SuaraSumsel.id - Belakangan viral di media sosial, seorang wanita yang emosi karena diminta tarif parkir tinggi oleh juru parkir di Palembang, Sumatera Selatan.
Polisi pun bergerak melakukan penyelidikan dan pelaku berhasil ditangkap. Diketahui peristiwa itu terjadi di monumen amanat penderita rakyat atau Monpera Palembang.
Pelaku adalah Tedy Sandora (37), warga Jalan Pangeran Sido Ing Lautan, Lorong Kedukan Kelurahan 35 ilir, Kecamatan Ilir Barat II Palembang.
Melansir Sumselupdate.com-jaringan Suara.com, dia kembali dijebloskan ke dalam sel tahanan. Sebelumnya ia pernah divonis jambret dan mendekam selama sepuluh bulan tahun 2015 silam.
Aksi tersebut viral lantaran Tedy Sandora memaksa bus yang membawa rombongan bus pariwisata hendak shalat berjamaah di Masjid Agung Palembang.
Di depan polisi, Tedy Sandora mengaku sebagai penjual kopi, namun juga berprofesi sebagai juru parkir jukir liar. Dalam menjalankan aksinya ia bersama dengan dua rekannya.
“Kadang kami minta minimal Rp30 ribu dan paling besar Rp60 ribu,” ungkapnya.
Wanita dewasa itu kesal karena diminta uang Rp100.000 padahal parkir belum sampai 30 menit. Di video terlihat tiga orang laki-laki yang diduga tukang parkir.
Sambil merekam, wanita ini marah-marah dan emosi pada salah satu petugas parkir. Dia diminta uang parkir Rp100.00, padahal baru parkir selama 30 menit.
Baca Juga: Rayakan Waisak Cuaca Sumsel 16 Mei 2022: Bakal Berawan dengan Potensi Hujan Sedang
Tidak lama kemudiam datang seorang laki-laki dan menyuruh rombongan wanita itu untuk pergi.
Baca Juga: Soal Koalisi Indonesia Bersatu, DPW PPP Sumsel Tunggu Instruksi Pusat: Ini Babak Baru bagi PPP
Wanita ini pun bercerita, awalnya ia memberi uang biaya parkir sebesar Rp30.000 namum juru parkir menolak dan memaksa meminta biaya sebesar Rp 100 ribu.
"Ini kan belom sampai 30 menit pak, parkir di sini, jangan sembarangan yo kalian mintak Rp100.0000 ya, Rp30 ribu sudah cukup," ujar wanita ini.
Dia pun beralan jika memberi uang Rp30.000 cukup berasalan. Mengingat bus yang ditumpangi, tidak sampai 30 menit dan akan pindah ke kawasan Masjid Agung Palembang.
"Kan baru 20 menitan bus, kami mau pindah ke masjid agung, nanti kalian kebiasan sama bus yang lain" ujar wanita itu dengan logat bahasa Palembang.
Berita Terkait
-
Cadangan Migas Baru Ditemukan di Muara Enim Sumatera Selatan, Sumur Eksplorasi Wilela WLL 001
-
Keliling Rumah Warga hingga Tengah Malam Minta Uang, Wanita Berjubah Putih Terlilit 11 Utang Pinjol
-
Rayakan Waisak Cuaca Sumsel 16 Mei 2022: Bakal Berawan dengan Potensi Hujan Sedang
-
Jelang Akhir Pekan, Pasien Positif COVID-19 di Palembang Nihil
-
53.730 Pemudik Gunakan Jasa Layanan Kereta Api Selama Libur Lebaran 2022
Terpopuler
- 5 Mobil Toyota Bekas yang Mesinnya Bandel untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Pajak Rp500 Ribuan, Tinggal Segini Harga Wuling Binguo Bekas
- 9 Sepatu Adidas yang Diskon di Foot Locker, Harga Turun Hingga 60 Persen
- 10 Promo Sepatu Nike, Adidas, New Balance, Puma, dan Asics di Foot Locker: Diskon hingga 65 Persen
- 5 Rekomendasi Sepatu Lari Kanky Murah tapi Berkualitas untuk Easy Run dan Aktivitas Harian
Pilihan
-
Petani Tembakau dan Rokok Lintingan: Siasat Bertahan di Tengah Macetnya Serapan Pabrik
-
Bos Bursa Mau Diganti, Purbaya: Tangkap Pelaku Goreng Saham, Nanti Saya Kasih Insentif!
-
Omon-omon Purbaya di BEI: IHSG Sentuh 10.000 Tahun Ini Bukan Mustahil!
-
Wajah Suram Kripto Awal 2026: Bitcoin Terjebak di Bawah $100.000 Akibat Aksi Jual Masif
-
Tahun Baru, Tarif Baru: Tol Bandara Soekarno-Hatta Naik Mulai 5 Januari 2026
Terkini
-
Sambut 2026, BRI Berharap Bisa Take-Off dan Bertumbuh dalam Jangka Panjang
-
BRI Dukung Pembangunan Rumah Hunian Danantara untuk Ringankan Penderitaan Masyarakat
-
6 Fakta Dugaan Pelecehan Mahasiswi oleh Dosen UMP yang Kini Dilaporkan ke Polisi
-
Cek Fakta: Viral Klaim BMKG Deteksi Ancaman Squall Line Malam Tahun Baru, Benarkah?
-
Sepanjang 2025, Transformasi BRI Berbuah Kinerja Solid dan Kontribusi Nyata untuk Negeri