SuaraSumsel.id - Peredaran narkoba di kota Palembang berhasil dibongkar. Setidaknya polisi berhasil mengamankan empat pelaku dengan barang bukti ekstasi 800 butir ganja 3200 gram Sabu 3.096 gram.
Di hadapan penyidik, tersangka Pan Riadi Agam mengaku sudah dua kali memasukkan narkoba jenis abu ke Palembang. Pertama, pada sekitar dua bulan yang lalu namun gagal, lalu karena orang yang menyuruh membawa sabu menyatakan batal karena tidak jadi memasukkan barang.
Kali ini yang kedua kali. Ia mengaku tergiur upah Rp 20 juta guna mengantarkan sabu hingga ke Desa Tulung Selapan, Ogan Komering Ilir (OKI).
"Tapi tidak berhasil, karena ditangkap di depan Dekranasda," ujar ia yang mengaku uang yang dijanjikan tersebut akan dipergunakan untuk keperluan sehari-hari.
Dengan membawa sabu ke OKI, ia menyewa mobil travel termasuk supir dengan harga Rp 2 juta.
Kapolrestabes Palembang Kombes Pol Irvan Prawira Satya Putra didampingi Kasat Narkoba Kompol Rivanda mengapresiasikan kinerja luar biasa Satreskresnarkoba.
"Pelaku berhasil ditangkap berikut dengan barang bukti berkat informasi dari masyarakat, berharap dengan tangkapan ini bisa menekan peredaran narkoba khususnya di kota Palembang dan akan terus dikembangkan ke tangkapan yang lebih besar lagi. Kami minta doa dan dukungan semuanya," kata Irvan kepada wartawan.
Para pelaku akan dijeratkan Pasal 114 ayat 2 dan 112 ayat 2 dan Pasal 111 ayat 2 UU RI No 35 Tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman seumur hidup.
"Untuk asal narkoba apakah dari jaringan antar propinsi masih dalam pengembangan," ungkapnya.
Baca Juga: Warga Sumsel Terkonfirmasi Varian Covid 19 B117, Kemenkes Lacak Kontak
Informasi dihimpun, dua pelaku diamankan dengan barang bukti Sabu sekitar 3 kg lebih saat keduanya berada di depan Dekranasda Kecamatan Jakabaring Palembang, Rabu (3/3/2021) yakni Pan Riadi Agam (46) warga Kelurahan Segara Makmur Kecamatan Taruma Jaya Bekasi Jawa Barat dan Rosisko (36) warga Dusun I Kuala Sungai Pasir Cengal, OKI.
Saat digeledah di dashboard mobil Innova BG 1612 RQ ditemukan 3 paket besar yang di bungkus plastik teh warna hijau.
Untuk satu pelaku lagi diamankan dengan barang bukti 800 butir ekstasi yang disembunyikan didalam ban mobil serep yang ada di bawah mobil, (8/2/2021) di Jalan Perintis Kemerdekaan Kecamatan IT II Palembang, pelaku yakni M Daud Syahbudin (53) warga Jalan Maluku Kelurahan Jawa Kanan SS Kecamatan Lubuk Linggau Timur Kabupaten Lubuk Linggau.
Ade Nugraha (22) warga Kelurahan I Ulu Kecamatan SU I Palembang diamankan karena memiliki 3200 gram ganja, (1/2/2021) di Jalan Bali pinggir Danau OPI Kecamatan Jakabaring Palembang. Saat digeledah polisi menemukan ganja di dalam bagasi motor pelaku Honda Vario.
Di tempat sama, tersangka Rosisko mengaku tidak mengetahui kalau orang yang diantarkannya tersebut membawa narkoba
"Sumpah saya tidak tau pak, kalau membawa narkoba. Saya hanya diminta untuk mengantarkan saja dengan upah sekali antar Rp 2 juta," kata bapak tiga anak ini.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
Dua Warga Tertembak dan Mess Dibakar, Bagaimana Kerusuhan di PT BCP Group Wilmar Bermula?
-
Dua Warga Alami Luka Tembak, Mess PT BCP Dibakar: Apa yang Terjadi di Lempuing?
-
BMKG Petakan Kemarau di Sumsel, Sejumlah Daerah Mulai Masuk Zona Kering
-
Harga DMO Batu Bara Dirombak, Apa Dampaknya bagi PTBA dan PLN?
-
Harga Karet Sumsel Tetap di Atas Rp40 Ribu saat Dolar Menguat, Kok Petani Belum Lega?