SuaraSumsel.id - Belum ditemukan vaksin COVID-19 dalam kondisi kedaluwarsa di Sumatera Selatan atau Sumsel dari total stok 1.455.526 dosis per 19 Januari 2022.
Kasi Surveilans dan Imunisasi Dinas Kesehatan Sumsel Yusri mengatakan, Sumsel selalu mendahulukan penggunaan vaksin yang paling dekat dengan masa kedaluwarsa agar tidak mubazir.
“Sejauh ini aman-aman saja, vaksin selalu termanfaatkan dan tidak terbuang,” kata Yusri.
Yusri tak menyangkal terdapat dosis vaksin yang sudah mendekati batas waktu layak pakai.
Untuk itu, Pemerintah akan menggunakannya guna meningkatkan cakupan vaksin booster atau penguat bagi para lansia dan masyarakat umum yang berusia di atas 18 tahun.
"Untuk mencari sasaran lansia agak sulit, jadi salah satu strategi agar tidak mubazir digencarkan untuk vaksin booster masyarakat umum," kata dia.
Satgas COVID-19 Sumsel mencatat per 18 Januari 2022 diketahui realisasi vaksin dosis pertama lansia mencapai 66,43 persen dari total 597.071 jiwa. Vaksin anak usia 6-11 tahun mencapai 32,16 persen dari total sasaran 899.662 jiwa,
Secara keseluruhan, cakupan vaksin COVID-19 di Sumsel mencapai 83,25 persen untuk dosis satu dan 47,90 persen untuk dosis dua dari total sasaran 6,3 juta jiwa yang tersebar di 17 kabupaten/kota.
Sementara itu, berdasarkan data aplikasi SMILE (System Management Immunization Logistic Electronic) per 19 Januari 2022 diketahui stok vaksin COVID-19 di Sumsel tersedia 1.455.526 dosis.
Baca Juga: Fakta Persidangan Kasus Suap Dodi Reza Alex: Polda Sumsel Terima Fee Rp2 Miliar
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan hingga Desember 2021 terdapat 1,12 juta dosis vaksin yang kedaluwarsa.
Kepala Dinas Kesehatan Sumsel Lesty Nurainy mengatakan saat ini Sumsel mengejar tiga cakupan vaksin yakni vaksin lansia, vaksin anak, dan vaksin booster.
Gubernur Sumsel Herman Deru telah mengeluarkan Surat Edaran ke Pemkab dan Pemkot untuk mempercepat vaksinasi COVID-19 melalui kegiatan vaksin untuk tiga sasaran itu.
Dalam Surat Edaran Nomor 004/SE/Dinkes/2022 tentang Percepatan Vaksinasi COVID-19 itu diinstruksikan setiap kabupaten/kota yang belum mencapai target 70 persen untuk vaksin lansia diminta melakukan percepatan.
“Tiga-tiganya saat ini dikejar, vaksin anak, lansia dan booster agar cakupan vaksin Sumsel bisa 100 persen dalam waktu dekat,” kata dia. (ANTARA)
Berita Terkait
-
Fakta Persidangan Kasus Suap Dodi Reza Alex: Polda Sumsel Terima Fee Rp2 Miliar
-
Hampir Sepekan, Bibi dan Keponakan di Banyuasin Hilang Misterius
-
Selain Polda Sumsel, Polres Muba dan Kasat Reskim Disebut Terima Fee Korupsi Dodi Reza Alex
-
Status Honorer Bakal Dihapuskan 2023, Pegawai Honorer di Sumsel Mulai Khawatir
-
Polda Sumsel Disebut Turut Terima Fee Rp 2 Miliar, Kasus Suap Dodi Reza Alex
Terpopuler
- Korupsi Rp18,7 Miliar, Wakil Bupati Indramayu Resmi Ditahan, Lucky Hakim Masih Bungkam
- Dingatkan Teddy Segera Akhiri Pidato, Prabowo: Letkol Ngatur Presiden
- Cetak 6 Gol dalam 6 Laga Bersama Persija, Shin Tae-yong Angkat Topi untuk Alexander Jeremejeff
- Keruk Batubara RI Tapi Sumbang Rp1,7 T ke Singapura, Eks Kepala BKPM Sentil Bos Bayan Resources
- Sepatu Lari Buatan Lokal Unjuk Gigi di Berlin dan Chicago Marathon
Pilihan
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
Terkini
-
BRI Gandeng Prodia, Tawarkan Diskon MCU Hingga Free Medical Check-Up
-
Kabut Asap Kembali Selimuti Palembang, 4 Wilayah Catat Kualitas Udara Berbahaya
-
Karhutla Sumsel: 20 Korporasi Masuk Penyidikan, Identitas 4 Perusahaan Baru Belum Dibuka
-
KMP Batumandi Terbakar di Merak, 4 ASN Ogan Ilir Hendak Konsultasi ke BKN dan Kemendagri
-
Bobby Rizaldi Disebut dalam Dakwaan Suap Rp500 Juta, Temuan BPK Muara Enim Turun Jadi Rp2,32 Miliar