SuaraSumsel.id - Kawanan gajah Sumatera merusak sejumlah lahan pertanian hortikultura yang berada di Desa Benakat Minyak, kecamatan Talang Ubi kabupaten Pali Sumatera Selatan. Sejumlah tanaman seperti jagung dan pisang rusak akibat dimasuki kawanan gajah hingga petani mengaku merugi.
Aksi gajah Sumatera ini diduga karena kawasan hutan di daerah tersebut dibuka karena aktivitas pertambangan batu bara. Hal ini disampaikan tokoh masyarakat Talang Ubi, Darmono Midus.
Dia menduga kawanan gajah terusik akibat aktivitas pembukaan lahan batu bara di wilayah Tebing Gajah. Kawasan tersebut biasanya menjadi tempat bermain dan berhuni Gajah Sumatera, tepatnya di hutan unit 8.
"Sekarang hutan tersebut dibuka oleh PT BSE. Saat ini ada aktivitas PT BSE, perusahaan tambang batu bara yang tengah membuka lahan ratusan hektar di Tebing Gajah Muara Enim. Kami menduga, akibat aktivitas itu, habitat gajah terusik dan merusak lahan pertanian,” ujarnya.
Petani mengungkapkan kawanan gajah yang telah merusak tanaman mereka dengan meninggalkan banyak telapak kaki dan juga kotoran yang berserakan di sekitar ladang petani.
“Tanaman pisang dan jagung serta ubi banyak rusak. Kemungkinan kawanan gajah masuk ladang kami saat malam hari,” ujar Ayik melansir Sumselupdate.com-jaringan Suara.com, Selasa (2/8/2022).
Melansir Sumselupdate.com-jaringan Suara.com, untuk menghindari bentrok fisik antara petani dan gajah, banyak petani tidak menunggu ladangnya hingga malam hari.
“Biasanya dalam satu minggu kami bermalam di ladang, tetapi dengan adanya kejadian ini kami takut tinggal di pondok ladang kami,” ujarnya.
Baca Juga: Cuaca Hari Ini: Sumsel Berawan Dengan Potensi Hujan Sedang
Tag
Berita Terkait
-
Cuaca Hari Ini: Sumsel Berawan Dengan Potensi Hujan Sedang
-
10 Siswa di Palembang Terinfeksi Covid-19, Dinkes Ingatkan Prokes di Sekolah
-
Minyak Goreng Curah Masih Sulit Dicari di Palembang, Jika Ada Harganya Rp18.000 Per Kilogram
-
Gubernur Herman Deru Minta Daerah Diberi Kewenangan Urus Soal Sawit
-
Spesialis Bobol Mesin ATM Lintas Provinsi, Jejak Komplotan Asal Tanggamus Ini Berakhir
Terpopuler
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Duduk Perkara Kasus Haji Abdul Halim Ali, Mengapa Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar?
-
Ancaman Baru Sriwijaya FC, Registration Ban FIFA Bisa Ganggu Kebangkitan Laskar Wong Kito
-
Keluarga Almarhum Haji Halim Ali Kembalikan Rp127 Miliar ke Negara, Dicicil 12 Bulan
-
Hari Anak Nasional Jadi Alarm, Kasus Ayah Rudapaksa Anak di Sumsel Terus Berulang
-
Sejumlah Wilayah Palembang Akan Padam Listrik Hingga 6 Jam, Ini Lokasinya