SuaraSumsel.id - Mantan Kabareskrim Polri, Susno Duadji pun bersuara atas polemik di ranah politik mengenai Pemilihan Umum atau Pemilu 2024 ditunda.
Di media sosialnya, dia mengungkapkan mereka yang menginginkan Pemilu 2024 ditunda sebagai pelacur politik yang haus kuasa. Pendapat ini disampaikannya di media sosial twitternya, @susno2g.
Dalam media sosialnya, Susno pun mengaku sebagai petani kampung dan menerap di desa pelosok.
“Saya sbg petani kampung dan pensiunan yg tinggal di desa pelosok, mendengar usulan Pemilu ditunda, lngs ketawa sininis; apa maunya para pelacur politik haus kuasa, sudahlah ; bertani spti saya saja,,, jng aneh-anhe”, tulis Susno Duadji, dikutip dari cuitannya di akun Twitter pribadinya @susno2g, Senin (7/3/2022).
Cuitan Susno Duadji pun banjir komentar dari warganet pengikut media sosialnya.
“Rakyat bisa berbuat apa bila yang pegang jabatan, pemilu ditunda. Sama halnya dengan slogan PRESISI. Kalau yang punya slogan presisi, mereka berpihak ke penguasa. kalau sudah begini, rakyat bisa berbuat apa”, komentar akun @Bon***.
Seperti diketahui, Susno Duadji merupakan mantan Kabareskrim Polri yang dipecat karena tersangkut kasus korupsi. Melansir terkini.id-jaringan Suara.com, Susno dihukum 3 tahun 6 bulan penjara dengan denda 200 juta serta subsider 6 bulan kurungan.
Kasus Susno Duadji semoat ramai karena melibatkan perseteruan antara Polri dan Kejaksaan , terutama pada saat Susno Duadji akan diadili oleh Kejaksaan.
Susno kemudian menjalani masa hukuman di LP Pondok Rejeg Cibinong, Bogor dan dinyatakan bebas bersyarat pada tahun 2015 lalu.
Berita Terkait
-
Bukan Jokowi, Ternyata Ini Para Tokoh yang Mengusulkan Agar Pemilu 2024 Ditunda
-
Perbaikan Jalan Tol Trans Sumatera, Tol Terbaggi Besar-Kayu Agung dan Tol Kayu Agung-Betung Ditarget Sebelum Idul Fitri
-
Heboh Baliho Jokowi Tiga Periode Terpasang di Palembang, Warganet Mengeluh Harga Sembako Melambung
-
Pengamat Wanti-wanti Pendukung yang Menginginkan Jokowi 3 Periode
-
Rocky Gerung Bilang Gara-gara Hal Ini Hubungan Jokowi dengan Megawati Retak
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Nasib Ratusan Siswa SMA di Sumsel Terancam, Ombudsman Temukan Dugaan Pelanggaran SPMB
-
BI Sumsel Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Digital Lewat Gemilang Palembang Raya x DKG 2026
-
Mengapa Dokumen WDP Jadi WTP Dicari KPK? Fakta Baru dari Penggeledahan BPK Sumsel
-
Sudah Bayar Rp128 Juta, Rumah Tak Kunjung Dibangun, Konsumen Lapor Polda Sumsel
-
Apa Itu Etomidate? Zat yang Ditemukan Bersama 6.000 Pil Ekstasi di Palembang