UEFA menyelidiki perilaku barbar fans Atletico Madrid saat pertandingan melawan Manchester City.
SuaraSumsel.id - Badan Sepak Bola Eropa (UEFA) pada Jumat membuka proses penyelidikan atas Atletico Madrid lantaran perilaku fans mereka yang dinilai bar-bar saat pertandingan perempat final Liga Champions kontra Manchester City beberapa waktu lalu.
Meski tidak merinci pelanggaran yang dimaksudkan, UEFA menuduh fans Atletico berperilaku diskriminatif dan juga melempar benda-benda saat tim yang mereka dukung itu dikalahkan City pada perempat final Liga Champions.
UEFA menyebut Badan Kontrol, Etika, dan Disiplin (CEDB) akan memutuskan masalah tersebut pada waktunya.
Atletico kalah 1-0 pada leg pertama di Stadion Etihad setelah Kevin De Bruyne mencetak gol kemenangan di babak kedua.
Leg kedua akan dimainkan pada Rabu, demikian Reuters. (ANTARA)
Berita Terkait
Terpopuler
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- Sempat Diamankan saat OTT, Sestama BNPB Rustian Kini Diperiksa KPK di Gedung Merah Putih
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Shin Tae-yong Kasih Kode Rotasi Skuad Persija, Shayne Pattynama Bisa Unjuk Gigi di League Cup
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Mahasiswa Kemah di Kantor Gubernur Sumsel saat Sumpah Pemuda, Desak Transparansi Anggaran Karhutla
-
Sopir Logistik Diminta Setop Masuk Empat Lawang, Ada Cerita Perampokan Pukul 05.00 WIB
-
Thai Street Buka Outlet Terluas di Indonesia di Palembang Icon Mall, Ada Tom Yum hingga Mango Sticky
-
PBB IGM Palembang Menunggak Rp2,33 Miliar, Bapenda dan Yayasan Beda Pandangan soal Status Nirlaba
-
438 Ribu Kasus ISPA di Sumsel, Siapa Menghitung Kerugian Perempuan dan Anak akibat Karhutla?