Scroll untuk membaca artikel
Tasmalinda
Jum'at, 03 September 2021 | 09:37 WIB
Gus Miftah [Instagram Gus Miftah] Gus Miftah sindir vonis koruptor

Pemimpin Pondok Pesantren Ora Aji di Sleman, Yogyakarta ini menganalogikan dengan seorang pencuri ayam yang kemudian dikroyok oleh masyarakat.

Pencuri itu mengalami luka serius. Maka polisi boleh mengampunin yang bersangkutan karena sudah luka berat.

"Misalnya orang malin ayam, lalu bonyok dipukuli. Saya bisa saja dung sama polisi agar jangan dihukum, karena sudah boyok dipukuli. Itu kan hal yang berbeda," terang Gus Miftah.

Kekesalan Gus Miftah ini dimaklumi Deddy Corbuzier.

Baca Juga: Bendungan Tiga Dihaji Jaga Eksistensi Lumbung Pangan Sumsel

KPK menetapkan Menteri Sosial Juliari P Batubara sebagai tersangka penerima suap dana bantuan sosial covid-19, Minggu (6/12/2020). [Suara.com/Welly Hidayat]

Karena menurut Deddy Corbuzier, di situasi pandemi COVID-19 ini, hendaknya semua berempati.

Banyak kesulitan yang dialami masyarakat atas situasi pandemi ini.

Ia pun mengingatkan masyarakat makin bijak dalam bersosial media. 

Gus Miftah pun menekankan ia selalu menyarankan masyarakat agar memposting hal-hal yang penting, bukan penting asal posting.

"Berkali-kali saya bilang, posting hal yang penting, bukan penting asal posting dan sembarangan," bebernya.

Baca Juga: 6 Pengusaha di Sumsel dan Babel Menunggak Pajak Rp 1,4 Miliar

Hadir di Podcast Deddy Corbuzier juga menceritakan pengalamannya merahasiakan kabar sakit Deddy Corbuzier pada banyak orang.

Load More