SuaraSumsel.id - Puluhan Peserta Antusias mengikuti pelatihan pembuatan gandik dan melipat Tanjak di Antrium OPI Mall, Palembang.
Gandik atau ikat kepala untuk wanita Palembang terbuat dari kain bludru sepanjang 27 centimeter dan lebar 4 centimeter atau seukuran kening kepala si pemakai. Sedangkan ornamen di dalamnya terdapat hiasan berupa manik- manik yang menyerupai daun dan kembang.
Pelatih pembuatan gandik yang juga Ketua Forwida (forum pariwisata dan budaya) Sumsel Diah Kusuma Pratiwi mengatakan, unsur terpenting dalam gandik adalah rumbai di depannya dan kembang-kembang.
"Gandik ini sebenarnya untuk alas, jika mengenakan aesan (riasan) pengantin tidak langsung mengenai kening pemakainya," katanya, Jum’at (16/4/2021).
Banyak pilihan warna pada gandik, ada yang berwarna merah, biru, putih, kuning keemasan dan perak. Namun, kata Diah, perbedaan warna pada gandik hanya menyesuaikan pada pakaian si penggunanya agar lebih manis untuk dilihat.
"Itu menyesuaikan saja, kalau bajunya merah pakai gandik merah, kalau Palembang asli tidak mengenal kasta," katanya.
Bersama 24 wanita yang ikut belajar gandik, Diah memberikan kain dasar bludru, manik-manik dan pita yang kemudian akan dijahit manual oleh masing-masing peserta menggunakan benang kuning keemasan.
Menurutnya, pemakaian Gandik tidak dipakai sembarangan. Lumrahnya gandik dipakai pada acara formal dan acara-acara adat saja.
Sementara itu, salah satu peserta pembuatan gandik, Siti Srijaya mengaku, sangat senang karena bisa belajar langsung membuat gandik.
Baca Juga: Aniaya Perawat RS Siloam, Jason Tjakrawinata Terancam 2 Tahun Penjara
"Sebelumnya tau gandik saat melihat pengantin saja, Selebihnya tidak pernah dipakai kan. Nah ini saya bikin langsung dan menjahit sendiri pula," katanya.
Meskipun mengalami kesulitan dalam menjahit dan memasang manik-manik pada gandik, dirinya dan peserta lain diajari dan dicontohkan langsung sampai gandik selesai dibuat.
"Jahitnya agak sulit, karena butuh ketelatenan dan kerapian biar gandiknya bagus," tukasnya. [Fitria/Suara.com]
Berita Terkait
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Penyebab BRImo Sempat Terkendala Pagi Ini, Kini Layanan Pulih Sepenuhnya
- Harga Adidas Adizero Termurah Tipe Apa Saja? Ini 5 Varian Terbaiknya
Pilihan
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
-
Isak Tangis Pecah di Kulon Progo, Istri Praka Farizal Romadhon Tiba di Rumah Duka
-
Bareskrim Periksa Pasangan Artis Dude Herlino-Alyssa Terkait Skandal Kasus PT DSI Rp2,4 Triliun
-
BREAKING NEWS: Peringatan Dini Tsunami 3, BMKG Minta Evakuasi Warga
Terkini
-
20 Sumur Minyak Ilegal Membara di Muba, Dugaan Pembiaran Seret Pemkab dan PT Hindoli
-
Komitmen Tingkatkan Layanan, Penumpang KAI Divre III Palembang Tumbuh 15 Persen pada Triwulan I 2026
-
Awal Bulan, Momentum Tepat Upgrade Lemari dengan Promo Spesial Bank Sumsel Babel
-
PTBA Akselerasi Transformasi PETI: Dari Aktivitas Ilegal Menuju Motor Ekonomi Desa Berkelanjutan
-
Desa Pajambon Jadi Contoh Sukses Transformasi Ekonomi Berbasis Potensi Lokal Lewat Desa BRILiaN