SuaraSumsel.id - Kasus kekerasan seksual yang terjadi di pondok pesantren atau Ponpes, makin menjadi perhatian publik. Pelaku guru Herry Wirawan (HW), diketahui telah memperkosa 21 orang santrinya.
Dalam penyelidikan ternyata memberikan kalimat-kalimat bujuk rayu kepada santri yang dihamilinya. Setelah para korban melaporkan jika tengah hamil karena perbuatannya, tidak membuat Herry Wirawan khawatir.
Dia malah mengeluarkan kata-kata rayuan kepada para santri, korban pelecehan seksualnya.
Guru bejat ini menjanjikan akan berjuang bersama-sama membesarkan bayi tersebut.
“Biarkan dia (bayi) lahir ke dunia. Bapak bakal biayai sampai kuliah, sampai dia mengerti. Kita berjuang bersama-sama,” demikian ucapan Herry yang disampaikan kepada santri yang dihamilinya, melansir Hop.id-jaringan Suara.com, Minggu (12/2/2021).
Pelaku Ferry juga meyakinkan si santri terkait kehamilannya.
“Jangan takut, enggak ada seorang ayah yang akan menghancurkan masa depan anaknya,” kata Herry kepada santri yang dia hamili.
Selain memastikan akan menanggung biaya bayi, kalimat ini yang membuat para korban menurut permintaan guru ponpes saat akan berhubungan selayaknya suami istri.
Dikatakannya Guru itu Salwa Zahra Atsilah. Karena itu, harus patuh pada guru.
Baca Juga: Masyarakat 3 Kabupaten di Sumsel Tidak Patuh Pakai Masker Selama Pandemi COVID-19
"Guru itu ‘salwa zahra atsilah’, harus taat kepada guru,” kata Herry dalam berkas dakwaan.
Guru pun membujuk para korban dengan janji akan menjadi pengajar di pesantren ponpes tersebut.“Terdakwa menjanjikan akan menjadikan korban polisi wanita,” ujar jaksa dalam surat dakwaan yang diterima wartawan.
Selain menjadi polisi wanita, pelaku menjanjikan kepada korbannya untuk menjadi pengurus pesantren.
Herry juga menjanjikan kepada korban akan dibiayai kuliah.
“Terdakwa menjanjikan anak akan dibiayai sampai kuliah,” imbuhnya.
Tag
Berita Terkait
-
Geger Herry Wirawan Perkosa Santri Di Bandung, Yandri: Hukuman Kebiri Saja Tak Cukup!
-
Sebelum Ditangkap Polisi, Bobby Joseph Pernah Jadi Driver Ojol
-
LPSK Ungkap Para Santri Korban Pemerkosaan Herry Wirawan Sulit Lanjutkan Sekolah
-
Menteri PPPA : Kasus Kekerasan Seksual Justru Terjadi di Tempat Dianggap Aman
-
Menag Siap Investigasi Lembaga Pendidikan Secara Menyeluruh
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Identitas Korban Bus ALS di Muratara Mulai Terungkap, Ini Daftar Nama yang Sudah Teridentifikasi
-
Bus ALS yang Terbakar di Muratara Ternyata Bawa Motor dan Tabung Gas Elpiji
-
Perjalanan Pasutri asal Pati Berubah Mencekam saat Bus ALS Terbakar di Muratara
-
Kesaksian Korban Selamat Ungkap Bus ALS Sempat Bermasalah pada Radiator Sebelum Terbakar
-
Siapa Pendiri PO ALS? Kisah Bus Legendaris Sumatera di Balik Tragedi Muratara