SuaraSumsel.id - Surat wasiay pelaku bom Gereja Makassar beredar. Isinya berupa pesan kepada ibu dan adiknya agar menjauhi riba bank. Surat itu ditemukan dalam pengeledahan rumah L, salah satu pelaku bom bunuh diri Gereja Makassar, Minggu (28/3/2021).
Ledakan bom yang dilakukan L, bersama satu pelaku lainnya yang berupa istrinya. Keduannya diketahui baru menikah beberapa bulan lalu.
Surat wasiat itu muncul dan beredar viral di media sosial, media arus utama menayangkan foto surat wasiat tersebut dan menarasikan foto surat wasiat pelaku bom bunuh diri di gereja Katedral Makassar.
Dalam surat wasiat itu, L salah satu pelaku bom bunuh diri, berwasiat ke ibu dan adiknya.
Ini isi surat wasiat tersebut:
Assalamualaikum Wr Wb
Wasiat kepadan orang yang saya cintai karena Allah
Wahai Ummy ku minta maaf kalo ada salahku baik perilaku maupun lisanku. Jangan ki lupa senantiasa beribadah kepada Allah dan jangan ki tinggalkan sholat. Semoga Allah kumpulkan ki di surganya.
Ummy sekali lagi minya maaf ka, ku sayang sekali tapi Allah lebih menyayangi hambanya.
Baca Juga: "Pedas" Jelang Ramadan, Harga Cabai di Sumsel Tembus Rp 150.000/Kg
Makanya saya tempuh jalanku sebagai mana jalan Nabi/Rasul Allah untuk selamatkan ki dan bisa ki kembali berkumpul di surga
Satu ji pesanku buat kita ummy, berhenti ambil uang bank, karena uang bank itu riba dan tidak diberkahi oleh Allah.
Ini ada uang simpananku 2.350.000 untuk bayar pinjaman di bank dan itu uang kontrak rumahku masih ada 5 bulan di karyawan laundrynya mus. 500.000/bulan na kontrakan ambil meri tiap bulan, simpan ki untuk bayar pinjaman
Pitto, minta maaf ka kalau ada salahku dek, baik itu lisanku maupun perbuatanku dulu.
Satu pesanku untuk kau dek, jaga ummy baek-baek. Kau mami bisa jaga ummy dan jangan juga malas-malasan sholat dan jangan i bergaul-gaul, fokus saja bantu ummy.
Istiqomah ki semua di jalan ini nah ummy, Pitto dan keluarga ku yang saya cintai karna Allah, semoga Allah kumpulkan ki di surga dan semua sodarahnya dan keluarga bapakku
Berita Terkait
-
Bom Bunuh Diri Gereja Katedral Makassar, Iti: Toleransi di Lebak Tinggi
-
Milenial Dijaring Kelompok Teroris dan Diiming-imingi Jalan Pintas ke Surga
-
Tanggapi Soal Bom Bunuh Diri, Novel PA 212: Seperti Biasa Aja, Sudah Bosen
-
Bila Tak Setuju Terorisme Dikaitkan dengan Agama, Gus Sahal Beri Saran Ini
-
Menangis, Saksi Mata Cerita Ledakan Bom Bunuh Diri Gereja Katedral Makassar
Terpopuler
- Survei: 55 Persen Pemilih Prabowo Tidak Akan Memilihnya Kembali pada Pilpres 2029
- Presiden RI Minta Maaf ke Malaysia - Singapura Akibat Asap, Tapi Itu SBY...
- Rapor Prabowo-Gibran dan Para Menteri Anjlok, Purbaya yang Dicopot Justru Jadi Menteri Terbaik
- 5 Sabun Cuci Muka Retinol untuk Atasi Penuaan: Bikin Wajah Halus, Cerah, dan Kencang
- Pelembap Viva Hijau vs Kuning, Apa Bedanya? Ini Manfaat Keduanya untuk Wajah
Pilihan
-
KPK Kembali Gelar OTT: Amankan Sejumlah Pihak di BNPB
-
Ungkap Banyak Kasus Besar, Dirtipideksus Bareskrim Brigjen Ade Safri Justru Diganti
-
Inilah 5 Menteri yang Kinerjanya Paling Buruk Menurut Survei CELIOS
-
Polri Gerebek Sarang Narkoba Kampung Boncos dan Ambon! Operasi Masih Berlangsung
-
Prabowo Mau Ganti Panglima TNI dan Jaksa Agung Pekan Ini, Tapi...
Terkini
-
POSPERA Sumsel Kecam Aksi Premanisme Ormas di Polda Sumsel, Desak Korporasi Pelaku Karhutla Ditindak
-
Kronologi Wartawan Tribun dan PalTV Dikeroyok Saat Liput Demo Karhutla di Polda Sumsel
-
Ultimatum 5x24 Jam Berakhir, Mahasiswa UIN Desak Herman Deru Mundur sebagai Gubernur Sumsel
-
2 Wartawan Dikeroyok Saat Liput Demo Karhutla di Polda Sumsel, Sempat Diintimidasi Hapus Video
-
Pantau Api, Website Berbasis AI Buatan Dosen MDP Palembang untuk Prediksi Kabut Asap Sumsel