SuaraSumsel.id - Enam organisasi massa yang berbasis islam telah dibubarkan pemerintah. Kebijakan ini, dinilai ulama di Palembang terlalu otoriter dalam ruang demokrasi.
Selain Front Pembela Islam (FPI), lima organisasi berbasis islam lainnya yakni Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), Aliansi Nasional Anti Syiah (ANNAS), Jamaah Ansharut Tauhid (JAT), Majelis Mujahidin Indonesia (MMI), dan Forum Umat Islam (FUI).
Sebagai salah satu organisasi yang dilarang beraktivitas, Forum Umat Islam (FUI) Sumatera Selatan menilai pemerintah sudah melukai semangat demokrasi dari bangsa ini.
“Harusnya organisasi yang dibubarkan diberi ruang, seperti apakah alasannya dibubarkan, dan harus melalui proses pengadilan,” ujar Ketua FUI, Umar Said saat dihubungi via telp, Kamis (31/12/2020) dilansir dari Sumselupdate (jaringan suara.com)
Pemerintah hendaknya memberikan ruang dalam pembuktian mengenai penyebab pembubaran organisasi massa.
“Harusnya ada pembuktian dahulu, dan bila benar baru mereka diberi sanksi, dan diberikan kesempatan,” ujarnya.
Ia pun mengatakan dengan kuputusan yang telah diperoleh, maka hendaknya dukungan hukum.
Pembubaran FPI yang dilakukan pemerintah diumumkan langsung Menkopolhukam, Mahfud MD. Dalam salah satu keputusan itu diketahui, FPI sudah tidak mengurus lagi Surat Keterangan Terdaftar (SKT) kepada negara. (Sumselupdate)
Baca Juga: Sekjen MUI: FPI Seharusnya Dibina Bukan Dibubarkan
Berita Terkait
Terpopuler
- REDMI 15 Resmi Dijual di Indonesia, Baterai 7.000 mAh dan Fitur Cerdas untuk Gen Z
- Kehabisan Uang Usai Mudik di Jogja, Ratusan Perantau Berburu Program Balik Kerja Gratis
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 23 Maret 2026: Klaim THR, Diamond, dan SG2 Tengkorak
- Peta 30 Suara Mulai Terbaca, Munafri Unggul Sementara di Musda Golkar Sulsel
- Mobil Alphard Termurah, 100 Jutaan Dapat Tahun Berapa?
Pilihan
-
Kabais Dicopot Buntut Aksi Penyiraman Air Keras Terhadap Andrie Yunus
-
Puncak Arus Balik! 50 Ribu Orang Padati Jakarta, KAI Daop 1 Tebar Diskon Tiket 20 Persen
-
Arus Balik, Penumpang Asal Jawa Tengah Hingga Sumatera Masih Padati Terminal Bus Kalideres
-
Ogah Terjebak Kemacetan di Pantura, Ratusan Pemudik Motor Pilih Tidur di Kapal Perang TNI AL
-
Sempat Dikira Tidur, Pria di Depan Gedung HNSI Juanda Ternyata Sudah Tak Bernyawa
Terkini
-
Ditemukan Bersimbah Darah di Kontrakan, 5 Fakta Kematian Pegawai Bawaslu OKU Selatan
-
WFH Demi Hemat BBM, Gubernur Herman Deru Siapkan Langkah Ini di Sumsel
-
Cek Tarif Penyeberangan TAA-Muntok 2026: dari Motor Rp138 Ribu hingga Truk Rp6 Jutaan
-
Arus Balik Lebaran 2026 Lebih Cepat dari Perkiraan, 14 Ribu Kendaraan Sudah Masuk Tol Terpeka
-
Arus Balik Makin Padat, Jalintim Terancam Macet, Ini Rute Aman ke dan dari Palembang