Peserta program bayi tabung, diakuinya ada sekitar 20-30 pasien per bulan. Diantaranya, sekitar 45 persen sudah berhasil hamil.
Salah satu faktor pasien tersebut memilih bayi tabung adalah karena usia ibu sudah di atas 40 tahun.
Karena untuk hamil di usia itu memang cukup sulit, kualitas telur akan berpengaruh. Kemudian ada gangguan polycystic ovarian syndrome (PCOS) dan diabetes. Sehingga memilih program bayi tabung untuk perencanaan kehamilan.
PCOS merupakan gangguan faktor hormonal yang mengganggu sampai terjadinya ketidakhamilan. Ketidaknormalan itu mengakibatkan telur-telur di ovarium tidak subur dan mengganggu.
"Paling banyak tanda faktor hormonal ditemukan adalah jarang mens. Misalkan 2-3 bulan sekali," ujarnya.
Biasanya dicirikan dengan jarang terjadi mens, obesitas, hormon laki-laki terlalu tinggi ditandai banyak tumbuh rambut kaki dan kumis, hyper androgen ditandai dengan banyak jerawat. Apabila jika istri sudah mengalami haid yang tidak teratur, jarang atau siklusnya memanjang.
Menurut Variantono, Ibu bayi kembar tersebut bernama Sri, seorang warga Palembang yang berprofesi sebagai seorang notaris. Ia merasa senang bahagia dan excited atas keberhasilan program kehamilan bayi tabung tersebut. Usia ibu tersebut sudah 41 tahun. Sudah menikah lebih dari 4 tahun namun belum kunjung memiliki momongan.
Kondisi bayi memang kurang bulan, tapi beratnya cukup optimal dan lahir sehat. Yakni dengan bobot 2,1 kg dan 1,9 kg. Lantaran, mengandung anak kembar dan ibu sudah kesakitan maka dilakukan cesar pada usia kandungan 36 minggu.
Kontributor: Welly Jasrial Tanjung
Baca Juga: Sektor Pariwisata Daerah Andalkan Kreativitas Millenial Sumsel
Berita Terkait
-
Berharap Jalani Program Bayi Tabung, Ketegaran Wanita Ini Runtuh saat Baca Surat Dokter
-
Perlu Tahu, Risiko dan Tingkat Keberhasilan Program Bayi Tabung
-
Pasutri Ingin Program Bayi Tabung? Catat Syarat Lengkapnya Berikut Ini
-
Catat! Ini 6 Syarat Jalani Program Bayi Tabung di Indonesia
-
Bertahun-tahun Menikah Tapi Belum Punya Anak, Kapan Perlu Program Bayi Tabung?
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- 3 Rekomendasi Helm Half Face Rp200 Ribuan yang Paling Dicari Bikers, Nyaman Buat Harian
- Defisit APBN 'Cuma' 0,91 Persen, Purbaya Khawatir Kementerian-Lembaga Minta Anggaran Tambahan
- Viral Karnaval Mirip Ritual Satanisme di Pekalongan, Ada Penyembelihan Hewan dan Okultisme
- Polisi Sebut Wanita di Video Viral Biksu Thailand Mendadak Kaya Sejak Bolak Balik Masuk Kuil
Pilihan
-
Dilantik Jadi Menkeu, Suahasil Akui Tak Berkomunikasi Dengan Purbaya
-
Purbaya Diganti, Nilai Tukar Rupiah Langsung Loyo ke Level Rp17.699
-
Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
-
Ada Pelantikan di Istana Sore Ini, Pratikno Ngaku Dapat Undangan Mendadak
-
Update Reshuffle Kabinet Hari Ini: Menlu Sugiono Dikabarkan Diganti
Terkini
-
14 Tahun Jadi Mantri BRI, Dewi Natalia Konsisten Dampingi Nasabah hingga Mandiri
-
Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit
-
Taksi Listrik Hadir di Palembang, Solusi Transportasi atau Sekadar Tren Baru?
-
Derby Sumatera Dimulai! Sumsel United Bidik Balas Kekalahan dari PSMS di Laga Perdana
-
60 Hari Tak Diguyur Hujan, Karhutla Padang Sugihan Picu Kekhawatiran Habitat Gajah