SuaraSumsel.id - Paska Proklamasi 1945, berbagai prakasa tidak hanya datang dari masyarakat, namun juga ada warga keturunan yang juga turut berjuang di Sumatera bagian selatan, terkhusus Sumatera Selatan.
Mereka di antaranya Then A Suy dan Tong Djoe.
Then A Suy ialah petani Tionghoa terkenal. Ia bersama organisasi massa petani yang tergabung dalam Persatuan Kaum Tani Indonesia atau PKTN sebagai pemasok sayur-sayuran, beras, daging dan sebagian besar bagi kebutuhan sekutu sebagai bagian dari politik diplomatis.
Politik diplomatis ini mendukung AK Gani yang kemudian menjadi pemasok perlengkapan perang, pemancar radio, kendaraan dan peralatan, obat-obatan termasuk penicillin, serta perlengkapan sipil lainnya.
Keberadaan Then A Suy dinilai penjajah Belanda meresahkan. Then A Suy akhirnya hilang misterius sampai saat ini.
Sementara PPKTT lambat laun melemah akibat kekosongan kepemimpinan, setelah Then A Suy hilang misterius tersebut.
Tokoh lainnya, warga keturunan yang juga berperan ialah Tjong Djoe. Bernama lengkap Theng Lian Joo, ia adalah pemuda sekaligus pengusaha.
Ia mengembangkan bisnis bidang perkapalan dengan rute strategis Palembang-Singapura-Jakarta. Pada awal tahun 1945, ia bersama AK Gani memang bersahabat.
Tjong Djoe berperan dalam perjuangan melawan Belanda dengan modal akses pelayarannya.
AK Gani mengajak Tjong Djoe berjuang berdasarkan pengalaman perdagangannya. Tjong Djoe menilai perjuangan membela Indonesia bukan hanya urusan orang Indonesia.
Dalam buku sejarah dan peranan SUBKOSS dalam perjuangan rakyat Sumbagsel diketahui, Tjong Djoe menemukan pemahanan yang sama antara pejuang asal Sumbagsel, seperti M Isa, Abdul Rozak, Bambang Utoyo, dan AK Gani.
Tjong Djoe melakukan barter barang pada pasukan Inggris di Singapura. Dari Palembang, Tjong Djoe membawa hasil bumi, seperti halnya kopi yang ditukar dengan pakaian, obat-obatan, senjata, dan kebutuhan perang lainnya.
Bantuan ini disalurkan ke AK Gani. Karena itu lah AK Gani juga kerap dikenal sebagai tokoh penyelundup atau The Great Smunggler.
Selain itu, Tjong Djoe membantu perjuangan di bidang logistik dan informasi melalui gerakan bawah tanah alias penyelundupan.
Bantuan yang diselundupkan ini berperan besar dalam perjuangan TNI dan Indonesia kala itu.
Penasehat Paguyuban Marga Tionghoa atau PSMTI, Ramli Sutanegara mengungkapkan kiprah Tjong Djoe atas perjuangan di Sumatera Selatan.
"Beliau dikenal pengusaha yang dermawan dan juga mencintai Sumatera Selatan. Pejuang Kemerdekaan juga," ujarnya belum lama ini.
Sayangnya baik Then A Suy dan Tjong Djoe belum masuk daftar pahlawan dari Sumatera Selatan.
Tag
Berita Terkait
-
Abubakar Lambogo Guru Pejuang dari Enrekang, Kepalanya Dipenggal Belanda
-
Mengenang Perlawanan Warga Desa Rejoagung Lampung Timur terhadap Belanda
-
Warga Diminta Sembahyang Kubur di Rumah, Ritual Bakar Wangkang Dipantau via Sosmed
-
Gaduh Donasi Rp 2 Triliun Akidi Tio, Terburu-buru atau Tertipu?
-
Akidi Effect Berlanjut, Kini Donasi Masyarakat Tionghoa sampai Rp 4 Miliar
Terpopuler
Pilihan
-
AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
Terkini
-
4 Model Dispenser Philips Terbaik Dan Hemat Daya
-
Viral Kunjungan Komisaris Pusri di Padang, Rombongan Arteria Dahlan Foto di Tikungan Ekstrem
-
CFD Palembang Diprotes Warga, Jalur Terlalu Panjang Bikin Aktivitas Terganggu
-
Dorong Layanan Digital Andal, BRI Raih Sertifikasi Internasional ISO/IEC 25000
-
Rahasia Suara Gitar Batanghari Sembilan yang Bikin Merinding, Ternyata Ada di Jenis Kayunya