SuaraSumsel.id - Pemerintah telah menaikan tarif cukai rokok pada awal tahun ini. Kenaikan cukai ini diakui Menteri Keuangan Sri Mulyani, merupakan kebijakan klasik yang harus mempertimbangan banyak aspek.
Hadir di Podcast Deddy Corbuzier, Sri Mulyani menjelaskan alasan kebijakan menaikkan cukai rokok. Mulanya, ia menegaskan jika yang dinaikkan ialah cukai, bukan pajak.
Dimaksud dengan cukai ialah instrumen yang digunakan Pemerintah guna mencegah untuk mengkonsumsi sesuatu yang dianggap buruk. Sri pun membenarkan jika kenaikan cukai rokok akan mempengaruhi pengeluaran konsumsi rumah tangga.
Deddy pun mengungkapkan pengeluaran terbesar rumah tangga, selain beras ialah rokok. "Nanti ujung-ujungnya terjadi keributan rumah tangga," ujar Deddy.
Bahkan Deddy sempat memancing dengan mengungkapkan jika harga rokok di Indonesia tergolong murah dibandingkan Singapura.
Sri Mulyani pun langsung menjelaskan jika penentuan kebijakan cukai rokok ini ialah kebijakan klasik yang merupakan pilihan sulit. Mengingat ada banyak kalangan yang bersentuhan dengan kebijakan tersebut.
"Misalnya ada kalangan kesehatan yang meminta cukai rokok lebih tinggi, karena masyarakat menengah ke bawah, konsumsi rokoknya tinggi. Padahal, jaminan kesehatannya juga dicover (dijamin) Negara lewat penerima manfaat bantuan BPJS," ujar Sri menjelaskan.
Selain itu, di industri rokok ini pun ada petani yang terlibat yang harus juga diperhatikan. Meski demikian, Sri Mulyani pun tidak memungkiri adanya penerimaan negara dari komoditas rokok tersebut.
"Setidaknya sekitar Rp 175 triliun penerimaan. Namun tidak berhenti itu, setelahnya ada konsen kesehatan yang harus ditanggung Negara, termasuk ancaman anak-anak yang persentanse sebagai perokok meningkat tiap tahun. Belum lagi, negara juga harus memerangi rokok ilegal," bebernya.
Baca Juga: Palembang Diguyur Hujan Gerimis, Ini Prakiraan Cuaca Sumsel 6 Januari 2022
Mengenai cukai rokok, Sri mengaku, hal tersebut merupakan kebijakan yang sulit. Berdasarkan datanya selama setahun setidaknya 350 miliar rokok diproduksi di Indonesia, namun kalangan anak-anak yang kemudian menjadi perokok meningkat.
"Karena itu, untuk policy (kebijakan) ini kebijakan klasik. Harus melihat kebijakan (utuh)," tegasnya.
Mendengar jawaban itu, Deddy Cobuzier pun bertanya apakah Sri Mulyani pernah merokok.
Blak-blakan Sri mengaku jika pernah mencoba merokok. Saat itu, menganjak remaja. "Saya, itu mungkin anak yang paling bandel dibanding anak-anak ibu saya yang lain. Saya pernah dikasih teman, saya coba. saya merokok," aku Sri.
Namun lama kelamaan, Sri mengaku jika saat merokok, mulutnya menjadi bau.
"Aku gak suka aja, ada yang bau-bau di mulut, lagian harus mengeluarkan uang membelinya," ujar Sri.
Tag
Berita Terkait
-
Ditanya Deddy Corbuzier Soal Korupsi Bansos, Sri Mulyani: Sangat Sakit Hati
-
Pendapatan Deddy Corbuzier Capai Rp 5 Miliar? Sri Mulyani: Super Kaya
-
Deddy Corbuzier Singgung Kasus Open BO, Menkeu Sri Mulyani: Dia Bayar Pajak Gak ya?
-
Aji Soeganda, Atlet Terkuat Punya Berat Badan 153 Kilogram
-
Kenaikan Cukai Rokok Tak Pengaruhi Penjualan Tembakau, Ini Penyebabnya
Terpopuler
- 4 HP Terbaru 2026 Harga Rp2 Jutaan, Kamera Bagus dan Baterai Besar hingga 7000 mAh
- Silsilah Keluarga Lim Xin Rui yang Resmi Jadi Menantu Hasto Kristiyanto
- 3 Klub Pemain Timnas Indonesia Berhasil Raih Tiket Promosi Musim Ini
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- HP Vivo yang Bagus Seri Apa? Ini Rekomendasi Seri X, V, dan Y Sesuai Kebutuhan
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
Terkini
-
Jelang Libur Idul Adha, Promo Alfamart Bikin Kalap: Sosis Korea Rp5.900 hingga Kanzler Murah
-
Diduga Gara-gara Kopi, Menantu di Empat Lawang Tega Habisi Ibu Mertua lalu Buang ke Sungai
-
PTBA Sabet Diamond PROSPER A IRCA 2026, Perkuat Budaya Kepatuhan dan Tata Kelola
-
Rutin Menabung di Bank Sumsel Babel, Camat di Belitung Timur Ini Tak Sangka Raih Rp550 Juta
-
Kabel Tower Telkomsel Dicuri di OKU Selatan, Kenapa Infrastruktur Telekomunikasi Mudah Dibobol?