Tasmalinda
batik durian Lubuklinggau [instagram]

SuaraSumsel.id - Lubuklinggau makin gencar mengenalkan batik durian yang merupakan produk kolaborasi guna mempromosikan daerah. Sebagai yang menahkodai, Hj Yetty Oktarina mengungkapkan kain ini bermula dari semangat kolaborasi dengan segmen bisa dipakai segenap usia.

Ketua TP PKK Kota Lubuklinggau, Hj Yetty Oktarina mengutarakan perjalanan Batik Durian hingga bisa ke manca negara ialah pekerjaan kolaborasi. Bermula dari ide perancang Jenny Yohana Kansil, yang menyakinkan dan dengan segala keberanian, bersama-sama mencoba terobosan tersebut.

batik durian Lubuklinggau [instagram]

"Mbak Jen yang pertama kali melontarkan ide, dengan segala keberanian saya iyakan. Mengusung revolusionary hope saya meminta mbak Jen,mengkolaborsikannya dengan desain batik bagi anak muda. Mulailah kita sebagai tim bekerja," katanya, Selasa (5/10/2021).

Jenny ingin nuansa batik masih kental di kain tersebut.

Baca Juga: Kematian Anak Sumsel Terpapar COVID-19 Tinggi, Ketua IDAI: Orang Tua Abai Prokes

batik durian Lubuklinggau [instagram]

"Untuk itu tidak tanggung tanggung kita melibatkan tidak kurang dari 4 orang designer Eropa dan 1 desain fashion dari India, berikut beberapa kurator dari designer senior Indonesia," ucapnya.

Perancang busana Jenny Yohana Kansil mengungkapkan motif batik durian akan sangat universal, bisa cocok pada orang tua, namun juga kalangan milenial.

"Namun juga dirasakan pas bagi kaum muda, meski kelompok punk sekalipun," ucap Jenny

Wali Kota Lubuklinggau, Prana Putra Sohe mengapresiasikan batik durian hingga berhasil ikut pada pameran Milan Fashion Week.

"Tentunya kita semua pasti sangat bangga ya, Batik Durian adalah Batik Motif Durian khas Kota Lubuklinggau yang mana telah mengharumkan nama Kota Lubuklinggau hingga ke manca negara sana," ucapnya.

Baca Juga: Capaian Vaksinasi COVID-19 Sumsel: Dosis Satu 29 Persen, Dosis Dua 16 Persen

Kontributor: Renaldy

Komentar