SuaraSumsel.id - Mantan Direktur Utama (Dirut) PLN sekaligus mantan Menteri BUMN, Dahlan Iskan blak-blakan mengaku praktek buruk kalangan wakil rakyat, DPR kala itu.
Praktek buruk meminta jatah (palak) pada badan usaha milik negara, PT PLN dengan dalih hadiah lebaran atau THR Idul Fitri. Cerita ini diungkapkan saat menjadi bintang tamu di podcast Akbar Faizal Uncensored.
Dengan blak-blakan, Dahlan Iskan akhirnya mengungkapkan sudah waktunya menceritakan hal tersebut. Meski dia menyadari jika podcast tersebut akan muncul tanpa proses edit (no cut).
"Saya mungkin sudah saatnya menceritakan dan belum pernah saya menceritakan," ujarnya membuka cerita.
Kala baru menjabat sebagai Dirut PLN, bertepatan hendak Idul Fitri, Dahlan Iskan dikejutkan kedatangan salah seorang direksinya.
Direksinya datang tergepoh-gepoh dengan menceritakan usai dipanggil anggota DPR, komisi VI.
"Ketika mau lebaran, idul fitri, salah satu direktur saya tergopoh-gopoh datang ke saya," ujar Dahlan Iskan.
Direktur ini pun menceritakan dipanggil anggota DPR menanyakan hadiah lebaran untuk DPR RI.
"Pak, tadi Saya dipanggil anggota DPR, kemudian, Ya.. tidak minta sih, tapi menanyakan THR untuk anggota DPR, hadiah lebaran," beber Dahlan.
Baca Juga: Prakiraan Cuaca 11 Januari 2022, Sumsel Bakal Berawan Siang hingga Sore Ini
Lalu Dahlan pun menanyakan bagaimana menjawab permintaan tersebut. Direksi pun ternyata tidak menjawab langsung dan menjanjikan akan menyampaikan pada direksi lainnya.
"Saya tidak jawab pak, saya bilang akan rundingkan direksi," aku Dahlan.
Mendapatkan situasi itu, Dahlan pun akhirnya menggelar rapat direksi. Karena sejak awal, Dahlan bersama direksi-direksi menggelar rapat menyikapi permintaan DPR ini.
"Saya rundingkan dengan direksi. Rapat direksi, karena sejak awalnya saya niatnya bersih-bersih. Karena pertama (pertama kali menjabat Dirut PLN) saya pun, tidak mengetahui hal ini (ada praktek beri hadiah lebaran)," beber Dahlan.
Dahlan pun akhirnya berdiri di depan papan tulis dengan menuliskan berbagai konsekuensi yang dihadapi saat permintaan tersebut ditolak.
"Judul tulisan di papan tulis, saya bikin Seandainya ditolak, kita akan menerima konsekuensi apa saya. Saya mulai merilis konsekuensi yang bakal diterima jika permintaan tersebut tidak dipenuhi, misalnya akan sering dipanggil DPR, kemungikinan kedua anggaran subsidi dipersulit. Saya rilis hingga 9 konsekuensi yang terakhir, Direksi akan diberhentikan," terangnya.
Tag
Berita Terkait
-
Buka Masa Sidang DPR, Puan Bakal Bahas Kelanjutan RUU TPKS?
-
Prakiraan Cuaca 11 Januari 2022, Sumsel Bakal Berawan Siang hingga Sore Ini
-
Luhut Minta PT PLN Batubara Dibubarkan, Ada Apa?
-
Tiga Negara Ini Protes, Indonesia Larang Ekspor Batubara
-
Kabar Duka, Mantan Wali Kota Palembang, H Husni Meninggal Dunia
Terpopuler
- Lupakan Aerox atau NMAX, Skutik Baru Yamaha Ini Punya Traksi dan Agresivitas Sempurna di Trek Basah
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
- 3 Sampo yang Mengandung Niacinamide untuk Atasi Rambut Rontok dan Ketombe
- Anggota DPR RI Mendadak Usul Bangun 1.000 Bioskop di Desa Pakai Dana APBN 2027
- 4 Bedak Padat Wardah yang Tahan 12 Jam, Coverage Tinggi dan Nyaman Dipakai Seharian
Pilihan
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status "Cucu Nabi" Demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
Terkini
-
Cadangan Minyak Baru Ditemukan di Musi Banyuasin, Produksi Pertamina Capai 1.857 Barel per Hari
-
Warga Sumsel Mulai Takut Keluar Malam, Aksi Begal dan Kejahatan Jalanan Kembali Meresahkan
-
5 Fakta Ngeri Maling Bersenpi di Warung Bakso Palembang, Korban Sampai Kabur Naik Lantai Dua
-
Blackout Sumatra Berulang, Ketahanan Sistem Kelistrikan Nasional Kembali Dipertanyakan
-
Blackout Sumatra Nyaris Makan Korban, Mahasiswi UMP Terjebak di Lift Kampus