SuaraSumsel.id - Pemerintah resmi menerapkan harga baru Bahan Bakar Minyak (BBM) pada Sabtu, (3/9/22) yang lalu. Namun di sejumlah SPBU di kota Palembang, Sumatera Selatan antrean kendaraan masih tanpa padat dan mengular.
Tampak antrean kendaraan roda dua semakin panjang. Banyak sepeda motor yang mengantre BBM jenis Pertalite mengular antrean hingga ke arah jalan raya.
“Ampun sekarang antre untuk beli bensin saja lama sekali, sudah harganya naik pas mau beli juga harus nunggu lama sekali. Ini kalau yang agak sensitif, motornya didahului sejengkal saja orang udah pada marah-marah mbak,” kata Fikri yang merupakan salah satu pengendara saat mengantre di SPBU Menteng yang berada di Jl. Pangeran SW Subekti, 26 Ilir Palembang.
Fikri juga mengaku bahwa untuk mengantre, ia harus banyak bersabar dengan segala kondisi. “Intinya sekarang ini, kalau mau menguji kesabaran maka cobalah antre BBM di SPBU,” ketusnya.
Selain Fikri, salah satu pengendara yang berprofesi sebagai ojek online (ojol) yaitu Rahmad juga mengatakan bahwa untuk bisa mengisi bensin, dirinya harus meluangkan waktu selama satu jam.
“Wah saya sekarang kalau mau isi bensin, paling tidak harus nyisihkan waktu kurang lebih sejam mbak. Antrean makin panjang sekarang jadi kalau lagi posisi lagi ada orderan penumpang, ngga mau saya bawa sampai isi bensin, lama,” kata Rahmad.
Sebagai seorang ojol, Rahmad mengeluh dengan kondisi saat ini. Dirinya mengatakan bahwa ia bisa saja membawa penumpang untuk mengantre di SPBU hanya saja dirinya meminta fasilitas seperti kursi tunggu. “Kalau posisinya lagi rame yang antre, terus juga lama ngisinya paling tidak kan setengah jam waktu terbuang. Ya kalau memungkinkan minta disediakan kursi yang nyaman lah di SPBU biar yang membawa anak istri atau penumpang seperti kami ojol ini bisa ada tempat istirahat buat nunggu,” tutup Rahmad.
Kontributor: Siti Umnah
Tag
Berita Terkait
-
KKP: Belum Ada Kepastian Tambahan Kuota BBM Subsidi untuk Nelayan
-
Tangki BBM di Pertamina Balongan Indramayu Terbakar, Diduga Akibat Sambaran Petir
-
Tarif Ojek Online Naik Mulai 10 September, Ini Rinciannya
-
Bebaskan Kader Ikut Demo Tolak BBM Naik, Demokrat Sindir PDIP: Tak Perlu Nangis-Nangis
-
Dishub PPU Bakal Sesuaikan Tarif Angkutan Umum Karena Harga BBM Naik
Terpopuler
- Kajian UGM: Durasi Pidato Prabowo Naik Tiga Kali Lipat, Ucapan Tidak Pantas Tercatat 311 Kali
- 3 Sepatu Puma Tanpa Tali yang Nyaman Buat Jalan, Bergaya hingga Lari
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- 5 HP OPPO Terbaru di Indonesia, dari Midrange Tangguh hingga Flagship Superior
- Buntut Panjang RI Pangkas Ekspor Gas, Bahlil Kini Ketakutan Impor Pertalite Distop Singapura
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Mahasiswa Kemah di Kantor Gubernur Sumsel saat Sumpah Pemuda, Desak Transparansi Anggaran Karhutla
-
Sopir Logistik Diminta Setop Masuk Empat Lawang, Ada Cerita Perampokan Pukul 05.00 WIB
-
PBB IGM Palembang Menunggak Rp2,33 Miliar, Bapenda dan Yayasan Beda Pandangan soal Status Nirlaba
-
438 Ribu Kasus ISPA di Sumsel, Siapa Menghitung Kerugian Perempuan dan Anak akibat Karhutla?
-
Edison Didakwa Terima Rp4,67 Miliar dalam Kasus Smart Board, Jaksa Ungkap Dugaan Transaksi Bertahap