SuaraSumsel.id - Polisi menertibkan aktivitas tambang ilegal di perairan laut Teluk Kelebat Dalam, Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Senin (3/5/2021). Penertiban tambang laut Teluk Kelebat Dalam yang ilegal ini dilakukan pasca dua orang nelayan terluka akibat bentrok dengan penambang beberapa waktu lalu.
Kapolsek Belinyu Kompol Noval Nanusa Gegoh mengatakan penertiban tambang di wilayah perairan Teluk Kelebat Dalam merupakan instruksi langsung dari Kapolda Babel Irjen Pol Anang Syarif Hidayat.
"Ya betul bang baru kita lakukan penertiban. Kita langsung temui penambang - penambang yang masih membandel di pelabuhan Mantung, Berok, Teluk Punai, Batu Dinding dan Mengkubung," kata Noval saat dihubungi Suara.com, Senin (3/5/2021).
Di lokasi, kata dia, polisi masih menemukan sejumlah penambang yang melakukan aktivitas. Mereka langsung ditemui polisi satu persatu dan diminta segera angkat kaki dari lokasi.
"Ada dari mereka kita temukan beraktivitas langsung kita hentikan kegiatannya dan kita intruksikan nuntuk menarik kegiatannya,"katanya.
Dia juga memastikan sudah tidak ada aktivitas penambangan laut di daerah perairan Teluk Kelebat Dalam Kabupaten Bangka.
"Karena sudah jelas intruksi dari Bapak Kapolda wilayah Teluk Kelebat Dalam itu harus tidak ada aktivitas (tambang),"jelasnya.
Terpisah, Ketua Forum Nelayan Pecinta Teluk Kelebat Dalam, Naryono mengatakan intruksi Kapolda Babel membersihkan aktivitas tambang di perairan Teluk Kelebat Dalam merupakan keinginan para nelayan sejak lama.
Sebelum terjadi bentrok antara nelayan dan penambang, kata dia, masyarakat nelayan sudah sering melakukan aksi protes kepada Pemerintah Kabupaten Bangka maupun Pemerintah provinsi Babel.
Baca Juga: Nelayan dan Penambang di Bangka Bentrok, 2 Orang Terluka
"Saya ingin sampaikan, aksi kemarin itu murni dari nelayan Teluk Kelebat Dalam. Tidak ada iming - iming dari pihak - pihak yang berkepentingan dan tidak ada indikasi mendapatkan fee dari penambangan ilegal," jelas Nuryono.
Nuryono menambahkan, Forum Nelayan Pencinta Teluk Kelebat Dalam memastikan apabila Teluk Kelebat Dalam tidak bersih dari penambangan ilegal akan memicu kerusuhan yang lebih besar.
"Kami ingatkan aparat hukum jangan diam menanggapi masalah ini. Dua orang nelayan yang terkena lemparan kayu balok satu orang sudah mengalami kebutaan, hari ini akan dicek kayaknya buta sebelah itu, cuma kita belum dapat kabar karena baru di rontgen, mau dibedah kayaknya,"ungkap Nuryono.
"Perlu dicatat nelayan yang turun kemarin bukan nelayan yang diintervensi dari orang - orang yang punya kepentingan, itu murni dan mereka tidak pernah pingin mendapatkan fee dan tidak mau disakiti. Karena sesuai dengan RZWP3K Teluk Kelebat Dalam tidak daerah tambang," tegasnya.
Kontributor : Wahyu Kurniawan
Berita Terkait
-
Polda Sumut Sita 2 Ekskavator di Mandailing Natal, Upaya Angkut Alat Bukti Sempat Dihalangi Oknum
-
Transaksi Emas Ilegal Capai Rp25,8 Triliun dari Tambang Ilegal, Bareskrim Geledah 3 Toko di Jatim
-
Dianiaya karena Tolak Tambang Ilegal, Nenek Saudah Kini dalam Lindungan LPSK: Siapa Pelakunya?
-
Tangis Nenek Saudah Pecah di Senayan: Dihajar Karena Tolak Tambang, Kini Minta Keadilan
-
Darah Nenek Saudah Bikin DPR Murka, Mafia Tambang Ilegal Pasaman Terancam Dibabat Habis!
Terpopuler
- 43 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 7 Maret 2026: Klaim 10 Ribu Gems dan Kartu Legenda
- 6 HP Terbaik di Bawah Rp1,5 Juta, Performa Awet untuk Jangka Panjang
- 8 Rekomendasi Moisturizer Terbaik untuk Mencerahkan Wajah Jelang Lebaran
- Langkah Progresif NTT: Program Baru Berhasil Hentikan Perdagangan Daging Anjing di Kupang
- Siapa Istri Zendhy Kusuma? Ini Profil Evi Santi Rahayu yang Polisikan Owner Bibi Kelinci
Pilihan
-
Patuhi Perintah Trump, Australia Kasih Suaka ke 5 Pemain Timnas Putri Iran
-
Trump Umumkan Perang Lawan Iran 'Selesai' Usai Diskusi dengan Vladimir Putin
-
BREAKING NEWS: Mantan Pj Gubernur Sulsel Tersangka Korupsi Bibit Nanas
-
Trump Cetak Sejarah di AS: Presiden Pertama yang Berperang Tanpa Didukung Warganya
-
IHSG Keok 3,27 Persen Terimbas Konflik Iran-AS, Bos BEI: Kita Sudah Kuat!
Terkini
-
AJI Palembang Buka Posko Pengaduan THR, Jurnalis dan Pekerja Media Bisa Melapor
-
Kolaborasi Bank Sumsel Babel dan Kementerian Perumahan Dorong Rumah Layak Huni bagi Warga Sumsel
-
Panen Padi Kalium Humat Jadi Bukti Hilirisasi Batubara Menguatkan Ketahanan Pangan
-
Jadwal Imsak Palembang Selasa 10 Maret 2026, Catat Waktu Sahur agar Tak Terlewat
-
Janggal? Meja Biliar Wakil Pimpinan DPRD Sumsel Rp335 Juta, Ketua Hanya Rp151 Juta