SuaraSumsel.id - Penguatan daya tahan tubuh menjadi fokus pelatih timnas Indonesia Shin Tae-yong dalam pemusatan latihan (TC) timnas Indonesia U-23 yang berlangsung di Jakarta sejak sepekan terakhir.
Dikutip dalam laman resmi PSSI dari Jakarta, Selasa, bek timnas U-23 Andik Randika Rama mengatakan Shin Tae-yong mafhum dengan kondisi fisik para pemainnya. Apalagi tidak ada kompetisi sejak Maret membuat Shin harus memulihkan kondisi fisik mereka.
"Pelatih Shin Tae-yong menekankan pada latihan daya tahan tubuh. Terus juga pelatih Shin menegaskan karena, kita libur di klub jadi dia memberikan program latihan pemulihan dan peningkatan stamina," kata Randika Rama.
Menurut dia, setiap harinya menu latihan yang diberikan Shin terus meningkat. Shin menggembleng fisik bahkan harus menggelar latihan pada siang hari demi mencapai kondisi yang diharapkan.
Meski begitu, Randika Rama mulai merasakan dampak dari cara latihan Shin Tae-yong, secara perlahan kondisi fisiknya menuju ke kondisi ideal.
"Progres saya dan teman-teman selama pemusatan latihan hingga kini semakin meningkat, apalagi latihan kita di forsir kekuatannya, kemudian latihan kita siang-siang hari begini. Semoga progres ke depannya bisa lebih baik lagi," kata dia menambahkan.
Randika Rama pun menargetkan bisa mengunci satu slot di skuad timnas U-19. Ia berharap memiliki kesempatan untuk membela Merah-Putih di ajang internasional.
"Target pribadi saya adalah tentunya ingin membela tim nasional. Apalagi saya sudah sekian lama juga tidak pernah ikut kompetisi dan juga saya ingin tampil di ajang Internasional, semoga saja Tuhan memberikan yang terbaik untuk saya," sambungnya seperti dimuat Antara.
TC di Jakarta berlangsung hingga 31 Desember mendatang. Mereka akan disiapkan untuk gelaran SEA Games 2021 yang berlangsung di Vietnam pada November 2021.
Baca Juga: Doa Supriadi Bagi Rekan-rekannya yang Tengah Digembleng di Spanyol
Berita Terkait
-
Cerita dari Taman Puring: Begini Serunya Mengikuti Latihan Komunitas Parkour Jakarta
-
Pemerintah Pusat Tolak Wacana Pajak Mobil Listrik DKI, Kemenperin Minta Industri Jangan Dibebani
-
Mengenal Komunitas Parkour Jakarta: Mengubah Stigma Olahraga Ekstrem Jadi Seni Disiplin Tubuh
-
Polda Metro Terapkan Rekayasa Lalu Lintas Saat PM Thailand Melintas, Ini Daftar Jalannya
-
Dua Aksi Demo Warnai Jakarta Pusat Hari Ini, Polisi Kerahkan 597 Personel
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Haykal Ungkap Hal yang Bikin Tak Nyaman di Palembang, Pengemis hingga Sungai Jadi Sorotan
-
Mengapa Direktur Bus ALS Jadi Tersangka? Polisi Periksa 50 Saksi sebelum Naikkan Kasus ke Penyidikan
-
Bank Sumsel Babel Perkuat Peran Strategis dalam TPKAD Award 2026 Lewat Program Sultan Muda
-
Direktur Bus ALS Jadi Tersangka, Kasus Kecelakaan 19 Korban Naik ke Tahap Penyidikan
-
Bahlil Ngaku IPK Kuliahnya 2,75, Candaan soal Gelar Doktor Bikin Peserta Musda Tertawa