SuaraSumsel.id - Penggiat media sosial, Ade Armando menilai Jusuf Kalla atau JK salah membandingkan sumbangan Rp 2 triliun Akidi Tio dengan hoaks emas kerajaan Padjajaran.
Perbandingan dua hal ini dinilai bukan apple to apple atau sebanding.
Merespons soal heboh donasi Akidi Tio, JK menilai apa yang dilakukan itu sudah jelas hoaks. Mantan Wakil Presiden mensangsi jika ada pengusaha yang bersedia mendonasikan Rp 2 triliun.
Dilansir dari hop.id- jaringan Suara.com, Ade Armando mengulas soal dugaan prank Rp 2 triliun sumbangan Akidi Tio.
Dalam ulasannya, Ade menyinggung pernyataan JK yang merasa sumbangan itu tidak tersedia alias hoaks.
"JK dalam keterangannya di tvOne bercerita dulu saat menjabat sebagai Menko Kesra pun pernah mengalami hal serupa, yakni Menteri Agama Said Aqil Al Munawar menggali situs Prasasti Batutulis yang diyakini ada emas batangan Kerajaan Padjajaran. Ternyata benar harta harun itu hoaks," ujarnya.
JK cendrung menyalahkan Kapolda Sumatera Selatan, Irjen Pol Eko Indra Heri yang seharusnya bisa mengcroscek tawaran bantuan Rp 2 triliun tersebut.
Karena, donasi tersebut tidak masuk akal.
“JK dalam hal ini saya rasa salah membandingkan sisa peninggalan Kerajaan Padjajaran di bawah Prasasti Batutulis dengan nilai yang bisa membayar seluruh hutang luar negeri, dibandingkan dengan uang 2 T yang ditawarkan Heryanti. Sama sekali tidak layak, tidak apple to apple,” kata Ade dalam kontennya di Youtube Cokro TV, Jumat 6 Agustus 2021.
Baca Juga: Masyarakat Tionghoa Salurkan Bantuan COVID 19 Rp 2 Miliar, Kapolda Sumsel: Akidi Effect
Ade Armando menangkis pernyataan JK yang menganggap mana ada orang ingin nyumbang Rp 2 triliun. Ade membantah logika JK itu dengan menunjukkan fakta harta orang kaya Indonesia itu, ada yang memiliki harta dan donasi hingga triliunan.
“Jadi (orang kaya Indonesia) sumbang 2 triliun walau nampak sangat besar itu mungkin dilakukan oleh seorang dermawan. Jadi mungkin sekali Akidi Tio itu pernah taruh bank di Singapura sehingga capai triliunan dan berwasiat sebagian harta untuk kepentingan rakyat banyak,” kata Ade membantah logika JK.
Dengan penjelasan itu, Ade berpandangan Kapolda Sumsel menerima tawaran donasi Heryanti karena ada sesuatu yang sangat masuk akal.
"Toh juga nggak ada kerugian yang diderita rakyat dan negara kalau pun uang 2 triliunan itu bener-bener zonk akhirnya. Kalau duitnya ada, wah sangat banyak manfaatnya untuk masyarakat," sambung Ade.
“Kalau uang itu tidak ada, Heryanti nggak perlu di penjara. Kita semua kan cuma jadi korban PHP, tak ada sesuatu yang kriminal dengan itu,” kata Ade.
“Saya kira tak perlu diperpanjang, dihentikan saja, ini sudah menipu seluruh bangsa. Sebab tak ada logikanya. Kalau sumbang Rp 2 T berarti hartanya bisa Rp10 T, kalau tidak, tidak mungkin seluruh hartanya disumbangkan,” katanya di awal wawancara, dikutip dari Catatan Demokrasi, Rabu 4 Agustus 2021.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Apa yang Terjadi Jika Gunung Anak Krakatau Meletus?
- 3 Pimpinan BGN Dilaporkan ke Ombudsman, Diduga Rangkap Jabatan di BUMN
- Kacamata Cat Eye Cocok untuk Bentuk Wajah Apa? Ini 3 Pilihan dengan Harga Ramah di Kantong
- 5 Sepatu Lari Reebok yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 8 Pilihan Parfum di Alfamart yang Semakin Berkeringat Semakin Wangi
Pilihan
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
-
Mengapa Kursi Komisaris Layak Untuk Sang Loyalis?
-
Cristiano Ronaldo Umumkan Perpisahan! Piala Dunia 2026 Jadi Panggung Terakhir
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
Terkini
-
Bau Rokok Membandel di Mobil Bekas? Coba 5 Cara Menghilangkannya dengan Bahan Alami
-
Nilai Transaksi Kripto Nyaris Rp122 Triliun dalam 5 Bulan, Anak Muda Jadi Penggerak Utama
-
PTBA Angkut 1,56 Ton Sampah dari Sungai Enim, Tebar Ribuan Benih Ikan Pulihkan Ekosistem
-
Perwali Tolak LGBT Diusulkan di Palembang, Akankah Pemkot Mengabulkannya?
-
Mayat Perempuan Mengapung di Sungai Musi Bikin Heboh, Ini Ciri-ciri Korban yang Dicari Polisi