SuaraSumsel.id - Harga karet di Sumatera Selatan yang masih fluktuatif, dirasa oleh pengusaha dan petani perkebunan karet setiap hari. Hal ini disebabkan harga acuan yang dipakai ialah harga FOB Singapore Comodity (SICOM) sehingga mengakibatkan petani dan pengusaha karet tidak berdaya dalam penentuan harga karet.
Kepala Bidang Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perkebunan atau P2HP Dinas Perkebunan Sumsel, Rudi Aprian mengungkapkan pada saat ini, harga lelang dan harga kemitraan di tahun 2021 di tingkat petani sudah cukup baik. Harga 1 kilogram karet sama dengan harga 1 kilogram beras.
"Harga Ini sudah sesuai dengan harapan petani karet di Sumatera Selatan," ujarnya Selasa (4/5/2021).
Namun sayangnya, yang menikmati harga lelang dna harga kemitraan baru 22 persen dari jumlah kepala keluarga atau sekitar 279 Unit Pengolahan dan Pemasaran Hasil (UPPB) petani karet di Sumatera Selatan.
Baca Juga: Waduh! Harga Daging Sapi di Sumsel Sudah Rp 164.000/Kilogram
Setara dengan produksi 11.751,25 ton per bulan dan sisannya masih sangat tergantung dari harga pedagang pengumpul.
Saat ini, Sumatera Selatan memiliki perkebunan karet seluas 1.311.442 Ha dengan produksi 1.164.042 ton karet kering dengan jumlah petani karet ada 590.502 Kepala Keluarga (KK)
Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan melalui Dinas Perkebunan Provinsi Sumatera Selatan selain mengenalkan sistem penjualan kemitraan, juga mengenalkan sistem lelang 4S yakni satu lokasi, satu mutu, satu harga dan satu hari lelang.
Di Kemitraan maupun di Lelang 4S saat ini ada perbedaan harga sekitar Rp.2.000- Rp 4.000 per kilogram, dibandingkan dengan harga di tingkat petani tradisional.
"Hambatan saat ini dalam upaya Dinas Lingkup Perkebunan untuk merangkul petani tradisional agar bergabung di Kemitraan maupun di UPPB terkendala dengan sudah adanya ketergantungan/keterikatan antara petani tradisional dengan pedagang pengumpul disebabkan kebutuhan rumah tangga yang mendesak," ujar ia..
Baca Juga: Sempat Memperbolehkan, Kini Pemprov Sumsel Larang Mudik Lokal
Hambatan berikutnya adalah adanya terdapat upaya pihak tertentu yang ingin mengurangi aktifitas lelang karet di UPPB dengan melakukan pembelian karet di luar lelang dengan harga sama dengan harga lelang
Berita Terkait
-
Kasus Bikin Konten Rendang Hilang, Polisi Periksa Pelapor Willie Salim
-
Gubernur Herman Deru Buka Rakor Forkopimda Se-Sumsel
-
Gercep Antisipasi Arus Mudik Lebaran, Herman Deru Cek Jalur Tol Alternatif Palembang-Betung
-
Jejak Pendidikan Umi Hartati: Sarjana Ekonomi hingga Ketua Komisi yang Ditahan KPK
-
Dijerat OTT KPK, Ini Daftar Kekayaan Miliaran Umi Hartati yang Jadi Sorotan
Terpopuler
- Dedi Mulyadi Syok, Bapak 11 Anak dengan Hidup Pas-pasan Tolak KB: Kan Nggak Mesti Begitu
- Baru Sekali Bela Timnas Indonesia, Dean James Dibidik Jawara Liga Champions
- JakOne Mobile Bank DKI Diserang Hacker? Ini Kata Stafsus Gubernur Jakarta
- Terungkap, Ini Alasan Ruben Onsu Rayakan Idul Fitri dengan "Keluarga" yang Tak Dikenal
- Review Pabrik Gula: Upgrade KKN di Desa Penari yang Melebihi Ekspektasi
Pilihan
-
Jadwal Timnas Indonesia U-17 vs Yaman, Link Live Streaming dan Prediksi Susunan Pemain
-
Minuman Berkemasan Plastik Berukuran Kurang dari 1 Liter Dilarang Diproduksi di Bali
-
Nova Arianto: Ada 'Resep Rahasia' STY Saat Timnas Indonesia U-17 Hajar Korea Selatan
-
Duh! Nova Arianto Punya Ketakutan Sebelum Susun Taktik Timnas Indonesia U-17 Hadapi Yaman
-
Bukan Inter Milan, Dua Klub Italia Ini Terdepan Dapatkan Jay Idzes
Terkini
-
Tangisan Pilu dI Rumah Kosong, Warga Syok Temukan Bayi Perempuan di Garasi
-
Ambulans RSUD Kosong Sopir dan BBM, Keluarga Nangis Histeris Urus Jenazah Sendiri
-
Guru Silat di Ogan Ilir Jadi Tersangka Pencabulan Santri, Diduga Lakukan Berkali-kali
-
WNA Rusia di Palembang Jadi Korban Curanmor, Drone dan GoPro Raib
-
Sayang Dibuang! Ini Cara Benar Simpan Kue Basah Palembang Pasca Lebaran