menegaskan ini adalah kesempatan menilai menteri yang loyal, sementara menteri-menteri lain sibuk berkempaye.
Mendapatkan pertanyaan senada, Luhut mengenaskan kembali jika hal yang disampaikan keliru. "Ya gak lah, banyak juga yang hebat-hebat," jawab Luhut menerangkan agar penilaian kinerja agar bisa lebih objektif.
"objektif saja. Ada juga yang hebat-hebat," tegas Luhut.
Obrolan ini kembali kepada kemerdekaan dan kebebasan menyampaikan pemikiran guna membangun bangsa. Meski berbeda pendapat, tetap harus objektif dan bertanggungjawab.
Berita Terkait
-
Rocky Gerung Sebut Presiden Dungu, Luhut Panjaitan: Itu Menyakitkan
-
Dewan Kolonel PDIP, Rocky Gerung: Ingat Kolonel Untung dan Dewan Jenderal
-
Luhut Sakit Hati Kenapa Rocky Gerung Kerap Sebut Pemerintahan Dungu
-
Luhut Pandjaitan Puji Kehebatan Rocky Gerung: Kamu Hebat Sering Kritik Saya
-
Luhut Pandjaitan dan Rocky Gerung Bertemu, Ada Apa?
Terpopuler
- Prabowo Mau Gratiskan Pendidikan SD hingga Universitas Negeri, Dananya dari Uang Korupsi
- Viral Foto Duduk Bareng, Terungkap 6 Momen Kedekatan Gubernur Sherly dan Ahmad Luthfi
- Keluarga Masuk Daftar Ahli Waris Sengketa Lahan Sriwedari, Wali Kota Solo Respati Ambil Sikap Tegas!
- Sinopsis Revenge, Drama China Terbaru Lu Yu Xiao dan Zhang Ling He di WeTV
- Gegara Ayam Gongso, 413 Siswa dan Guru SMKN 2 Jogja Diduga Keracunan MBG
Pilihan
-
Emil Audero dan 5 Pemain Tinggalkan Rayo Vallecano
-
WNI 18 Tahun Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Ada Barbuk 25 Kg Sabu dan Heroin
-
Akhirnya Buka Suara Usai KPK Usut Korupsi di ATR/BPN, Ini Penjelasan Lengkap Nusron Wahid
-
Pria yang Tendang Perempuan di Senayan City Ditangkap Polisi!
-
Usut Dugaan Korupsi KSO Pertamina EP, Kejagung Geledah Kantor Setda hingga Bapenda Kota Bekasi
Terkini
-
Bara dari Bumi, Jalan Menuju Kedaulatan Energi
-
BRI Salurkan KPP Rp427,5 Miliar untuk Perkuat Akses Pembiayaan Perumahan
-
Nikmati Diskon 25% Produk Jus Buah Boost Pakai Promo BRI Kartu Kredit
-
Gugatan 25 Media di Palembang Tak Dapat Diterima, Hakim Nilai Perkara Prematur
-
Agus Rizal Divonis 1 Tahun 4 Bulan, Korupsi Perkimtan Palembang Rugikan Negara Rp1,68 Miliar