Scroll untuk membaca artikel
Tasmalinda
Senin, 28 Desember 2020 | 17:11 WIB
Ceramah di Gereja Saat Natal, Ustaz Wawan Merujuk Ulama-Ulama Besar
Ceramah ustaz Wawan Gunawan di sebuah gereja [jepretan Yooutube]

Semisal, dalam ceramahnya Wawan berbagi pengalaman saat ia mengucapkan selamat Natal kepada koleganya kristiani, alhasil esok harinya ia tidak serta merta menjadi pemeluk Kristen.

"Saya setiap 10 November mengucapkan selamat Hari Pahlawan, besoknya saya tidak jadi Avengers," ucapnya dalam ceramah itu.

Ia mengaku merujuk kepada ulama-ulama besar untuk masalah membolehkan mengucapkan selamat Natal. Sebut saja, kata dia, ulama seperti Kyai Husein Muhammad, Quraish Shihab sampai Syeikh Ahmad Tayyib.

"Saya termasuk orang yang membolehkan mengucapkan selamat Natal ada ulama-ulama yang saya rujuk misalnya Kiai Husein Muhammad, Profesor Quraish Shihab terus Said Ramadhan Al-Buthi, Syeikh Ahmad tayyib, saya punya rujukan," tukasnya.

Baca Juga: Natalius Pigai Sentil Menag Gus Yagut: Jalankan Saja Agamamu dengan Benar

Meski begitu, Wawan pun tidak mempermasalahkan bahkan menyalahkan orang yang mengharamkan ucapan Natal. Intinya, kata dia, memang harus menjunjung tinggi toleransi, dimana orang yang mengharamkan pun jangan langsung memvonis bersalah kepada seorang muslim yang memiliki pendirian boleh mengucapkan selamat natal.

"Teman-teman yang mengharamkan mengucapkan Natal saya kira juga harus menghormati kami yang membolehkan dan saya juga akan menghormati kalau ada teman-teman yang tidak mengucapkan selamat Natal," katanya.

Wawan, yang juga dikenal sebagai pegiat isu-isu keberagaman itu melihat warga muslim di Indonesia sepertinya belum siap untuk toleran terhadap masalah ini.

"Nah di kita kan nggak siap ya termasuk video natal saya yang kemarin viral banyak sambutan-sambutan yang tidak baik dari sesama orang Islam. Menurut saya harusnya saling menghormati saja," bebernya.

Makanya, kata dia, sangat penting bagi warga negara untuk merawat toleransi agar tidak terjadi keretakan antar umat beragama di Tanah Air.

Baca Juga: Viral Video Ustaz Ceramah di Gereja saat Natal, Ternyata Ini Motifnya

"Harus dirawat karena ada faktor-faktor toleransi ini menjadi retak di Indonesia. Sekarang eranya globalisasi ya, medsos ramai, pengaruh luar dengan sangat mudah bisa masuk ke kita," ujarnya.

Load More