Scroll untuk membaca artikel
Tasmalinda
Selasa, 04 Mei 2021 | 13:50 WIB
Ilustrasi: getah karet. [Antara/Risky Cahyadi] Jaga Harga Stabil, Perdagangan Karet Sumsel Terapkan Penjualan Kemitraan

Hal ini sudah terjadi di UPPB Sidomakmur Desa Sidomulyo Kecamatan Tungkal Ilir Kabupaten Banyuasin, dimana biasanya sekali lelang mingguan ada 150 ton saat ini tinggal hanya 20 ton yang lainnya menjual langsung kepada pedagang pengumpul dengan harga sama dengan harga di lelang.

Upaya yang saat ini telah dilakukan antara lain memfasilitasi Kelompok atau UPPB ke Perbankan untuk mendapatkan pinjaman dana KUR agar dapat menalangi petani tradisional dalam mengatasi kebutuhan mendesak petani karet.

"Ke depan kita akan mengeluarkan jurus baru memitrakan UPPB dengan perusahaan karet sebagaimana kemitraan antara petani plasma sawit dengan pabrik kelapa sawit (PKS) dengan acuan harga pembelian yang sudah ditetapkan oleh Tim Penetapan Harga Tandan Buah Segar (TBS) Provinsi Sumatera Selatan," ujar ia.

Untuk kemitraan antara UPPB dengan perusahaan karet (Crumb Rubber) kemitraan akan diatur sesuai zona dan harga akan mengacu kepada harga yang diolah oleh Dinas Perdagangan dan Gapkindo Provinsi Sumatera Selatan setiap hari kerja.

Baca Juga: Waduh! Harga Daging Sapi di Sumsel Sudah Rp 164.000/Kilogram

Untuk kadar karet kering yang akan menjadi acuan pembayaran disepakati antara kedua belah Pihak antara UPPB dan Perusahaan Crumb Rubber dengan Ring KKK yang disepakati dalam Surat Perjanjian Kerjasama Kemitraan.

Bedanya, jurus baru ini dengan kemitraan yang sudah ada seperti kemitraan antara petani karet di Kabupaten Musi Rawas dan Lubuk Linggau, yaitu kelompok Mitra biasanya mengantar langsung karetnya ke pabrik Crumb Rubber, untuk ongkos angkut dan susut ditanggung pihak petani.

Dalam kemitraan jurus baru ini, pabrik berkewajiban mengambil karet di lokasi petani dengan ongkos angkut dan susut ditanggung oleh pihak perusahaan dan dibayar sesuai KKK yang disepakati dalam perjanjian.

Dengan jurus baru kemitraan ini maka kedua belah pihak sama-sama diuntungkan, dimana perusahaan Crumb Rubber dapat kepastian pasokan bahan baku dan petani Karet dapat kepastian harga.

"Hal ini sudah kita sampaikan kepada Ketua Gapkindo Provinsi Sumatera Selatan dan beliau (Alex Kurniawan) akan memfasilitasi pertemuan selepas Idul Fitri antara Dinas Perkebunan Provinsi Sumatera Selatan dengan Anggota Gapkindo Provinsi Sumatera Selatan dan akan dihadiri oleh Ketua UPPB Provinsi Sumatera Selatan serta pihak pihak terkait," ujarnya seraya berharap dengan jurus baru kemitraan ini dapat memenuhi kebutuhan bahan baku pabrik dan mempercepat kesejahteraan petani karet Sumatera Selatan.

Baca Juga: Sempat Memperbolehkan, Kini Pemprov Sumsel Larang Mudik Lokal

Load More