SuaraSumsel.id - Anak Nia Daniaty, Olivia Nathania sudah dilaporkan ke Polda Metro Jaya perihal kasus penipuan dengan modus seleksi penerimaan APNS.
Laporan ini buntut dari Olivia atau biasa disapa Oi yang menghilang dari hadapan 225 korbannya.
Melansir hop.id-jaringan Suara.com, sebelum laporan dibuat, suami Oi, Rafly N Tilaar alias Raf sempat berjanji ingin mempertemukan para korban dengan istrinya, guna mencari solusi.
“Dua minggu lalu kita ke kantor suaminya ya si Raf. Si Raf berjanji mau menemukan kami dengan pihak OI,” ujar kuasa hukum para korban, Desy Hadi Saputri ditemui di Kawasan Kemang, Jakarta Selatan, oleh jaringan Hops, Matamata, Minggu (26/9/2021).
Seiring berjalannya waktu, janji Raf tak kunjung ditepati. Para korban meradang dan sepakat untuk melaporkan Oi dan Raf ke polisi.
“Sampai saat ini tidak ada kelanjutan, bahkan menghilang nih (Olivia). Ditelepon tidak bisa,” tambahnya.
“Makanya kita melaporkannya ke polisi karena tidak ada itikad baiknya. LP sudah ada, LP sudah terbit pada Jumat kemarin,” lanjut Desy lagi.
Desy memastikan para kliennya masih membuka pintu damai untuk Oi dan Raf.
"Hingga saat ini, belum ada itikad baik dari pasangan tersebut,",
Baca Juga: Lebih Waspada, Kematian Anak Sumsel akibat Terpapar COVID-19 Tinggi
“Tapi kami tetap mencoba supaya permasalahan ini selesai secara mediasi atau kekeluargaan,” ujarnya.
Laporan tersebut telah teregistrasi dengan Nomor: LP/B/4728/IX/SPKT/POLDA METRO JAYA, tertanggal 23 September 2021.
Anak dan menantu Nia Daniaty dipersangkakan dengan Pasal 378 dan atau Pasal 372 dan atau Pasal 263 KUHP.
Anak dan menantu Nia Daniaty dituding melakukan penipuan kepada 225 orang CANS.
Menurut pelapor, Oi dan Rafly mengiming-imingi para korban dengan jabatan ANS. Tarif yang dikenakan berkisar antara Rp25 hingga Rp156 juta.
“Ini ada 225 orang ditipu dengan jumlah kerugian ditaksir mencapai Rp9,7 miliar lebih,” kata Odie Hodianto, kuasa hukum pelapor, dikutip dari Suara.com, Jumat, 25 September 2021.
Berita Terkait
-
Soal Laporan Dugaan Penipuan CPNS Putri Nia Daniaty, Yusri Polda: Masih Dipelajari
-
Dilaporkan ke Polisi, Putri Nia Daniaty Menghilang
-
225 Korban Penipuan Modus Seleksi CPNS Minta Ketemu, Putri Nia Daniaty Hilang
-
Farhat Abbas Tanggapi Kasus Dugaan Penipuan Anak Nia Daniaty
-
Anak Nia Daniaty Dituduh Tipu CPNS, Farhat Abbas Minta Polisi Bertindak
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Kaki Masih Pegal Setelah Lari? Ini 5 Sepatu Recovery Run Lokal dengan Review Terbaik
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Mampukah CFD Ampera Menjadi Malioboro Mingguan Palembang?
-
137 Kali Karhutla, 305 Hektare Lahan Sudah Hangus, Ancaman Asap Kembali Mengintai Sumsel?
-
Pulang Kerja Jam 4 Pagi, Pekerja Perempuan di Palembang Dibegal dan Ditodong Senpi
-
Sudah Bertahun-tahun Dibahas, Kapan Pelabuhan Tanjung Carat Benar-Benar Terwujud?
-
Car Free Day di Ampera Resmi Dimulai, Mampukah Bertahan atau Sekadar Seremonial?