SuaraSumsel.id - Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) Ali Mochtar Ngabalin tengah ramai diperbincangkan. Setalah menyerang Rocky Gerung secara pribadi, kini ia mengomentari petisi agar Ketua KPK Firli Bahuri dipecat.
Di akun Twitternya ia menulis jika yang hebat hendaknya berbakti kepada bangsa di tempat lain, yakni bukan di Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK.
Tulisan satire ini tampaknya penegasan atas munculnya petisi agar Presiden Jokowi atau Joko Widodo memecat Ketua KPK, Firli Bahuri.
Dalam cuitannya ia mengunggah soal petisi yang meminta agar Presiden Joko Widodo memecat Firli Bahuri sebagai tersangka. Ia menulis jika Presiden Jokowi sekarang tengah sibuk mengurus COVID 19 varian baru.
Menurut ia, KPK sebagai institusi negara yang independen, maka semua pihak harus menghormati keputusan yang telah diambil.
Jangan sampai keputusan yang telah diambil, menganggu kinerja KPK.
Ngabalin pun satire menegaskan, jika yang hebat dan punya pengalaman lalu serta berilmu, maka pengabdi kepada bangsa dan negara di tempat lain.
Makna tempat lain, mungkin diartikan sebagai bukan di lembaga negara seperti KPK.
"JOKOWI sdg full konsentrasi pd penanganan covid 19 dgn varian baru. KPK institusi negara yg independen semua pihak hrs memghormati keputusan yg tlh diambil, jgn ada yg mengganggu kinerja KPK. Yg hebat&punya pengalaman serta berilmu memgabdilah pd Bangsa dan Negara di tempat lain," tulis cuitannya tersebut.
Meski baru ditulis, cuitan ngabalin ini ada netizen yang membalas dengan menulis ada beberapa pihak yang legi gentol membuat stabilitas terguncang. Mereka ini tidak sabar menunggu 2024.
Baca Juga: PPATK Ungkap Deretan Kejanggalan Kasus Sumbangan Akidi Tio, Kapolda Sumsel Bikin Curiga
"Memang ada beberapa pihak yg lagi getol membuat stabilitas kamtibmas kita terguncang, mereka tdk sabar menunggu tahun 2024," tulis netizen tersebut.
Sedangkan petisi memecat Ketua KPK, Firli Bahuri muncul sejak Sabtu (7/8/2021), kemarin.
Lembaga kajian demokrasi Public Virtue Research Institute (PVRI) menggalang petisi yang berisi desakan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) agar memecat Firli Bahuri sebagai Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Petisi tersebut sebagai merespon keputusan KPK yang menolak menjalankan tindakan korektif Ombudsman RI atas Laporan Akhir Hasil Pemeriksaan (LAHP) malaadministrasi pada pelaksanaan alih status pegawai KPK.
Melansir terkini.id-jaringan Suara.com, inisiator petisi sekaligus juru bicara PVRI Yansen Dinata mengatakan keberatan melaksanakan tindakan korektif memperlihatkan sikap anti koreksi pimpinan KPK.
“Kami mengajak warga negara, siapa saja, dan di mana saja untuk menyuarakan masalah ini. Caranya adalah menandatangani dan sebarkan petisi kami agar tuntutan ini bisa sampai ke telinga Presiden (Jokowi),” terang Yansen saat dikonfirmasi wartawan, Sabtu 7 Agustus 2021.
Tag
Berita Terkait
-
LaporCovid-19 dan 57 Pegawai KPK Tak Lolos TWK Dianugerahi Tasrif Award 2021
-
57 Pegawai KPK Tak Lolos TWK Raih Tasrif Award 2021
-
Presiden Jokowi Didesak Pecat Firli Bahuri, Sorot Maladministrasi Alih Status Pegawai KPK
-
Muncul Petisi agar Presiden Jokowi Pecat Firli sebagai Ketua KPK
-
Mantan Koruptor Jadi Komisaris BUMN, Ini Permintaan KPK
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 HP Murah Baterai 7000 mAh, Tahan hingga 2 Hari dengan Performa Kencang
- Rumah Lansia 82 Tahun Dieksekusi PN Jakbar Meski Masih Sengketa
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
Lewat Program 1000 HPK, BRI Peduli Perkuat Layanan Posyandu di Sleman
-
100 Petani Sidomulyo Muba Serahkan Diri, Bela 4 Warga yang Dituduh Mencuri di Kebun Sendiri
-
Mengapa Rating Google RS Pusri Diserbu? Dampak Kasus Dokter Viral Hina Pasien BPJS
-
Jelang Muktamar PBNU, NU Sumsel Titip Pesan kepada Gus Rozin: Perkuat Ranting dan Pesantren
-
Bank Sumsel Babel Raih Apresiasi Hari Anak Nasional, Tegaskan Komitmen Bangun Generasi Emas