SuaraSumsel.id - Polisi berhasil mengungkap transaksi open booking order aliasn open BO di Banyuwangi, Jawa Timur. Diketahui pelaku yang bertindak mucikari khusus membuka transaksi open BO pada wanita dengan status janda.
Pelaku N yang merupakan warga Desa Karangharjo, Kecamatan Glenmore , Jawa Timur tersebut mengaku melancarkan transaksinya dengan memanfaatkan media sosial.
Kapolresta Banyuwangi, Kombes Pol Arman Asmara Syarifuddin mengatakan bahwa pelaku ditangkap berdasarkan hasil penyelidikan dari patroli cyber kepolisian. Pelaku mengaku sudah melakoni pekerjaannya itu selama enam bulan.
“Ada patroli cyber di media sosial. Melalui akun facebooknya, pelaku kemudian melakukan transaksi via WA (WhatsApp),” kata Arman, Jumat 15 Januari 2021 seperti dikutip dari Beritajatim.com (jaringan Suara.com).
Arman menerangkan, setelah pelaku dan pria hidung belakang menyepakati soal tarif, kedua belah pihak pun lantas pergi ke sebuah hotel kelas melati di Banyuwangi.
“Setelah terjadi kesepakatan perempuan yang dipesan dan harga bokingnya, dilakukanlah pertemuan dengan pria hidung belang di hotel melati di kecamatan Gambiran,” tutur Arman.
Pelaku N, kata Arman, menawarkan paket tarif yang bervariasi untuk sekali kencan dengan janda yang dijajakannya. Mulai dari Rp 600 ribu hingga Rp 800 ribu.
“Tarif tersebut termasuk biaya hotel, upah korban, dan fee yang didapat pelaku,” ungkap Arman.
Di hadapan petugas, pelaku N mengakui semua perbuatannya dan mengakui untuk sekali transaksi bisnis prostitusi tersebut ia mendapat fee Rp 200 ribu.
Baca Juga: Pelaku Pembunuhan Janda Tanjungpinang Terancam Hukuman Mati
“Tarifnya 600 sampai 800 ribu. Saya dapat komisi 200 ribu,” ujar pelaku.
Dalam kasus tersebut, polisi berhasil mengamankan barang bukti berupa satu unit ponsel, uang Rp 600 ribu, dua helai kondom yang belum terpakai dan satu kondom yang sudah terpakai.
Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, N dijerat Pasal 506 atau 296 KUHP. Selain itu, ia juga harus mendekam di dalam penjara selama setahun. (Makassarterkini.id)
Berita Terkait
Terpopuler
- Presiden RI Minta Maaf ke Malaysia - Singapura Akibat Asap, Tapi Itu SBY...
- Rudy Masud Senyum Semringah Bersama Istri di Singapura, Media Asing: Rakyatnya Sesak Nafas
- Wapres RI Mundur Saat Ekonomi Bergejolak, Hubungan Dengan Presiden Memburuk
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Usia 50 Tahun ke Atas, Wajah Kencang dan Awet Muda
- Rudal Houthi Ancam Piala Asia 2027 di Arab Saudi: AFC Bungkam, Jepang Resmi Mundur dari Turnamen
Pilihan
-
Asap Karhutla Hari Ini Sudah Sampai Jakarta dan Banten!
-
Maruli Simanjuntak Disebut Dilantik Prabowo Jadi Wakil Panglima TNI, Kamis Sore Ini
-
Kompak Berpakaian Dinas Lengkap Sambangi Istana, Perwira Tinggi TNI Siap Dilantik Prabowo
-
Belajar Hadapi Kekeringan dari Romo Kirjito, Mamanen Air Hujan yang Jatuh dari Langit
-
Krisis! Kelangkaan BBM Meluas Tak Hanya Bali, Antrean Berjam-jam
Terkini
-
Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?
-
Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka
-
Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok
-
Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?
-
Koalisi Pers Sumsel Desak Dirintelkam Kombes Tony Dicopot Usai Wartawan Dikeroyok saat Liput Demo