Scroll untuk membaca artikel
Tasmalinda
Selasa, 08 Juni 2021 | 07:52 WIB
Tikar hasil purun Sumatera Selatan [Fitria/Suara.com] Purun Makin Bernilai, Sempat Dihargai Rp 5.000 Kini Purun Hadir di Fashion Show

Menurut Syarifuddin, jika hanya mengandalkan tikar purun penghasilan yang bisa diperoleh berkisar Rp 300.000 hingga Rp 500.000. Tapi dengan produk inovasi omset bisa berlipat-lipat,
“Jika ada pesanan pengrajin biasanya membuat 100 tas dengan harga Rp60.000 pertas," sambung ia.

Daya jual anyaman Purun dengan kreasi baru kini lebih digemari daripada tikar saja.

Purun bahan dasar tekstil [Fitria/Suara.com]

Terlebih sejak tahun 2020, PT. Eco Fashion Indonesia melaksanakan program inkubator Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM) yang didanai oleh Pemerintah Norwegia dan dikelola oleh United Nation Office for Project Services (UNOPS).

CEO Eco Fashion Indonesia, Merdi Sihombing menyatakan program tersebut mendorong inovasi dan pasar purun dari desa Pulau Geronggang tidak hanya warga lokal saja bahkan luar Sumsel hingga mancanegara.

Baca Juga: Wajib Ingat, Ini Jadwal PPDB SMA di Sumsel Tahun 2021

"Targetnya jangan hanya market place atau aplikasi jual beli online saja tapi harus mempunyai outlet sendiri,"ungkapnya.

Ia memilih kawasan Desa Geronggang karena masih memiliki ladang purun yang masih banyak dan luas, sehingga jika industri berjalan tidak akan terjadi kekhawatiran akan bahan baku.

Setelah peletakan batu pertama pembangunan rumah Purun dihari yang sama (7/6/2021), Merdi menyebutkan akan ada pergelaran busana (fashion show) menampilkan aneka kreasi purun pada bulan Agustus mendatang.
 
 
Kontributor: Fitria 
 

Load More