SuaraSumsel.id - Dosen Komunikasi Universitas Indonesia, Ade Armando buka suara mengenai apakah kebijakan pembatasan atau PPKM darurat perlu diperpanjang.
Meski kerap mendukung kebijakan Presien Jokowi, Ade mengungkap jika ia akan berada di barisan orang yang menolak PPKM darurat diperpanjang. Menurut ia, PPKM mesti dihentikan. Ia merasakan PPKM tidak perlu diperpanjang lagi.
"Meski saat saya membuat video ini PPKM belum diputuskan untuk diperpanjang atau tidak, namun menurut saya PPKM darurat tidak bisa diperpanjang," katanya dalam akun YouTube Cokro TV, Selasa (20/7/2021).
Ia mengungkapkan masyarakat yang bisa WFH, ialah mereka yang berada di kelas ekonomi menengah ke atas. Ade mencontohkan dirinya sebagai aparatur sipil negara (ASN).
"Bagi jutaan kaum menengah ke atas, WFH bukan masalah. Saya misalnya, WFH malah bisa menguntungkan, tanpa harus ke kampus, sehingga tidak mengeluarkan biaya operasional. Saya, orang yang beruntung," kata Ade.
Kaum yang seperti ini, ialah orang yang tidak akan terganggu kenyamanannya.
Namun Ade mempertanyakan, lalu bagaimana jika masyarakat kelas menengah ke bawah. Menurut ia, PPKM ialah kejahatan bagi pekerja informal.
"PPKM kejahatan menghancurkan hidup pekerja. Mereka yang baru bisa memperoleh uang jika berada di luar rumah. Mayoritas masyarakat miskin, ialah mereka yang bekerja di sektor ini. Bagaimana jika mereka tidak keluar rumah,"ungkap Ade.
Indonesia memang tidak bisa disandingkan dengan Singapura. Di mana, Pemerintahnya bisa menanggung pegawai, sekaligus pegawai swasta dan pekerja informal.
Baca Juga: Karyawan Hotel dan Restoran di Sumsel Banyak Belum Divaksin COVID-19, Ini Langkah PHRI
"Hal (penanggung biaya hidup) tersebut, tidak bisa. Mana sanggup menanggung gaji swasta dan informal. Pemerintah tidak akan sanggup," ujar ia.
Jika PPKM terus dilaksanakan, perusahaan juga lama-lama merugi. Pemilik modal meski memiliki tabungan juga berhitung dengan bisnisnya.
Jalan yang dominan ditempuh ialah memutuskan hubungan kerja pekerja alias PHK.
"PPKM Ini sudah setahun lalu, itu kenapa sejak awal menolak lockdown. Mengutip Presiden Jokowi, kita harus belajar hidup bersama corona yang ada di sekitar kita. Kita harus beradaptasi," sambung ia.
Permasalahannya saat ini, kata Ade, Indonesia tidak kaya. Pemerintah tidak akan sanggup menanggung biaya hidup, gaji pekerja swasta, sampai informal.
"Masalahnya Indonesia tidak kaya, terlalu mewah untuk memaksakan PPKM," ujar ia.
Tag
Berita Terkait
-
Menohok! dr Tirta Stop Ocehan Ade Armando Soal Kematian Pasien Covid-19
-
Bandingkan Angka Kematian Covid-19 RI dan Inggris, Ade Armando Dikeroyok Warganet
-
Ade Armando Dikecam Publik, Kawal Covid-19: Pengin Sih Edukasi Baca Data, Tapi...
-
Ade Armando Singgung SJW dan Kadrun, Tim Kawal COVID-19: Manusia Mubazir
-
Trending Topic, Netizen: Nikmatilah Pak Jokowi Efek Cuitan Ade Armando
Terpopuler
- Survei: 55 Persen Pemilih Prabowo Tidak Akan Memilihnya Kembali pada Pilpres 2029
- Selundupkan 1.689 Burung Liar ke Jakarta, Bus Sinar Jaya Dicegat di Pelabuhan Bakauheni
- KPU Bisa Tindaklanjuti Putusan MK dengan Menyatakan Syarat Pendidikan Gibran di Pilpres 2024 Tak Sah
- Rekonsiliasi Politik, Anies Baswedan Jadi Menteri Prabowo?
- Pelembap Viva Hijau vs Kuning, Apa Bedanya? Ini Manfaat Keduanya untuk Wajah
Pilihan
-
Inilah 5 Menteri yang Kinerjanya Paling Buruk Menurut Survei CELIOS
-
Polri Gerebek Sarang Narkoba Kampung Boncos dan Ambon! Operasi Masih Berlangsung
-
Prabowo Mau Ganti Panglima TNI dan Jaksa Agung Pekan Ini, Tapi...
-
Polisi Dalami Dugaan Pemalsuan Suket Pendidikan Gibran
-
PDI Perjuangan: Gibran Lebih Baik Mundur dari Wapres
Terkini
-
Niat Menolong Rekan, Dua Penggali Sumur di Muara Enim Tewas Diduga Terpapar Gas Beracun
-
Dugaan Perundungan di Asrama Telkom University Viral, 2 Mahasiswa Dijatuhi Sanksi
-
Sumsel United Hajar Persiku 5-1, M Nasuha Justru Soroti Kekurangan Tim
-
Kebakaran di Bangka Selatan, 600 Rumah Terdampak dan 2.400 Warga Jadi Korban
-
BRI Catat Nilai Merek USD6,9 Miliar, Perkuat Posisi di Industri Perbankan Nasional