SuaraSumsel.id - Kepala Desa atau Kades Sukowarno Kabupaten Musi Rawas Suamtera Selatan, Askari divonis delapan tahun penjara oleh Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Palembang.
Mejelis hakim mevonis lebih tinggi dari tuntutan jaksa selama tujuh tahun pejara bagi kades yang tilap dana bantuan untuk main perempuan ini.
Vonis dibacakan Senin (26/4/2021) pagi dengan terdakwa Kades mengambil keputusan untuk pikir-pikir atas keputusan majelis hakim tersebut
Dilansir dari Sumselupdate.com - Jaringan Suara.com, selain divonis bersalah dengan hukuman delapan tahun penjara, Askari juga diminta menggantikan uang sebesar Rp 184 juta dana bantuan yang sudah ditilapnya.
"Apabila tidak dibayar dalam jangka satu bulan setelah inkra, maka akan diganti pidana selama 2 tahun 6 bulan kurungan, "kata Ketua Mejlis Hakim sahlan Effendi di persidangan yang dilaksanakan secara virtual tersebut.
Dikatakan majelis hakim, jika terdakwa terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi sesuai dengan Pasal 2 Ayat (1) Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 Tentang Perubahan UU Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 18 UU Nomor 20 Tahun 2001 Tentang Perubahan UU Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Tipikor.
Beberapa hal yang memberatkan yakni terdakwa tidak mendukung program Pemerintah karena bertugas sebagai aparatur desa, menggunakan uang bantuan bagi masyarakat yang membutuhkan akibat terdampak COVID 19 untuk main perempuan, main judi dan menggunakan uang tersebut membayar panjar mobil wanita simpanannya.n.
Mendengar putusan tersebut, kuasa hukum terdakwa Sufendi SH menyatakan pikir- pikir atas hukuman yang diberikan oleh majelis hakim.
Baca Juga: Jadwal Berbuka Puasa Kota Palembang, Senin 26 April 2021
Berita Terkait
-
Polda Sumsel Siapkan Empat Mobil Vaksinasi COVID 19 Datangi Lansia
-
Akhir April, Serapan Vaksin COVID 19 Sumsel Belum Capai 80 Persen
-
Dua Warga Sumsel Gugur Sebagai Awak Kapal Nanggala 402, Herman Deru Berduka
-
Dituntut Tujuh Tahun, Kades Ngaku Tilap Dana Bantuan Buat Main Perempuan
-
Kades Tilap Bantuan Covid 19 untuk Judi Togel Dituntut Tujuh Tahun
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
Sengketa Pengawalan Truk CPO Berujung Bentrok Bersenjata, Ada Apa di Muara Lakitan?
-
Mengapa Dodi Reza Dipanggil Kejati? Fakta Baru Kasus Sungai Lalan Mulai Terungkap
-
Pria di Musi Rawas Tewas Diracun Selingkuhan dengan Sianida, Ini Kronologinya
-
Kilang Plaju Cetak Operator Scaffolding Bersertifikat, Dorong Kesiapan Tenaga Kerja Lokal
-
Dari Sawit hingga Mess Dibakar, Ini Kronologi Kerusuhan PT BCP Group Wilmar