SuaraSumsel.id - Ahli Mikrobiologi Universitas Sriwijaya, Prof Yuwono M. Biomed menyebutkan penemuan varian baru covid 19 bukanlah hal yang aneh.
Negera-negara asing, memang lebih bagus dan rapi merekam perkembangan virus sehingga varian covid 19 memang lebih cepat ditemukan.
Yuwono mengungkapnya hal ini dalam unggahan video di Instagram miliknya, Kamis (31/12/2020) pagi.
Menurut ia, penemuan varian covid 19 bukan hal yang baru atau sesuatu yang terbaru dalam perkembangan ilmu mikrobiologi.
“Gak aneh ya, karena virus memang akan seperti itu,” ujar ia.
Sebenarnya, sambung Yuwono, sejak awal ditemukan covid 19 di Indonesia, sudah ditemukan tiga varian virusnya.
Sekitar bulan Mei, ditemukan terdapat tiga varian virus covid 19 di Indonesia. Dari varian ini, ternyata berkembang lagi dan ditemukan satu varian covid 19 baru lagi pada bulan Agustus.
“Sejak awal, di bulan Mei itu ada tiga varian. Jadi memang gak aneh ya,” sambung ia.
Pada bulan Agustus, ditemukan satu varian virus lainnya hasil dari perkembangan varian covid 19.
Baca Juga: Warga 3 Kecamatan di OKU Timur Diimbau Waspadai Banjir
“Di Agustus ada empat varian, gak usah heran,” tegas ia.
Dikatan Yuwono, di Eropa dan Amerika sudah ditemukan 13 varian covid 19. Negara Inggris, termasuk yang lebih bagus mengumpulkan data mengenai RNA virus covid 19.
Data-data ini kemudian diurut dan dibaca dengan seksama, dan memang ditemukan varian covid 19 lainnya.
“Gak aneh lah,” cetusnya.
Dengan kondisi ini, Yuwono terus mengingatkan kepada masyarakat guna menjalankan protokol kesehehatan sebagai upaya pencegahan terhadap penyebaran virus covid 19.
“Penangkalnya sederhana, hidup sehat, meningkatkan imun, iman dan seperti biasanya, menjalankan prokes,” ucapnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Survei: 55 Persen Pemilih Prabowo Tidak Akan Memilihnya Kembali pada Pilpres 2029
- Presiden RI Minta Maaf ke Malaysia - Singapura Akibat Asap, Tapi Itu SBY...
- Rapor Prabowo-Gibran dan Para Menteri Anjlok, Purbaya yang Dicopot Justru Jadi Menteri Terbaik
- 5 Sabun Cuci Muka Retinol untuk Atasi Penuaan: Bikin Wajah Halus, Cerah, dan Kencang
- Pelembap Viva Hijau vs Kuning, Apa Bedanya? Ini Manfaat Keduanya untuk Wajah
Pilihan
-
KPK Kembali Gelar OTT: Amankan Sejumlah Pihak di BNPB
-
Ungkap Banyak Kasus Besar, Dirtipideksus Bareskrim Brigjen Ade Safri Justru Diganti
-
Inilah 5 Menteri yang Kinerjanya Paling Buruk Menurut Survei CELIOS
-
Polri Gerebek Sarang Narkoba Kampung Boncos dan Ambon! Operasi Masih Berlangsung
-
Prabowo Mau Ganti Panglima TNI dan Jaksa Agung Pekan Ini, Tapi...
Terkini
-
POSPERA Sumsel Kecam Aksi Premanisme Ormas di Polda Sumsel, Desak Korporasi Pelaku Karhutla Ditindak
-
Kronologi Wartawan Tribun dan PalTV Dikeroyok Saat Liput Demo Karhutla di Polda Sumsel
-
Ultimatum 5x24 Jam Berakhir, Mahasiswa UIN Desak Herman Deru Mundur sebagai Gubernur Sumsel
-
2 Wartawan Dikeroyok Saat Liput Demo Karhutla di Polda Sumsel, Sempat Diintimidasi Hapus Video
-
Pantau Api, Website Berbasis AI Buatan Dosen MDP Palembang untuk Prediksi Kabut Asap Sumsel