SuaraSumsel.id - Klub kebanggan wong kito, Sriwijaya FC segera diakusisi oleh seorang pengusaha batu bara asal Sumatera Selatan atau Sumsel. Dikenal dengan panggilan Iwan Bomba, dikenal sebagai sosok pengusaha batu bara kelahiran Sumsel.
Dari berbagai sumber diketahui Iwan Bomba memiliki nama lengkap Setiawan Ichlas. Dia kelahiran Palembang, 10 April 1977. Memulai karir berwirausaha, Iwan Bomba kini dikenal sebagai pengusaha batu bara dengan mengembangkan lini bisnisnya.
Group perusahaan bernama Bomba Group, perusahaan ini merupakan perusahan holding investasi terdiversigikasi yang membawahi berbagai entitas. Seluruh kegiatan operasional dalam berbagai bidang usaha yang dilaksanakan melalui entitasnya.
Melansir dari website perusahaan bomba group, diketahui lini bisnisnya adalah agribisnis, pertambangan, energi, logistik dan infrastuktur, sekaligus properti.
Kepastian akusisi ini dibenarkan manajer Sriwijaya FC, Hendriansyah. Kepada Suara.com, Henriansyah mengatakan jika akusisi masih dalam proses. Meski sudah disebutkan akan menuju finalisasi, namun ia memastikan akusisi masih dalam tahapan proses akusisi yang harus dilaksanakan.
"Belum masih proses, harapannya segera," ujarnya, Rabu (9/3/2022).
Mengenai sosok Iwan Bomba, ia pun membenarkan jika seorang pengusaha berasal dari Sumatera Selatan atau Sumsel. Iwan Bomba dikenal sebagai pengusaha batu bara.
"Yo" ujar Hendriansyah membenarkan sosok Iwan Bomba sebagai pengusaha batu bara.
Selain pengusaha batu bara, lini bisnis group Iwan Bomba adalah agribisnis dengan komoditas kelapa sawit dengan wilayah kerja di Sumsel.
Baca Juga: Rayakan Internasional Women"s Day di Sumsel: Perempuan Bicara agar Tak Ada Lagi Bias Gender
Pada musim laga tahun 2022 ini, Sriwijaya FC masih harus tertahan di liga 2. Perjuangannya menuju liga 1, tertahan di perempat final liga 2 musin tahun 202i.
Berita Terkait
-
Harga Batu Bara Meroket, Pengamat Harap Menteri ESDM Terapkan Saksi Pada Pengusaha Tak Patuhi DMO
-
Mantan Pemain Sriwijaya FC Umbar Gaji Belum Dibayar hingga Nomor Ponsel Diblokir Presiden Klub, Ini Kata Manajemen
-
13 Januari, Momen Sejarah Klub Sriwijaya FC Boyong Gelar Pertama
-
Dipinjam dari Sriwijaya FC, Obet Choiri Siap Buktikan Kemampuan Bersama Persita
-
Belum Puas, Persija Kembali Rekrut Pemain, Kini dari Sriwijaya FC
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Desil Mendadak Melonjak, Warga Jogja Terancam Kehilangan Bansos
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Dear Mom, Kabut Asap Makin Pekat, Ini Tanda Anak Mulai Terdampak
-
Kabut Asap Palembang Makin Pekat, Kapan Sekolah Mulai Belajar dari Rumah?
-
Ekonom Ungkap Efek Domino Karhutla: Dari Biaya Berobat hingga Pendapatan Warga Tertekan
-
Sumsel Dikepung 1.742 Hotspot, Seberapa Aman Warga dari Kabut Asap?
-
Lahan Perkebunan Indofood di Muba Terbakar, Mengapa Sumber Api Diminta Diusut?