"Kita berharap ini akan selesai. Tapi, jika melihat sejarah, bagaimana pimpinan MIT berganti dari sebelumnya hingga Santoso dan turun ke Ali Kalora. Itu bukan perjalanan 1-2 hari bagi mereka (berganti pemimpin)."
"Kelompok militan seperti ini tidak hanya bergantung pada satu figur simbolik, mereka akan mengupayakan terus proses regenerasi," kata Khairil.
Khairil mencontohkan, sebelum Santoso alias Abu Wardah, pimpinan MIT tewas tahun 2016, Ali Kalora bukan sosok yang diperhitungkan.
Bahkan Kapolri saat itu, Jenderal Tito Karnavian menyebut, "Ali Kalora jauh di bawah kelasnya Santoso dan Basri."
Di kepemimpinan Ali Kalora, kelompok MIT diduga terus melakukan beragam aksi teror.
Pada April tahun 2020, kelompok MIT diduga sebagai pelaku pembunuhan beberapa petani.
Tidak berhenti, kelompok ini juga diduga terlibat dalam kasus penembakan dua anggota polisi saat berjaga di sebuah bank di Poso. Kelompok ini diduga membunuh satu keluarga di Desa Lembantongoa, Kecamatan Palolo, Kabupaten Sigi, Jumat (27/11) tahun 2020.
Pertengahan tahun ini, kelompok MIT kembali diduga sebagai otak pembunuhan empat petani di perkebunan kopi Desa Kalimago, Lore Timur, Poso.
"Sekarang ada dua pilihan kemungkinan setelah tewasnya Ali Kalora. Pertama, jika mereka yang DPO serta lainnya menyerah, selesai ini 'barang'."tegasnya.
Baca Juga: Viral Krisdayanti Beberkan Gaji DPR, Segini Penghasilan DPRD Sumsel Perbulan
"Tapi kalau keempat DPO masih mengangkat senjata maka saya melihat akan ada pemimpin baru," ujarnya.
Satgas Madago Raya kini memburu empat anggota MIT lainnya yang buron, yaitu Askar Alias Jaid Alias Pak Guru, Nae Alias Galuh Alias Muklas, Suhardin Alias Hasan Pranata dan Ahmad Gazali Alias Ahmad Panjang.
Kepala Polda Sulawesi Tengah, Irjen Polisi Rudy Sufahriadi, selaku Penanggung Jawab Kendali Operasi Satgas Madago Raya, Minggu (19/09), mengatakan setelah tewasnya Ali Kalora, kekuatan MIT tidak akan bertambah.
"Sampai hari ini mudah-mudahan tidak akan bertambah karena mereka tidak punya pimpinan lagi," kata Rudy dalam konferensi pers di Mapolres Parigi Moutong , Sulawesi Tengah, Minggu (19/09).
"Beberapa rekan mengatakan siapa penggantinya (Ali Kalora), tidak ada penggantinya, dan kita akan cari yang empat (DPO) sampai dapat," tegasnya.
Sumber: BBC Indonesia.
Berita Terkait
-
Polisi Pastikan Pimpinan Teroris Poso Ali Kalora Tewas Dalam Kontak Tembak
-
Buron Teroris Poso Diminta menyerahkan Diri, Polisi: Apabila Bertemu di Lapangan...
-
Pimpinan Teroris Poso Ali Kalora Tewas Ditembak Satgas Madago Raya
-
Tembak Mati Pimpinan Teroris MIT, Satgas Madago Raya Buru Sisa-sisa Anak Buah Ali Kalora
-
Detik-detik Teroris Ali Kalora Ditembak Mati, Dieksekusi Saat Terpisah dari Kelompoknya
Terpopuler
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- Sempat Diamankan saat OTT, Sestama BNPB Rustian Kini Diperiksa KPK di Gedung Merah Putih
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Ramai Tren Downgrade Lifestyle, Desainer Pilih Bedakan Produk Retail dan Wastra
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Sumsel United Tak Terkalahkan 4 Laga, Tegar Hening Absen Jelang Derby Sumatera
-
Laba PTBA Tembus Rp4,41 Triliun, Pendapatan Naik 12 Persen hingga Kuartal III 2026
-
Nasib Bayi yang Ditemukan di Toilet Tol Terpeka: Sudah Boleh Pulang, 5 Keluarga Berminat Mengadopsi
-
Bank Sumsel Babel Luncurkan Sultan Muda Corner, Perkuat Pembiayaan UMKM dan Wirausaha Muda
-
Hari Listrik Nasional ke-81, Pertamina Kilang Plaju Dukung Kemandirian Energi lewat PLTMh