SuaraSumsel.id - Harga komoditas cabai di Sumatera Selatan atau Sumsel masih belum stabil. Di kota Palembang misalnya, harga cabai sempat melonjak pada periode Juli 2022. Pasca perayaan Idul Adha 1444 H yang jatuh pada 10 Juli 2022 lalu hingga Selasa, 2 Agustus 2022 harga komoditas cabai mulai kembali naik.
Salah satu pedagang sayur di KM 5 yang bernama Lina, mengatakan setelah lebaran Idul Adha harga cabai sempat turun namun kembali naik. "Kalau tidak salah dua hari sebelum lebaran sudah naik, dari harga Rp40 ribu jadi Rp80 ribu per kilo terus naik lagi jadi Rp100 ribu. Setelah lebaran turun, gak banyak jadi Rp80 ribu per kilogram," kata Lina saat diwawancara di KM 5 Palembang pada Selasa, (2/8/2022).
Penurunan harga komoditas cabai ini baru terjadi sekitar satu minggu yang lalu. "Kalau turunnya baru seminggu yang lalu karena kalau lain jenis cabe-nya ya lain lagi harganya. Saat ini harga modal komoditas cabai merah keriting masih mahal yaitu di angka Rp70 Ribu per kilo dan harga jual Rp80 ribu per kilo," tambah dia.
Pedagang yang telah berjualan selama dua tahun tersebut menjelaskan bahwa harga cabai merah talang masih relatif tinggi dibandingkan harga cabai dengan jenis cabai lainnya.
"Cabai rawit ijo turun dari Rp60 Ribu ke Rp50 Ribu per kilo, cabai burung turun dari harga Rp70 Ribu menjadi Rp60 Ribu per kilo, cabai jengki turun Rp70 Ribu menjadi Rp60 Ribu per kilo, cabai ijo turun dari harga Rp50 Ribu menjadi Rp35 Ribu per kilo, nah harga cabai merah masih tinggi dibanding cabai yang lain," ungkapnya.
Harga komoditas cabe menjadi naik bisa jadi disebabkan dari pasokan komoditas cabe tersebut kosong di pasar induk Jakabaring, Palembang.
"Kalau saya kan beli bahan pokok seperti cabe, bawang dan sayur-sayuran lainnya di pasar induk Jakabaring, jadi yang saya amati kalau bahan itu pasokannya kosong atau sedikit disana, pasti harganya naik," tegasnya.
Lina juga mengatakan jika banyak faktor yang menyebabkan bahan-bahan pokok terutama di Palembang menjadi langka sehingga mengalami kenaikan.
"Sebenarnya banyak faktor, bisa jadi pasokannya langka atau kosong di pasar induk itu karena kendala kebunnya banjir sehingga bahannya banyak yang rusak atau gagal panen, bisa juga terkendala dari pemasok seperti ada masalah di jalan waktu ngangkut bahan pokok dari daerah ke kota kena macet, jadi barangnya tidak sampai tepat waktu ke pedagang sehingga barangnya jadi sedikit," jelasnya.
Baca Juga: Pelayanan Pemkot Palembang Kurang Memuaskan, Ombudsman Sumsel Bakal Tambah Kriteria Penilaian
"Kalau lebaran kemarin mahal karena banyak orang yang beli cabe, karena cabe itu banyak peminatnya jadi cepat habis sehingga bahannya menipis makanya jadi mahal," tukasnya.
Sementara itu, Mang Udin yang juga berjualan komoditas cabai di pasar KM 5 menyebutkan bahwa harga komoditas cabai dalam tiga minggu terakhir lambat laun mulai menurun.
"Semua jenis cabe sudah mulai turun, mulai dari cabe merah, cabe rawit, cabe jengki dan cabe burung. Kita masih jual Rp80 Ribu per kilo," tuturnya.
Mang Udin juga mengatakan bahwa hingga saat ini harga komoditas cabe belum stabil karena belum kembali ke harga normal sebelum lebaran Idul Adha.
"Saya juga ambil dari pasar induk Jakabaring, tapi ada juga yang dari kebun sendiri. Yah paling tidak saya berharapnya harga cabe bisa kembali normal di harga Rp40 Ribu per kilo karena cabe juga lumayan banyak yang cari," tutupnya.
Kontributor: Siti Umnah
Tag
Berita Terkait
-
Sempat Pingsan Tergantung, Dua Karyawan PT Mahiza Karya Mandiri Alami Luka Bakar Tersengat Listrik
-
Pelayanan Pemkot Palembang Kurang Memuaskan, Ombudsman Sumsel Bakal Tambah Kriteria Penilaian
-
Kasus Kredit Macet Bank Sumsel Babel Dengan Kerugian Rp13,9 Miliar Diminta Terus Diusut
-
Sosok Bupati Banyuasin Askolani Nan Viral Karena Dilaporkan Mantan Istri Kedua ke Polisi
-
Emosi Karena Menolak Menagih Utang, Suami di Muratara Mencekik Hingga Benturkan Kepala Istri ke Dinding
Terpopuler
- Operasi Politik Presisi Prabowo: Preteli Siji-siji
- 9 Sunscreen untuk Mencerahkan Wajah dan Menghilangkan Flek Hitam
- Luky Alfirman Jadi Wamenkeu usai Dicopot Purbaya, Pengamat Soroti Arah Kebijakan Suahasil
- Margarito soal Gugatan Ijazah Gibran di MK: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan
- Sehari Dijabat Suyudi Ario Seto, Polri Langsung Rombak 19 Kapolda: Ini Daftar Lengkapnya!
Pilihan
-
Resmi, Syahganda Nainggolan Jadi Kepala Bakom RI Gantikan Muhammad Qodari
-
Hadir di Istana, Pratikno Buka Suara Soal Isu Jadi Ketua Wantimpres Era Prabowo
-
Disorot Gegara Gaya Hidup Mewah, Timothy Ivan Mundur dari Deputi II Bakom RI: Ingin Introspeksi Diri
-
KBRI di Singapura Tak Punya Dokumen Soal Jenjang Pendidikan Gibran di Orchid Park dan MDIS
-
Pemain Timnas Indonesia Dapat Ancaman Pembunuhan
Terkini
-
Kabut Asap Palembang Makin Pekat, 31 Penerbangan di SMB II Terganggu hingga Kuala Lumpur
-
Warga OKI Ditemukan Meninggal di Tengah Karhutla, Diduga Terjebak Asap dan Api
-
Kabut Asap Sumsel Tak Hanya Bikin Sesak, Akademisi Soroti 'Empathy Gap' Kepala Daerah
-
Kabut Asap Palembang, Pesawat dari Malaysia Gagal Mendarat hingga Penumpang Rekam Momen Putar Balik
-
Asap Karhutla Mengepung Palembang, Keluhan Pernapasan Memburuk pada Pasien Rentan