SuaraSumsel.id - Polisi menyebut seorang pria, Robi Naga Sakti (33) nekat bunuh diri dengan cara melompat dari lantai 7 Hotel CK Tanjungpinang, Kepulauan Riau (Kepri).
Kepala Satuan Reskrim Polres Tanjungpinang AKP Awal Sya'ban mengatakan dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), korban diduga depresi setelah abang kandungnya meninggal akibat penyakit kanker sekitar sebulan yang lalu.
"Pengakuan istri korban seperti itu. Setelah abangnya meninggal, korban alami depresi," ujar AKP Awal, di Tanjungpinang, Jumat.
Kronologis kejadian berawal ketika korban berjalan kaki dari rumahnya menuju Hotel CK Tanjungpinang, Jumat, sekitar pukul 09.00 WIB.
Melansir ANTARA, setelah sampai di hotel, korban langsung menuju ke lantai 7. Korban menyelinap masuk lift hotel tanpa sepengetahuan petugas hotel.
Saat di lantai 7, katanya lagi, korban terpantau CCTV hotel. Petugas hotel langsung menuju ke lantai 7 dan meminta agar korban turun ke bawah.
"Korban berdalih ingin berjemur. Tiba-tiba korban melompat dari pagar lantai 7 hingga akhirnya meninggal," ujarnya pula.
Polisi menambahkan saat ini jenazah korban sudah dibawa ke rumah sakit Provinsi Kepri untuk dilakukan visum. Untuk sementara tak ada ditemui tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
Catatan Redaksi:
Baca Juga: Masjid-Masjid di Sumsel Bersiap Gelar Salat Tarawih Ramadhan, Tetap Terapkan Prokes
Hidup sering kali sangat sulit dan membuat stres, tetapi kematian tidak pernah menjadi jawabannya. Jika Anda atau seseorang yang Anda kenal sedang mengalami masa sulit dan berkecederungan bunuh diri, sila hubungi dokter kesehatan jiwa di Puskesmas atau Rumah sakit terdekat.
Bisa juga Anda menghubungi LSM Jangan Bunuh Diri melalui email janganbunuhdiri@yahoo.com dan telepon di 021 9696 9293. Ada pula nomor hotline Halo Kemkes di 1500-567, yang bisa dihubungi untuk mendapatkan informasi di bidang kesehatan 24 jam.
Berita Terkait
-
Satgas Tetapkan Tiga Hotel Tempat Karantina Sementara di Tanjungpinang: Hotel Plaza, Hotel Aston dan Hotel Comfort
-
Bawaslu Bahas Anggaran Pengawasan Pilkada Kepri 2024, Said Abdullah Dahlawi: Diperkirakan Masih Sama
-
Prospek Pertanian Rumput Laut Makin Menjanjikan, DKP Kepri Sediakan Lahan 30 Ribu Ha di Karimun dan Lingga
-
Kepri Gagal Tarik Retribusi Labuh Jangkar, Pemerintah Pusat yang Berwewenang
-
Gubernur Kepri Ansar Ahmad Masih Ogah Bicarakan Pilgub 2024
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Nasib Ratusan Siswa SMA di Sumsel Terancam, Ombudsman Temukan Dugaan Pelanggaran SPMB
-
BI Sumsel Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Digital Lewat Gemilang Palembang Raya x DKG 2026
-
Mengapa Dokumen WDP Jadi WTP Dicari KPK? Fakta Baru dari Penggeledahan BPK Sumsel
-
Sudah Bayar Rp128 Juta, Rumah Tak Kunjung Dibangun, Konsumen Lapor Polda Sumsel
-
Apa Itu Etomidate? Zat yang Ditemukan Bersama 6.000 Pil Ekstasi di Palembang