SuaraSumsel.id - Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah Sunanto menginginkan agar Presiden Republik Indonesia Joko Widodo menjadi 'Bapak Bangsa'.
Hal ini disampaikan Sunarto saat pembukaan Tanwir II Pemuda Muhammadiyah di Jambi, Jumat kemarin. Pihaknya menyikapi wacana masa jabatan presiden tiga periode dan meminta presiden jadi negarawan sekaligus Bapak Bangsa.
"Cukup dua periode, jadilah 'Bapak Bangsa'," kata Sunanto saat memberikan sambutan dalam pembukaan Tanwir II Pemuda Muhammadiyah di Ratu Convention Center (RCC) Kota Jambi.
Sunanto akrab disapa Cak Nanto itu juga menginginkan agar diberikan ruang dan kesempatan yang besar kepada siapa saja yang memiliki kualitas untuk menjadi pimpinan.
"Pemuda Muhammadiyah juga ingin terus berkontribusi membangun bangsa. Kami akan selalu mendistribusikan kader terbaik," kata Sunanto.
Tanwir Pemuda Muhammadiyah II tahun ini mengangkat tema 'Gerakan Pemuda Negarawan'. Gerakan ini menjadi nilai yang tepat untuk melahirkan pemuda-pemuda negarawan.
Muhammadiyah merupakan organisasi yang terbuka, dan siap berkolaborasi dalam gerakan untuk pencerahan. "Jangan pernah ragukan kecintaan Pemuda Muhammadiyah terhadap bangsa dan negara ini," tegasnya.
Presiden RI Joko Widodo mengajak Pemuda Muhammadiyah untuk bersama-sama membangun pondasi Indonesia masa depan.
Hal ini disampaikan Presiden Jokowi saat membuka Tanwir II Pemuda Muhammadiyah secara daring.
Baca Juga: BMKG: Sumsel Bersuhu 32 Derajat pada Hari Ini
"Dengan semangat amar ma'ruf nahyil mungkar, mari bersama-sama kita membangun pondasi Indonesia masa depan," kata Jokowi.
Presiden Jokowi juga meminta Pemuda Muhammadiyah menyiapkan kader yang mampu beradaptasi dengan segala tantangan.
Pada kesempatan itu Presiden Jokowi juga mengingatkan jika mengatasi dampak pandemi COVID-19 merupakan tantangan besar. "Pandemi tidak boleh menghentikan langkah kita. Kita harus mampu keluar dari negara berpenghasilan menengah," katanya.
Jokowi juga mengajak semua pihak untuk berbuat demi mengejar ketertinggalan Indonesia dari negara lain, baik di bidang infrastruktur, industri, pangan, digital, maupun sumber daya manusia (SDM).
Pembukaan Tanwir II Pemuda Muhammadiyah turut dihadiri Kabaintelkam Polri Komjen Pol. Drs. H. Ahmad Dofiri, M.Si, Gubernur Jambi Al Haris, unsur Forkopimda Provinsi Jambi, Ketua PW Muhammadiyah Provinsi Jambi H. Suhaimi Chan, serta tamu undangan lainnya. (ANTARA)
Berita Terkait
-
Sempat Terjangkit DBD hingga Kritis, Selvi Ananda Ungkap Kondisi Terkini Cucu Presiden Jokowi
-
Muncul Isu Jokowi Jadi Watimpres, Mantan Wali Kota Solo Beri Komentar Menohok
-
Nama Soeharto Tak Disebut, Fadli Zon Minta Keppres No 2/2022 Direvisi, Tembak Langsung ke Jokowi dan Mahfud MD
-
Pemuda Muhammadiyah Minta Presiden Jokowi Jadi Bapak Bangsa: Cukup Dua Periode!
-
Aliansi Umat Islam Bogor Minta Jokowi Copot Menag Yaqut dan Minta Maaf ke Umat Muslim
Terpopuler
- Korupsi Rp18,7 Miliar, Wakil Bupati Indramayu Resmi Ditahan, Lucky Hakim Masih Bungkam
- Dingatkan Teddy Segera Akhiri Pidato, Prabowo: Letkol Ngatur Presiden
- Cetak 6 Gol dalam 6 Laga Bersama Persija, Shin Tae-yong Angkat Topi untuk Alexander Jeremejeff
- Keruk Batubara RI Tapi Sumbang Rp1,7 T ke Singapura, Eks Kepala BKPM Sentil Bos Bayan Resources
- Sepatu Lari Buatan Lokal Unjuk Gigi di Berlin dan Chicago Marathon
Pilihan
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
Terkini
-
BRI Gandeng Prodia, Tawarkan Diskon MCU Hingga Free Medical Check-Up
-
Kabut Asap Kembali Selimuti Palembang, 4 Wilayah Catat Kualitas Udara Berbahaya
-
Karhutla Sumsel: 20 Korporasi Masuk Penyidikan, Identitas 4 Perusahaan Baru Belum Dibuka
-
KMP Batumandi Terbakar di Merak, 4 ASN Ogan Ilir Hendak Konsultasi ke BKN dan Kemendagri
-
Bobby Rizaldi Disebut dalam Dakwaan Suap Rp500 Juta, Temuan BPK Muara Enim Turun Jadi Rp2,32 Miliar