SuaraSumsel.id - Kawasan Danau Sipin Kota Jambi menjadi salah satu lokasi wisata Pulau Kembang yang menyajikan keunikan bagi pengunjung, terutama akan menikmati berbuka puasa.
Sensasi berbuka puasa bisa dinikmati di atas getek sambil mengelilingi danau itu .
Baru sekitar 10 bulan lalu Pulau Kembang didirikan. Pulau Kembang hadir atas ide-ide kreatif Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Pulau Kembang.
Penggagas Pokdarwis, Jhon Herman mengatakan Pulau Kembang didirikan sebagai salah satu upaya mendukung pengelolaan Danau Sipin sebagai destinasi wisata di Kota Jambi.
Sebagai pulau buatan, Pulau Kembang dibangun di atas lahan seluas 200 meter persegi. "Di sini terdapat beberapa saung hingga spot-spot foto yang instagramablejuga dengan sajian makanan khas Jambi," katanya seperti dilansir dari ANTARA, Senin (26/4/2021).
Apalagi selama Ramadhan, Pulau Kembang memberikan layanan yang belum dimiliki tempat wisata lain di Jambi yakni berbuka puasa di atas perahu sambil berkeliling di Danau Sipin dengan menikmati makanan khas Jambi seperti tempoyak dan pindang atau sajian nasi liwet.
"Ini salah satu layanan yang sekarang kami tawarkan ke masyarakat Jambi, berbuka di atas ketek dengan sajian makanan pilihan yang beragam, mau 'ngeliwet' di atas daun pisang juga bisa," kata Jhon.
Mulai pukul 17.30 WIB perahu akan mulai berkeliling Danau Sipin, pengunjung bisa menikmati senja hari sambil melihat pemandangan Danau Sipin. Jhon menjelaskan, harga yang ditawarkan masih terjangkau hanya Rp55 ribu per orang.
Harga ini sudah termasuk makan di atas perahu dan layanan berkeliling dengan perahu khas di Danau Sipin itu. Pemesanan minimal 10 orang dari kapasitas satu ketek bisa menampung hingga 30 penumpang.
Baca Juga: Polda Sumsel Siapkan Empat Mobil Vaksinasi COVID 19 Datangi Lansia
"Jam setengah 6 sudah berkeliling Danau Sipin, makannya bisa dipesan seperti nasi liwet yang dibentangkan di atas daun pisang atau hidangan makanan seperti biasa. Seru sekali makan di atas ketek sambil keliling Danau Sipin apalagi saat senja pemandangan sangat indah," ujarnya.
Selain layanan berbuka puasa di atas ketek, Pulau Kembang juga menyediakan saung-saung hingga tempat karaoke. Cocok buat pengunjung yang ingin mengadakan acara seperti arisan, gathering dan lainnya. Saat ini pengelola Pulau Kembang sedang menggratiskan biaya masuk area ini, di sini juga tersedia wisata sepeda gantung dengan biaya hanya Rp 10 ribu.
Pulau Kembang saat ini bekerjasama dengan para pemilik ketek wisata di kawasan Danau Sipin, sehingga Pulau Kembang siap mengakomodir berapapun permintaan pengunjung untuk menikmati sajian makanan berbuka puasa sambil mengelilingi Danau Sipin. (ANTARA)
Berita Terkait
-
Antisipasi Pemudik, Polisi Mulai Sekat Perbatasan Riau-Jambi
-
20 Bal Pakaian Impor Bekas Ilegal Dimusnahkan dengan Cara Dibakar
-
8 Pelaku Penyerangan Mobil Dinas Bea Cukai Ditangkap di Jambi
-
Kasus Covid-19 Meningkat, Tujuh Daerah di Jambi Naik Jadi Zona Oranye
-
Peras dan Jajakan Wanita di Medsos, Polisi Gadungan Diciduk Saat di Hotel
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain
-
Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Profil Direktur PO ALS yang Jadi Tersangka Kasus Kecelakaan Bus Tewaskan 19 Orang
-
Duduk Perkara Kasus Haji Abdul Halim Ali, Mengapa Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar?