SuaraSumsel.id - Seekor lumba-lumba jenis hidung botol yang terdampar di pantau di Tapanuli Selatan, Sumatera Utara ditemukan dalam keadaan mati.
Sejak tahun 2013 diketahui makin banyak warga melaporkan temuan lumba-lumba yang terdampar dan kerap menyebutnya sebagai kejadian langka.
Dilansir dari BBC - Jaringan Suara.com, khusus untuk kejadian di Tapanuli Selatan pekan ini, warga setempat mengaku sebelumnya mereka melihat ribuan lumba-lumba lalu-lalang di pantai tersebut.
Menurut peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) lumba-lumba hidung botol memang biasa bergabung dalam kawanan dengan jumlah banyak.
Namun tindakan mamalia laut itu mendekat ke pantai dinilai sebagai keputusan terpaksa yang membahayakan diri mereka.
Hari itu, Jumat (19/3/2021), Kepala Desa Muara Upu Husnul Amir Harahap mengaku merasa takjub melihat ribuan ekor lumba-lumba berenang hingga ke tepian pantai. Fenomena ini sangat jarang terjadi di daerah tersebut.
Husnul melihat kawanan lumba-lumba nyaris memenuhi sisi pantai dan nelayan setempat hanya melihat satwa itu di tengah laut.
"Kalau sebanyak itu sangat jarang terjadi. Baru kali ini. Jumlahnya mungkin ribuan karena tampak dari pinggir (pantai) sampai ke tengah," kata Husnul.
Husnul memperkirakan muncul lumba-lumba tersebut tak lain untuk berburu ikan-ikan kecil.
Baca Juga: Jelang Ramadan, Harga Jual Gabah Petani Sumsel Turun
Karena langka, lanjut Husnul, kemunculan lumba-lumba itu sempat menjadi ajang tontonan bagi warga setempat. Di sisi lain, kehadiran mereka menyulitkan para nelayan setempat untuk mencari ikan.
"Tapi yang jadi korbannya juga nelayan karena susah mendapatkan ikan," kata Husnul.
Namun malang, tak lama setelah kemunculan kawanan lumba-lumba, satu di antaranya ditemukan tewas terdampar.
Husnul berpikir hewan mamalia laut itu tewas lantaran terbawa ombak hingga ke daratan.
"Perkiraan saya karena terbawa ombak ke pantai dan tidak bisa kembali lagi," kata Husnul.
Lumba-lumba yang tewas itu memiliki panjang sekitar satu meter. Sedangkan bobotnya diperkirakan mencapai 30 kilogram. Kulitnya berwarna putih kehitaman.
Berita Terkait
-
Awal 2022, LIPI Targetkan Bibit Vaksin Merah Putih Diserahkan ke Pabrik
-
Tsunami di Indonesia Terjadi Setiap 1,3 Tahun Sekali
-
LIPI: Setiap 5,6 Bulan Terjadi Gempa Merusak di Indonesia
-
Bikin Gemes, Bayi Lumba-lumba Menyusu di Taman Safari Prigen Pasuruan
-
Uchuy Si Bayi Lumba-lumba Hidung Botol di Taman Safari Prigen
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Desil Mendadak Melonjak, Warga Jogja Terancam Kehilangan Bansos
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Dear Mom, Kabut Asap Makin Pekat, Ini Tanda Anak Mulai Terdampak
-
Kabut Asap Palembang Makin Pekat, Kapan Sekolah Mulai Belajar dari Rumah?
-
Ekonom Ungkap Efek Domino Karhutla: Dari Biaya Berobat hingga Pendapatan Warga Tertekan
-
Sumsel Dikepung 1.742 Hotspot, Seberapa Aman Warga dari Kabut Asap?
-
Lahan Perkebunan Indofood di Muba Terbakar, Mengapa Sumber Api Diminta Diusut?