SuaraSumsel.id - Selain kenaikan harga bahan bakar minyak atau BBM jenis pertalite, harga ayam potong pada sejumlah pasar tradisional di Kota Palembang, Sumatera Selatan juga mengalami naik. Hal ini disebabkan karena adanya penurunan persediaan ayam.
Pedagang ayam saat ini mulai mengeluhkan pengurangan penjualan ayam mengingat harga yang meningkat cukup drastis.
Salah satu pedagang ayam potong, Ria (42) mengatakan perubahan harga kebutuhan pokok sejak 3 hari belakangan mulai merangkak dipicu akibat kenaikan harga BBM sejak 3 September 2022.
"Harga ayam sekarang Rp 30 ribu per kilogram, tapi kalau sudah agak siang banyak dari kami yang menjualnya dengan harga modal saja," katanya kepada Wongkito.co.-jaringan Suara.com, Sabtu (10/9/2022).
Ria diketahui menjual ayam potong yang diambilnya langsung dari tempat pemotongan yang berlokasi di kawasan Pasar Kuto Palembang.
Sejak kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM), terpaksa harus mengurangi penjualan ayam dari 100 kilogram per hari saat ini hanya bisa menjual 50 kilogram. Bahkan penjualan itu sendiri hanya dia distribusikan kepada pelanggan-pelanggan tetapnya.
"50 kilogram bisa habis sehari itu karena saya sudah ada pelanggan tetap untuk mereka berjualan lagi, tadinya bawa 100 kilogram bisa habis sebelum siang, sekarang malah susah laku," ungkapnya.
"Kalau BBM naik sembako juga naik, ya mau diapakan lagi. Tapi kami hanya berharap kalau pemerintah bisa menimbang kembali kondisi ekonomi rakyat kecil," sambungnya.
Nurlaili (38), salah satu pembeli mengaku lelah dengan kenaikan harga sembako yang lagi-lagi harus dirasakannya akibat kenaikan BBM.
Baca Juga: Bayi di Sumsel Diberi Nama Perdi Sambo, Warganet : Gak Takut Dibully Kah Nanti Pas Gedenya?
"Kemaren baru aja mau seneng karena harga cabai turun, sekarang malah naik lagi. Sebetulnya capek ya kejar-kejaran sama harga sembako apalagi kita ibu rumah tangga," keluhnya.
Berita Terkait
-
Heboh! Emak-Emak Berhijab di Palembang Copet Ponsel Dan Tas di Pasar 10 Ulu
-
Video Viral Polisi Bantu Perempuan Hadang Mobil Suami yang Selingkuh di Jalanan
-
Keluarga Santri Gontor Tetap Lanjutkan Kasus Hukum Dugaan Penganiayaan, Usai Dikunjungi Pimpinan Ponpes
-
Saat AKBP Dalizon Berubah Pikiran untuk Bongkar, Mengaku Setor Rp500 Juta ke Pak Dir Polda
-
Video Viral Emak-emak Tagih Utang Malah Dibacok Pria Tetangganya di Depan Rumah
Terpopuler
- Kajian UGM: Durasi Pidato Prabowo Naik Tiga Kali Lipat, Ucapan Tidak Pantas Tercatat 311 Kali
- 3 Sepatu Puma Tanpa Tali yang Nyaman Buat Jalan, Bergaya hingga Lari
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- 5 HP OPPO Terbaru di Indonesia, dari Midrange Tangguh hingga Flagship Superior
- Buntut Panjang RI Pangkas Ekspor Gas, Bahlil Kini Ketakutan Impor Pertalite Distop Singapura
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Mahasiswa Kemah di Kantor Gubernur Sumsel saat Sumpah Pemuda, Desak Transparansi Anggaran Karhutla
-
Sopir Logistik Diminta Setop Masuk Empat Lawang, Ada Cerita Perampokan Pukul 05.00 WIB
-
PBB IGM Palembang Menunggak Rp2,33 Miliar, Bapenda dan Yayasan Beda Pandangan soal Status Nirlaba
-
438 Ribu Kasus ISPA di Sumsel, Siapa Menghitung Kerugian Perempuan dan Anak akibat Karhutla?
-
Edison Didakwa Terima Rp4,67 Miliar dalam Kasus Smart Board, Jaksa Ungkap Dugaan Transaksi Bertahap