SuaraSumsel.id - Sosok Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian kini jadi sorotan. Jejak digital menguratakan jika mantan Kapolri Ri, ini pernah menghadiri acara diskusi di maskas besar Front Pembela Islam (FPI).
Kehadiran Tito di markas besar FPI tersebut terjadi pada tahun 2016 lalu. Pada kesempatan itu, Tito Karnavian menilai FPI organisasi masyarakat (ormas) yang toleran pada agama lain.
Kehadiran Tito yang masih menjabat sebagai Kapolda Metro Jaya itu terekam dan diunggah YouTube Ahmad Tirmidzy pada 15 November 2016.
Dilansir dari SuaraBogor.id, Tito menyatakan FPI ormas toleran. Menggunakan kopyah, Tito Karnavian pun singgung stigman negatif FPI.
Perkataan Tito Karnavian yang menilai tentang keberadaan FPI saat itu viral di media sosial.
"Acara ini melepaskan stigma yang mungkin dilabeli oleh media dan mempengaruhi publik, FPI adalah organisasi massa yang radikal, militan, identik dengan kekerasan dan seterusnya, intoleran," kata Tito.
"Tapi dalam kenyataannya saya paham, karena sudah lama banyak bergaul dengan teman FPI, termasuk berdiskusi dengan imam besar, paham pemikiran beliau. Beliau sangat toleran, dan itu mewarnai FPI. FPI adalah ormas Islam yang sangat toleran terhadap agama lain," tambah dia.
Saat ini, mantan Kapolri itu menjabat Mendagri dan ikut dalam keputusan pembubaran FPI yang dipimpin Menteri Koordinator Hukum dan HAM (Menkumham) Mahfud MD.
Terima kasih atas kehadirannya
Baca Juga: Kapolri Keluarkan Maklumat, Larang Simbol dan Atribut FPI di Masyarakat
Hari ini saat ini Pemerintah Republik Indonesia akan mengumumkan tentang status FPI atau Front Pembela Islam sebagai organisasi.
Untuk mengumumkan ini, pemerintah hadir 10 pejabat yang terkait dengan ini semua, pertama saya sebagai Menko Polhukam, lalu di sebelah kanan saya ada Profesor Drs H Muhammad Tito Karnavian Menteri Dalam Negeri, mungkin lebih bagus Pak ketika saya sebut namanya, maskernya dibuka 3 detik biar kelihatan asli, jangan-jangan diwakili kita nggak tahu ya, Profesor Tito Karnavian, oke bisa dipasang lagi
Berikutnya di sebelah kiri saya hadir Bapak Kepala BIN Bapak Budi Gunawan, Profesor Budi Gunawan
Kemudian ada Menkum HAM Profesor Doktor Yasonna Hamonangan Laoly.
Kemudian Bapak Menkominfo Johnny Plate
Kemudian ada Bapak Jaksa Agung Republik Indonesia Doktor ST Burhanuddin, Pak Burhanuddin
Berita Terkait
Terpopuler
- Hasil Survei Terbaru SMRC Soal Capres: Prabowo Hanya Raih 9,8 Persen, Kalah Telak Dari Dedi Mulyadi
- Kronologi Gubernur Bali Wayan Koster Diamuk Pegawai SPBU
- Wacana Gaji ASN Disalurkan Lewat Koperasi Merah Putih Dinilai Sebagai Langkah Mundur
- Indonesia Masuk Nominasi AFC Awards 2026, PSSI Bersaing dengan Kamboja dan Myanmar
- 4 Slip On Lokal Terbaik Menurut Review Pengguna, Empuk Buat Jalan Jauh hingga Jogging
Pilihan
-
Pekan Kelam IHSG: Drama BYAN Haji Isam, Turun Kelas MSCI Hingga Rekor Terburuk Bursa
-
Rakyat Kecil Jadi Korban Antrean BBM, dari Ojol Kehilangan Pendapatan hingga Kampus Terpaksa WFH
-
Singapura Bongkar 7 Perusahaan Indonesia Terkait Karhutla, Ini Daftar Lengkapnya
-
Asap Karhutla Hari Ini Sudah Sampai Jakarta dan Banten!
-
Maruli Simanjuntak Disebut Dilantik Prabowo Jadi Wakil Panglima TNI, Kamis Sore Ini
Terkini
-
Udara Palembang Kembali Berbahaya, PM2.5 Tembus 627,8 Setelah Penyemaian Dry Ice
-
Dua Tersangka Pengeroyokan Wartawan di Mapolda Sumsel, Ini Dugaan Peran Masing-masing
-
452 Hektar Lahan Terbakar di Palembang, 93 Hektar Berada di Kawasan Rawa Konservasi
-
Kabut Asap Karhutla Tekan Ekonomi Palembang, 7 Hotel Laporkan Penurunan Tingkat Hunian
-
Sumsel United vs Persikad Depok: Laskar Juaro Incar Kemenangan Ketiga, Hibiki Mochizuki Berpeluang M