SuaraSumsel.id - Adnan Kapau Gani, pria berambut ikal yang akrab di panggil A.K.Gani, lahir 16 September 1905, di Desa Palembayan, Palembayan Kabupaten Agam, Bukit Tinggi, Sumatera Barat.
Ia dilahirkan dari pasangan Abdul Gani Sutan Mangkuto dan ibunya yang asli Palembang, bernama Siti Rabayah, A.K Gani meninggal di Palembang, Sumatera Selatan, 23 Desember 1968 pada usia 63 tahun.
Ternyata, pada 5 Januari 1947 A.K Gani diutus oleh Pemerintah Pusat untuk menghentikan pertempuran lima hari lima malam di kota Palembang.
Dari Juni 1947 hingga Februari 1948 ia ditunjuk menjadi Wakil Perdana Menteri merangkap Menteri Kemakmuran, seraya menjadi anggota Delegasi RI pada perundingan Linggajati.
Semua kiprah beliau pada masa itu, memang terkonsentrasi di Palembang, Sumatera Selatan.
Sehingga antara Desember 1948 hingga Februari 1950, ia menjabat sebagai Gubernur Militer Daerah Sumatera Selatan bagian Selatan, yang mana wilayah kekuasaannya meliputi Keresidenan Palembang, Lampung, Jambi, dan Bengkulu.
Seluruh hidupnya beliau abdikan untuk memimpin perjuangan melawan Belanda yang hendak kembali menguasai Indonesia, menyusul kekalahan Jepang dari tentara sekutu pada Agustus 1945. Yang mencapai puncaknya.
Ketika AK Gani ikut serta sebagai anggota Delegasi RI pada perundingan Indonesia-Belanda untuk merealisasikan hasil Konferensi Meja Bundar, dan membahas pengembalian Irian Barat ke pangkuan Indonesia.
Setelah Indonesia sepenuhnya merdeka, AK Gani pernah jadi Menteri Perhubungan dalam kabinet Ali Sastroamijoyo(November 1954 sampai Agustus 1955).
Baca Juga: Dikenal Karena Rumah Sakitnya, AK Gani Berperan Pada Perang Kemerdekaan
Setelah hasil pemilu pertama Indonesia pada 1955 diumumkan, AK Gani terpilih sebagai anggota Dewan Konstituante mewakili PNI dari Sumatera Selatan.
Setelah Dewan Konstituante dibubarkan karena dianggap menemui jalan buntu membentuk Undang- Undang Dasar baru, dan keluarnya Dekrit Presiden 5 Juli 1959, Adnan kembali ke Palembang dan meneruskan praktek dokternya.
A.K Gani wafat di Rumah Sakit Charitas Palembang pada dinihari 23 Desember 1968 dalam usia genap 63 tahun.
Sebagai pejuang, dan pensiunan Mayor Jenderal, dan pemegang sejumlah bintang tanda jasa, di antaranya bintang gerilya, jenazahnya dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Ksatria Siguntang, Palembang.
Sejak 1976, namanya diabadikan sebagai nama rumah sakit Kasdam II/Sriwijaya: RS Dokter AK Gani dan Untuk mengenang jasa-jasanya, pada tanggal 9 November 2007 Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memberikan gelar Pahlawan Nasional kepada Almarhum A.K. Gani berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 66/2007 TK.
Selain itu namanya juga diabadikan sebagai nama ruas jalan beberapa kota di Indonesia, seperti Palembang, Jambi, Bengkulu, Prabumulih, Curup, Baturaja dan Muaraenim.
Berita Terkait
Terpopuler
- Banyak UMKM Mundur dari Rans Carnival Jogja, Warganet Pasang Badan Bantu Larisin
- Tak Ingin Sakiti Hati Warga Jogja, OM Wawes Pilih Batal Manggung di RANS Carnival
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- Konser Andrea Bocelli di Borobudur Tetap Digelar, KIBBM Siapkan Tablig Akbar Penolakan
- Kenapa Deretan Musisi Mundur dari Rans Carnival Jogja? Ini Kronologinya
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Karhutla Sumsel Berulang, 43 Perusahaan Pemegang Konsesi Didorong Pulihkan Gambut, Siapa Mengawasi?
-
Mantan Ketua DPR RI Marzuki Alie Minta Dialog soal Tunggakan PBB IGM Rp2,33 Miliar
-
Sumsel United Kalah 0-1 dari Semen Padang, Gol Menit Akhir Buyarkan Asa Laskar Juaro Raih Poin
-
Kasus Polisi Diduga Bunuh Ibu Kandung di Siak, Riwayat Skizofrenia Terungkap, Kompolnas Turun Tangan
-
22,4 Juta Batang Rokok Ilegal Disita di Sumsel dan Sekitarnya, Mengapa Peredaran Sulit Diberantas?