Saat mendengar nominal Rp 2 Triliun, Prof Hardi sempat kaget dan terdiam. Ia mengaku sempat tidak percaya atau malah salah menaksirkan ucapan.
Namun beberapa detik kemudian, Prof Hardi langsung kembali mengiyakan.
Malah, diakui Prof Hardi, donasi Rp 2 triliun tersebut hanya ingin disampaikan oleh pihak keluarga di sebuah kamar hotel di Palembang.
"Malah dia bilang, nanti kami hantarkan uangnya, di kamar hotel saja, Prof," ujar Prof Hardi meniru ucapan anak perempuan Akidi Tio.
Namun keinginan kali ini ditolak Prof Hardi.
Menurut ia, dengan nilai donasi Rp 2 triliun tersebut, harus dikelola dengan transparan dan harus diketahui pihak yang berwenang dalam upaya penanganan COVID di Sumatera Selatan.
"Tidak bisa, saya jawab demikian. Nilai Rp 2 triliun tidak sedikit, harus transparan," ujar Prof Hardi.
Barulah, keluarga Akidi Tio mengungkapkan lagi, jika ingin menyerahkan donasi tersebut pada Prof Eko Indra Heri yang kini menjabat Kapolda Sumatera Selatan.
Kapolda ini diceritakan sudah lama kenal dengan keluarga Akidi Tio, termasuk juga orang tuanya.
Baca Juga: Berdonasi Rp 2 T untuk Sumsel, Akidi Tio Memulai Bisnis dari Usaha Kecap
"Karena itu, baru dilakukan komunikasi tiga pihak, dengan menginfomasikan donasi Rp 2 triliun itu kepada pemanggu jabatan, Gubernur Herman Deru, tokoh masyarakat, unsur TNI/Polri dan tokoh dari lima agama," ungkap Prof Hardi.
Dari inisiatif tersebut, baru pada 26 Juli lalu dilakukan proses penyerahan secara simbolis kepada Kapolda Sumatera Selatan, Prof Eko Indra Heri yang dihadiri Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru.
"Iya dihadiri oleh anak perempuan Akidi Tio, dan diterima Kapolda. Sumbangan itu diberikan secara pribadi kepada Prof Eko namun untuk diberikan kepada masyarakat. Prof Eko sebagai perantara yang diamanahkan dan diamanatkan," sambung Prof Hardi.
Prof Hardi pun memastikan jika donasi tersebut sudah diberikan kepada Kapolda Sumatera Selatan, Prof Eko Indra Heri.
Tag
Berita Terkait
-
Berdonasi Rp 2 T untuk Sumsel, Akidi Tio Memulai Bisnis dari Usaha Kecap
-
Donasi Rp 2 T Akidi Tio, Hikmah Tradisi Tionghoa Hormati Orang Tua dan Leluhur
-
Donasi Rp 2 Triliun Ialah Janji Akidi Tio pada Thong Ju, Tionghoa Kaya Era Soekarno
-
Ketua MPR Bambang Soesatyo Bongkar Sosok Akidi Tio, Penyumbang Rp 2 Triliun
-
Fakta Baru Akidi Tio, Keponakan Mantan Menteri Perdagangan Singapura
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
- 5 Sepatu Lari di Bawah Rp500 Ribu di Sports Station, Performa Nyaman Sesuai Review
Pilihan
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
Terkini
-
Sebelum Tragedi Bali, Deretan Kasus Main Hakim Sendiri di Sumsel Sudah Berulang Kali Terjadi
-
Sungai Musi dan Jejak Batu Bara: Ketika Jalur Logistik Bertemu Krisis Ekologi
-
Bank Sumsel Babel Perkuat Pembiayaan UMKM, Dukung Target 100.000 Sultan Muda Sumsel
-
Pendaki Gunung Dempo yang Bikin Geger karena Senapan Angin Berhasil Dievakuasi
-
Kronologi CR-V Terguling di Depan Kejari Palembang, Tabrak Dua Mobil Parkir Usai Hindari Motor