SuaraSumsel.id - Distribusi vaksin COVID 19 ke empat daerah dihentikan sementara Hal ini karena rendahnya serapan vaksin di wilayah tersebut sehingga berdampak pada lambat serapan vaksinasi di Sumsel.
Kepala Seksi Surveilans dan Imunisasi Dinkes Sumsel Yusri mengatakan empat daerah tersebut tidak mendapatkan jatah vaksin tahap dua termin ke tiga yang dikirim ke Sumsel pada Rabu (7/4/2021). Keempat daerah itu, ialah Kota Palembang, Kabupaten Musi Rawas, Empat Lawang dan Musi Rawas Utara.
"Jika mereka masih lambat menyerap vaksin, maka ke depan tetap tidak mendapat jatah lagi," ujarnya.
Menurut dia, cadangan vaksin COVID-19 yang sudah didistribusikan di empat daerah itu sebelumnya belum terserap lebih dari 50 persen sehingga cadangan di masing-masing gudang masih banyak, akibatnya masa penghabisan vaksin butuh dua pekan lebih.
Pada distribusi vaksin per 5 April 2021, Kota Palembang masih membutuhkan waktu 30 hari untuk menghabiskan 156.790 dosis stok Vaksin COVID-19, sedangkan Kabupaten Musi Rawas butuh 46 hari karena stok tersisa masih 5.596 dosis.
Sementara Kabupaten Musi Rawas Utara membutuhkan 25 hari untuk menghabiskan 2.539 dosis dan Kabupaten Empat Lawang butuh 20 hari lagi untuk menghabiskan 1.615 dosis Vaksin COVID-19.
Salah satu penyebab rendahnya serapan vaksin yakni lambanya penyuntikan ke kalangan lansia dan pelayanan publik sehingga laju vaksinasi harian masih kecil.
"Secara detailnya kami kurang tahu permasalahan rendahnya serapan vaksinasi di daerah itu, tapi kami minta supaya segera dikonsumsi secepatnya dan sebanyak-banyakya," terang ia.
Meski serapan rendah, Yusri memastikan vaksin COVID-19 yang belum disuntikkan itu masih dalam kondisi aman karena masa kedaluwarsanya hingga Agustus 2021.
Baca Juga: Pemprov Sumsel Terbitkan SE PPKM, Posko di Desa Bakal Optimalkan
Sumsel sendiri telah menerima 716.330 dosis yang terdiri dari 100.200 dosis untuk SDM kesehatan, 182.700 dosis untuk lansia dan petugas publik tahap I, 345.400 dosis untuk lansia dan petugas publik tahap II serta 88.030 dosis lansia dan petugas publik tahap III.
Sementara hingga 9 April 2021, cakupan vaksinasi untuk SDM Kesehatan telah mencapai 90,68 persen (dosis I) dan 82,17 persen (dosis II), sedangkan untuk pelayanan publik mencapai 37,65 (dosis I) dan 14,35 persen (dosis II).
Serta untuk lansia mencapai 4,47 persen (dosis I) dan 1,87 persen (dosis II). (ANTARA)
Berita Terkait
-
Pemprov Sumsel Terbitkan SE PPKM, Posko di Desa Bakal Optimalkan
-
Semarak E-sport OKI 2021 Diikuti 3.000 Peserta
-
Polda Sumsel Musnahkan 25 Kilogram Sabu dan 1.155 Pil Ekstasi
-
Dugaan Korupsi Masjid Sriwijaya, Kejati Sumsel Panggil Jimly Asshidiqie
-
Sambut Ramadan ACT Sumsel Ajak Masyarakat Sedekah Pangan, Pulihkan Ekonomi
Terpopuler
- Survei: 55 Persen Pemilih Prabowo Tidak Akan Memilihnya Kembali pada Pilpres 2029
- Presiden RI Minta Maaf ke Malaysia - Singapura Akibat Asap, Tapi Itu SBY...
- Rapor Prabowo-Gibran dan Para Menteri Anjlok, Purbaya yang Dicopot Justru Jadi Menteri Terbaik
- 5 Sabun Cuci Muka Retinol untuk Atasi Penuaan: Bikin Wajah Halus, Cerah, dan Kencang
- Pelembap Viva Hijau vs Kuning, Apa Bedanya? Ini Manfaat Keduanya untuk Wajah
Pilihan
-
KPK Kembali Gelar OTT: Amankan Sejumlah Pihak di BNPB
-
Ungkap Banyak Kasus Besar, Dirtipideksus Bareskrim Brigjen Ade Safri Justru Diganti
-
Inilah 5 Menteri yang Kinerjanya Paling Buruk Menurut Survei CELIOS
-
Polri Gerebek Sarang Narkoba Kampung Boncos dan Ambon! Operasi Masih Berlangsung
-
Prabowo Mau Ganti Panglima TNI dan Jaksa Agung Pekan Ini, Tapi...
Terkini
-
POSPERA Sumsel Kecam Aksi Premanisme Ormas di Polda Sumsel, Desak Korporasi Pelaku Karhutla Ditindak
-
Kronologi Wartawan Tribun dan PalTV Dikeroyok Saat Liput Demo Karhutla di Polda Sumsel
-
Ultimatum 5x24 Jam Berakhir, Mahasiswa UIN Desak Herman Deru Mundur sebagai Gubernur Sumsel
-
2 Wartawan Dikeroyok Saat Liput Demo Karhutla di Polda Sumsel, Sempat Diintimidasi Hapus Video
-
Pantau Api, Website Berbasis AI Buatan Dosen MDP Palembang untuk Prediksi Kabut Asap Sumsel