SuaraSumsel.id - Sebanyak 20.000 potong tahu ditemukan mengandung formalin oleh Tim Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Palembang, Sumatera Selatan.
Akibatnya, tahu sebanyak tersebut diamankan agar tidak beredar pedagang pasar tradisional dan pembuatnya.
"Berdasarkan pengaduan masyarakat, hari ini dilakukan kegiatan pengawasan peredaran produk pangan di pasar tradisional dan ditemukan tahu mengandung formalin, tahu-tahunya sudah disita," kata Kepala Balai Besar POM Palembang, Yosefh Dwi Irwan di Palembang seperti dilansir dari ANTARA, Selasa (9/3/2021).
Penjualan tahu berformalin itu berawal dari pengaduan masyarakat yang mencurigai pedagang di pasar tradisional kawasan 7 Ulu Palembang menjual tahu mengandung formalin.
Pengaduan tersebut langsung ditindaklanjuti dengan menurunkan tim BPOM bersama Direktorat Reskrimsus Polda Sumsel, Pol PP dan intansi terkait ke Pasar 7 Ulu dan menangkap tangan pedagang bersama barang bukti ratusan potong tahu berformalin.
Berdasarkan keterangan pedagang, dilakukan pengembangan ke lokasi pembuatan tahu tersebut di kawasan Bukit Besar, Jalan Padang Selasa, Kecamatan Ilir Barat I Palembang.
Ditempat itu, ditemukan satu truk berisikan sekitar 20.000 potong tahu berformalin yang akan dipasok ke pedagang sejumlah pasar tradisional dalam kota setempat.
Tersangka dan ribuan potong tahu berformalin telah diamankan untuk diproses sesuai dengan ketentuan hukum.
Melihat masih ditemukannya produk pangan yang mengandung formalin dan bahan kimia berbahaya lainnya, pihaknya akan terus menggalakkan kegiatan pengawasan dan penertiban di pasar-pasar tradisional.
Baca Juga: Warga Sumsel Terkonfirmasi Varian Covid 19 B117, Kemenkes Lacak Kontak
Selain menggalakkan kegiatan pengawasan dan penertiban, pihaknya juga mengimbau kepada produsen pangan untuk tidak lagi menggunakan formalin dan bahan kimia berbahaya bagi kesehatan lainnya dalam produk makanan yang dipasarkan di Bumi Sriwijaya itu.
Berita Terkait
Terpopuler
- Wabup Syaefudin Ditahan karena Kasus Korupsi, Bupati Lucky Hakim Minta Maaf ke Pemilih
- Dingatkan Teddy Segera Akhiri Pidato, Prabowo: Letkol Ngatur Presiden
- Ajudan Gubernur Kaltim Masuk Desil 1 DTSEN, Mensos Buka Suara
- 4 Sunscreen Wardah untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas
- Tak Masuk Skuad Utama Persija, Kualitas Shayne Pattynama di Bawah Standar Shin Tae-yong
Pilihan
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
Terkini
-
Dituduh Curi Uang, Napi Lapas Muaradua Tewas Dianiaya: 4 Rekan Sekamar Jadi Tersangka
-
BRI Gandeng Prodia, Tawarkan Diskon MCU Hingga Free Medical Check-Up
-
Kabut Asap Kembali Selimuti Palembang, 4 Wilayah Catat Kualitas Udara Berbahaya
-
Karhutla Sumsel: 20 Korporasi Masuk Penyidikan, Identitas 4 Perusahaan Baru Belum Dibuka
-
KMP Batumandi Terbakar di Merak, 4 ASN Ogan Ilir Hendak Konsultasi ke BKN dan Kemendagri