SuaraSumsel.id - Kawasan rumah susun yang berada di tengah kota Palembang, dinilai sudah rapuh dan berusia cukup lama. Hal ini yang mendorong Pemerintah Kota Palembang mengajukan agar Perusahaan Umum Perumahan Nasional (Perumnas) merevitalisasi kawasan tersebut.
"Setelah melakukan pengecekan rumah susun di kawasan Kelurahan 26 Ilir dan sekitarnya bersama Manager Proyek Perumnas Sumsel Wawan Irawan, perlu segera dilakukan perbaikan dan penataan kawasan rumah susun ini agar menjadi hunian yang layak dan memperindah wajah kota," kata Wakil Wali Kota Palembang Fitrianti Agustinda di Palembang, seperti dilansir dari ANTARA, Rabu (21/4/2021).
Menurut dia, kondisi rumah susun Palembang sekarang memprihatinkan, mulai dari bangunan fisik rapuh hingga kebersihan lingkungan yang kurang baik.
Bangunan rumah susun yang sudah berusia sekitar 36 tahun ini, katanya, seharusnya pada kondisi 25 tahun sudah dilakukan perbaikan.
Jika dalam waktu dekat belum juga ada tanda-tanda perbaikan rumah susun tersebut, pihaknya akan memperjuangkannya ke pemerintah pusat.
Manager Proyek Perumnas Sumsel Wawan Irawan mengatakan akan mengajukan permintaan perbaikan rumah susun kepada pimpinan pusat.
Kondisi rumah susun Palembang yang sudah tidak layak huni dan kumuh itu, kata dia, segera dilaporkan ke pusat.
Dia mengharapkan laporan segera direspons pemerintah pusat untuk selanjutnya dapat dilakukan perbaikan dan penataan ulang.
Baca Juga: Setuju Konsep Ancol Pulau Kemaro, Herman Deru: Sumsel Ini Haus Wisata
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
Sengketa Pengawalan Truk CPO Berujung Bentrok Bersenjata, Ada Apa di Muara Lakitan?
-
Mengapa Dodi Reza Dipanggil Kejati? Fakta Baru Kasus Sungai Lalan Mulai Terungkap
-
Pria di Musi Rawas Tewas Diracun Selingkuhan dengan Sianida, Ini Kronologinya
-
Kilang Plaju Cetak Operator Scaffolding Bersertifikat, Dorong Kesiapan Tenaga Kerja Lokal
-
Dari Sawit hingga Mess Dibakar, Ini Kronologi Kerusuhan PT BCP Group Wilmar