SuaraSumsel.id - Pemerintah telah mencabut Harga Eceran Tertinggi (HET) minyak goreng, dan Menteri Perdagangan atau Mendag pun telah menyesuaikan harga minyak goreng kemasan sesuai dengan harga di pasaran.
Namun setelah HET dicabut, minyak goreng pun tersedia di pasaran, sehingga Pemerintah Daerah atau Pemda pun dilarang menggelar operasi pasar (OP) lagi.
Meski demikian, warga masih mengeluhkan harga minyak goreng yang masih mahal.
”Walau stok ada, tapi harga mahal. Kami sama saja, tidak bisa beli, apalagi sekarang sepertinya sudah tidak ada lagi Operasi Pasar (OP) minyak goreng,” kata Wulan, warga Bukit, Palembang, Senin (21/3/2022).
Melansir Sumselupdate.com-jaringan Suara.com, Kepala Dinas Perdagangan Kota Palembang, Raimon Lauri mengatakan kebijakan baru tidak memperkenankan OP minyak goreng,
“Berdasarkan aturan Kemendag untuk OP tidak diperkenankan lagi karena permendag nomor 6 tahun 2022 diganti SE nomor 9 tahun 2022 tentang relaksasi penetapan harga minyak goreng kemasan sederhana dan premium,” katanya.
Larangan itu maka pihaknya tidak bisa asal melakukan OP.
"Sebab, setiap kebijakan harus ada pedoman atau acuan tertulis secara resmi terlebih dahulu agar dapat disesuaikan di daerah," katanya.
“Maka untuk saat ini tidak ada OP minyak goreng meskipun OP sebelumnya di beberapa titik itu sangat membantu masyarakat,” katanya.
Baca Juga: BMKG: Prakiraan Cuaca 21 Maret 2022, Sumsel Berawan hingga Dini Hari Disertai Hujan Ringan
Dengan sudah banyaknya stok saat ini, diharapkan memenuhi kebutuhan masyarakat.
Tag
Berita Terkait
-
HET Minyak Goreng Curah Solusi Jangka Pendek, Pemkot Batam Periksa Gudang Distributor
-
Jelang Ramadan, Harga Cabai Rawit di Cianjur Semakin Pedas, Tembus Rp 60 Ribu per Kilogram
-
3 Manfaat Minyak Goreng Sawit untuk Kesehatan Kita
-
Viral Minyak Goreng Merk Ternama Tumpah ke Laut, Polisi Turun Tangan
-
Ketersediaan Minyak Goreng di Medan 2.500 Ton
Terpopuler
- Survei: 55 Persen Pemilih Prabowo Tidak Akan Memilihnya Kembali pada Pilpres 2029
- Presiden RI Minta Maaf ke Malaysia - Singapura Akibat Asap, Tapi Itu SBY...
- Rapor Prabowo-Gibran dan Para Menteri Anjlok, Purbaya yang Dicopot Justru Jadi Menteri Terbaik
- 5 Sabun Cuci Muka Retinol untuk Atasi Penuaan: Bikin Wajah Halus, Cerah, dan Kencang
- Pelembap Viva Hijau vs Kuning, Apa Bedanya? Ini Manfaat Keduanya untuk Wajah
Pilihan
-
KPK Kembali Gelar OTT: Amankan Sejumlah Pihak di BNPB
-
Ungkap Banyak Kasus Besar, Dirtipideksus Bareskrim Brigjen Ade Safri Justru Diganti
-
Inilah 5 Menteri yang Kinerjanya Paling Buruk Menurut Survei CELIOS
-
Polri Gerebek Sarang Narkoba Kampung Boncos dan Ambon! Operasi Masih Berlangsung
-
Prabowo Mau Ganti Panglima TNI dan Jaksa Agung Pekan Ini, Tapi...
Terkini
-
POSPERA Sumsel Kecam Aksi Premanisme Ormas di Polda Sumsel, Desak Korporasi Pelaku Karhutla Ditindak
-
Kronologi Wartawan Tribun dan PalTV Dikeroyok Saat Liput Demo Karhutla di Polda Sumsel
-
Ultimatum 5x24 Jam Berakhir, Mahasiswa UIN Desak Herman Deru Mundur sebagai Gubernur Sumsel
-
2 Wartawan Dikeroyok Saat Liput Demo Karhutla di Polda Sumsel, Sempat Diintimidasi Hapus Video
-
Pantau Api, Website Berbasis AI Buatan Dosen MDP Palembang untuk Prediksi Kabut Asap Sumsel