SuaraSumsel.id - Dua mantan kepala cabang atau kacab Bank BUMN, yakni AHP dan ATM ditahan Kejaksaan Tinggi Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Rabu (19/5/2021).
Penahanan AHP yang merupakan mantan Kepala Cabang atau Kacab BRI Pangkalpinang dan ATM selaku Kacab pembantu BRI Depati Hamzah setelah menjalani pemeriksaan sejak pukul 09.30 WIB sampai dengan pukul 17.30 WIB.
Kedua mantan Kacab BRI ini diduga terlibat kasus korupsi penyaluran kredit terhadap 47 debitur di bank BRI Depati Amir dan kantor cabang Pangkalpinang dari tahun 2017 -2019 dengan nilai kerugian mencapai Rp 43,4 miliar.
Kepala Seksi Penerangan Hukum (Penkum) Kejati Babel, Basuki Rahardjo mengatakan tersangka APH ditahan berdasarkan surat penahanan nomor PRINT-114/L.9/Fd.1/05/2021 tanggal 19 Mei 2021.
Peran tersangka APH selaku pemberi kewenangan dalam menyalurkan kredit terhadap 12 debitur kantor cabang Pangkalpinang dan 3 debitur kantor cabang pembantu Depati Amir yang bekerjasama dengan AO berinisial RA, AO H dan CI E untuk mengajukan kridit.
Atas perbuatan APH, diduga kerugian diperkirakan Rp24 miliar.
Tersangka ATM selaku kepala cabang pembantu pada BRI Depati Amir Pangkalpinang dilakukan penahanan sesuai surat perintah penahanan Nomor PRINT -113/L.9/Fd.1/05/2021 tanggal 19 Mei 2021.
Peran tersangka ATN sebagai pemberi kewenangan terhadap 32 debitur juga selaku Account Officer (AO) terhadap 4 debitur yang bekerjasama dengan para AO D dan AO PAH untuk memproses pengajuan kridit KMK terhadap 35 debitur.
Kerugian negara pada Bank BRI diperkirakan sebesar Rp19,4 miliar. Kedua tersangka dilakukan penahanan di rumah tahanan Polda Babel.
Baca Juga: Kuota Penerimaan CPNS dan PPPK 2021 Sumsel 29.937, Berikut Cara Daftarnya
Para tersangka disangkakan pasal 2 ayat (1) Jo Pasal 18 undang - undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi sebagaimana telah diubah dengan undang - undang RI Nomor 20 Tahun 2021, tentang perubahan atas UU RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KHUP Jo Pasal 65 ayat (1) KUHP.
Subsider : Pasal 3 Jo Pasal 18 UU RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas UU RI Nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) KUHP Jo Pasal 65 ayat (1) KUHP.
"Kedua tersangka kita titipkan di rumah tahanan Polda Babel. Untuk total tersangka yang ditahan dalam kasus ini berjumlah 8 orang," terang Basuki.
Kontributor : Wahyu Kurniawan
Berita Terkait
-
BRI Apresiasi Dedikasi TNI AD dalam Penanganan Covid-19
-
BRI Ventures dan Potensi Besar Startup Indonesia
-
BRI dan SRCIS Dukung Layanan Perbankan Digital Toko Kelontong Masa Kini
-
Forbes: BRI Dinobatkan sebagai Perusahaan Paling Bernilai di Indonesia
-
Lindungi Diri Sejak Dini dengan Asuransi Jiwa dari BRI Life
Terpopuler
- Sosok Arnold Aristoteles, Mantan Jenderal yang Dimarahi Menteri PU Dody Hanggodo
- Apakah Kulkas Harus Dimatikan saat Membersihkan Bunga Es? Begini Cara yang Benar
- Urutan Pemakaian Air Mawar, Moisturizer, dan Sunscreen di Pagi Hari yang Tepat
- 15 Kode Redeem FF Terbaru 27 September 2026, Lengkap Trik Jitu Dapatkan Bundle Sasuke
- 9 Bedak Padat dan Tabur Terbaik di Indomaret di Bawah 50 Ribu
Pilihan
-
Masinis Argo Bromo Anggrek Jadi Tersangka Kecelakaan Kereta di Bekasi
-
Hasil Rapat Haji di Istana, Masa Tunggu Jadi 14 Tahun
-
Hasil Investigasi di Lapas Cibinong: Kulkas Berisi Miras hingga Perabotan Mewah Milik Kasi Kamtib
-
Bayi Dua Hari Ditinggalkan dalam Kardus, Tangisnya Bongkar Misteri di Depan Rumah Warga
-
Tanpa Pengacara, WNI Didakwa Edarkan 25 Kg Heroin: Terancam Hukuman Mati di Malaysia
Terkini
-
16 Korporasi Disidik Kasus Karhutla Sumsel, Mengapa Identitasnya Belum Dibuka ke Publik?
-
Bank Sumsel Babel Perkuat Kepedulian Kesehatan Lewat CSR Operasi Mata
-
Karhutla TNBS Jambi Tinggal 2 Kilometer dari Habitat Harimau, Api Belum Berhasil Dipadamkan
-
Petani PALI Tewas Ditembak di Kebun, Cekcok Pelepah Sawit Berujung Maut
-
Sidang Korupsi Chromebook Muara Enim: Saksi Ungkap Skema Fee, 5 Persen untuk Bupati Edison