SuaraSumsel.id - Sosok pawang hujan yang muncul di sirkuit Mandalika, Nusa Tenggara Barat (NTB) masih mencuri perhatian dunia. Namanya Mbak Rara, yang dikenal bernama lengkap Rara Isti Wulandari.
Sosoknya muncul saat hujan deras yang menguyur sirkuit Mandalika saat sebelum race utama digelar, Minggu (21/3/2022). Sebelum race utama, Mbak Rara pun muncul saat race pemanasan.
Dia dengan percaya diri berjalan di tengah hujan deras. Dengan penampilan sederhana, ia membawa mangkuk emas, dan membunyikannya.
Selain itu, saat hujan makin terasa makin deras, Rara pun berteriak ke arah langit. Dia mengungkapkan, perannya bukan menghentikan hujan, namun menggeser awan pembawa hujan ke daerah lain. "Saya geser, awannya ke laut," ujar Mbak Rara dalam video wawancara.
Aksi perempuan asal Bali ini pun sontak mencuri perhatian publik. Banyak kemudian yang menghujatnya karena diindentikan dengan ritual klinik, jin dan tidak diperkenankan dalam agama Islam.
Meski banyak hujatan di dalam negeri, sosok Rara menjadi mendunia. Seorang bule perempuan ini pun memuji Mbak Rara. "Dunia intenasional heboh lihat pawang hujan di Sirkuit Mandalika," ujarnya.
Namun, dia mengungkapkan jika Indonesia ini memang unik. "Tidak hanya pawang hujan, ada juga ilmu kebal, debus, dan lainnya," ujar dalam video tersebut.
Dia pun sempat mengungkapkan jika orang luar negeri memang akan sulit memahami jika tidak langsung melihat ke Indonesia. "Orang Indonesia itu mistis, dan kata pak Menteri, itu kearifan lokal," sambungnya.
Perempuan bule ini pun menceritakan jika awalnya ia pun tidak percaya hantu. Namun saat datang ke Indonesia, ia pun takut hantu. Sampai, dia pun harus menceritakan hal tersebut pada ibunya.
Baca Juga: BMKG: Prakiraan Cuaca 21 Maret 2022, Sumsel Berawan hingga Dini Hari Disertai Hujan Ringan
Sang ibu bukannya ikut percaya, namun sempat mengatakan jika si perempuan ini sudah gila. "Namun hal tersebut terjawab, saat ibunya ke Indonesia dan akhirnya juga takut akan hantu," ujarnya sambil tertawa.
"Saat mama ke Indonesia, ia juga malah takut hantu," sambungnya. Cewek bule ini menegaskan jika hal ini bukan buruk namun merupakan kearifan lokal yang memang sulit dimengerti.
Video ini sontak ramai dikomentari warganet dengan beragam pendapatnya.
Tag
Berita Terkait
-
Fakta Rara Istiani Pawang Hujan MotoGP, Dipuji Dunia, Dicibir di Negara Sendiri
-
Sebut Rezim Jokowi Kampanye Kemusyrikan dari Mandikan Mobil Esemka hingga Pawang Hujan, PA 212: Sangat Menjijikkan!
-
Tegas, UAS Sebut Ritual Pawang Hujan Perintah Jin
-
Pawang Hujan MotoGP Mandalika Tampil Vulgar, DPR: ke Depan Harus Dirahasiakan Agar Indonesia Tak Malu Pakai Hal Mistis
-
Soal Aksi Pawang Hujan di MotoGP Mandalika, Legislator PPP: Tak Perlu Diperdebatkan Halal Atau Haramnya
Terpopuler
- Kajian UGM: Durasi Pidato Prabowo Naik Tiga Kali Lipat, Ucapan Tidak Pantas Tercatat 311 Kali
- 3 Sepatu Puma Tanpa Tali yang Nyaman Buat Jalan, Bergaya hingga Lari
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- 5 HP OPPO Terbaru di Indonesia, dari Midrange Tangguh hingga Flagship Superior
- Buntut Panjang RI Pangkas Ekspor Gas, Bahlil Kini Ketakutan Impor Pertalite Distop Singapura
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Mahasiswa Kemah di Kantor Gubernur Sumsel saat Sumpah Pemuda, Desak Transparansi Anggaran Karhutla
-
Sopir Logistik Diminta Setop Masuk Empat Lawang, Ada Cerita Perampokan Pukul 05.00 WIB
-
PBB IGM Palembang Menunggak Rp2,33 Miliar, Bapenda dan Yayasan Beda Pandangan soal Status Nirlaba
-
438 Ribu Kasus ISPA di Sumsel, Siapa Menghitung Kerugian Perempuan dan Anak akibat Karhutla?
-
Edison Didakwa Terima Rp4,67 Miliar dalam Kasus Smart Board, Jaksa Ungkap Dugaan Transaksi Bertahap