SuaraSumsel.id - Kota Palembang, Sumatera Selatan resmi menerapkan pengetatan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM Mikro. Pengetatan PPKM Mikro akan berlangsung pada Jumat, 9 Juli 2021 nanti.
Wali Kota Palembang, Harnojoyo mengungkapkan pihaknya bekerja sama dengan istansi TNI/Polri akan melakukan sosialisasi sebelum pengetatan PPKM Mikro dilaksanakan.
PPKM Mikro diketatkan dengan berbagai konsekuensi, di antaranya kafe dan restoran di Palembang akan lebih cepat waktu operasionalnya.
Pemerintah kota Palembang hanya akan memberikan izin operasional sampai dengan pukul 17.00 WIB.
"Untuk mal, kafe dan restoran termasuk pusat keramaian lainnya, akan tutup lebih cepat," ujar Wali Kota Palembang, Harnojoyo, Rabu (7/7/2021).
Beberapa ketentuan pengetatan PPKM Mikro di antaranya, Work From Home (WFH) dengan kapasitas 75 persen sedangkan Work From Office sebanyak 25 persen.
Tempat kegiatan makan/minum di tempat umum di seluruh level asesmen, hanya diperbolehkan dengan kapasitas 25 persen. Itu pun hanya akan berlaku sampai dengan pukul 17.00.
Sedangkan layanan pesan antar hingga pukul 20.00.
Begitu juga dengan pusat perbelanjaan/mall yang hanya diizinkan beroperasi hingga pukul 17.00 dengan kapasitas 25 persen.
Baca Juga: Sumsel Kenalkan "Market Place Sibejajo", Pasar Kebutuhan Petani
Sedangkan tempat ibadah level empat ditutup sementara dan level lainnya menyesuaikan dengan peraturan Kementerian Agama.
Kegiatan di area publik, kegiatan seni budaya, sosial, kemasyarakatan dan rapat, seminar, pertemuan luring, ditutup sementara diperbolehkan dengan kapasitas 25 persen.
Lebih lanjut Menko Airlangga menyampaikan terkait pelaksanaan shalat Idul Adha di level 4 dilaksanakan di tempat masing-masing dan untuk level lainnya mengikuti Surat Edaran masing-masing daerah.
Berita Terkait
-
Tabung Oksigen Mulai Terbatas di Palembang, Harga Oksigen Mulai Naik
-
Lepas Pakaian di Jalan Raya, Wanita di Palembang Dititipkan ke Dinsos
-
Belajar Tatap Muka Dibatalkan, Orang Tua di Palembang Beri Dukungan
-
Gelapkan Uang Perusahaan Rp2,3 Miliar, Ibu di Palembang Dituntut 4 Tahun Penjara
-
192.667 Anak di Palembang Ditargetkan Divaksin COVID 19
Terpopuler
- Sejumlah Jenderal Polri Dikabarkan Diamankan, Satu 'Bintang Empat' Sudah Dilepas
- Panitia Batalkan Undang Raffi Ahmad di GSI Youth Fest Hero Summit
- Sejumlah Jenderal Diperiksa Propam, Ini Respons Mabes
- Jenderal Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan Tersangka Penyadapan Presiden Prabowo
- Margarito Kamis Jelaskan Isi Putusan MA, RI Tak Lagi Punya Wakil Presiden yang Sah?
Pilihan
-
Helikopter Penerbad Mi-17 Jatuh Saat Padamkan Karhutla di Pematang Limau, Dua Personel Hilang
-
Hanya Sebulan di Istana, Presiden Prabowo Pecat Listyo Sigit Prabowo
-
Tersandung Skandal Penyadapan, Prabowo Pecat Listyo Sigit dari KSP dan Tunjuk Letjen Ariyo Jadi Plt
-
Nusron Wahid Diperiksa KPK Terkait Suap HGB
-
Konser Andrea Bocelli di JIExpo Ricuh: Massa Bakar Pembatas Jalan, Wartawan Terhantam Batu
Terkini
-
20.980 Prajurit TNI Disiapkan ke Jakarta, TNI AD Ungkap Alasan Pengerahan Pasukan
-
UIN Raden Fatah Gandeng Alunjiva dan Kedutaan Inggris Gelar Workshop AI for Journalism
-
Kebakaran Pabrik OKI Pulp & Paper Berlangsung 4 Jam, Ratusan Karyawan Berhamburan, Ini Faktanya
-
Penyadapan Presiden hingga Media Seret Listyo Sigit, Yusril Sebut Posisi Kepala KSP Bisa Diisi Plt
-
Di Balik Perjuangan Penanganan Karhutla, Pertamina RU Plaju Dukung Kesehatan Petugas