SuaraSumsel.id - Peringatan potensi gelombang tinggi hingga 4 meter akan terjadi di sejumlah perairan di Indonesia, pada Kamis hingga Jumat besok (11/12) dikeluarkan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG).
Kasubbid Analisis dan Prediksi dan Meteorologi Maritim Rismanto Effendi dalam surat berisi peringatan tentang potensi gelombang tinggi menyatakan pusat tekanan rendah 1000 hPa terpantau di selatan Jawa dan sirkulasi angin terpantau di utara Aceh.
Ia menyebutkan bahwa pola angin di wilayah Indonesia pada umumnya bergerak dari barat daya – barat laut dengan kecepatan angin berkisar 6 - 30 knot.
Kecepatan angin tertinggi terpantau di perairan selatan Lampung, perairan selatan Banten hingga Jawa Barat, Selat Sunda bagian selatan, Laut Natuna utara, Laut Jawa, perairan utara Jawa Tengah, dan Samudra Hindia selatan Jawa.
Kondisi tersebut mengakibatkan peningkatan tinggi gelombang di sekitar wilayah tersebut, dengan tinggi gelombang 1,25 hingga 2,5 meter berpeluang terjadi di perairan utara Sabang, Selat Sumba bagian barat, perairan selatan Pulau Sumba hingga Pulau Sawu.
Selain itu juga terjadi di Laut Sawu bagian utara, Selat Sumba bagian barat, Perairan Kupang hingga Pulau Rote, perairan selatan Kepulauan Anambas hingga Kepulauan Natuna dan Laut Natuna.
Potensi gelombang tinggi 1,25 hingga 2,5 meter juga diperkirakan berpeluang terjadi di Perairan timur Kepulauan Bintan hingga Kepulauan Lingga, Selat Karimata dan Selat Gelasa dan Perairan utara Kepulauan Bangka Belitung.
Perairan utara Jawa Barat, Selat Makassar bagian selatan, Laut Bali dan Laut Sumbawa, Selat Lombok bagian utara, Perairan utara Bali hingga Sumbawa, Perairan Kepulauan Sabalana hingga Kepulauan Selayar.
Selanjutnya, perairan utara Kepulauan Sangihe hingga Kepulauan Talaud, Laut Maluku bagian utara, Laut Sulawesi bagian timur, Perairan utara dan timur Halmahera, Laut Halmahera, Perairam utara Papua Barat dan Papua, Samudera Pasifik utara Halmahera hingga Papua dan Perairan selatan Kalimantan.
Baca Juga: Prakiraan Cuaca Kalimantan Barat Hari Ini, Kamis 10 Desember 2020
Bagi masyarakat yang berada di sekitar wilayah perairan tersebut diharapkan untuk memperhatikan risiko tinggi gelombang terhadap keselamatan, yakni:
- Pelayaran perahu nelayan dengan kecepatan angin lebih dari 15 knot dan tinggi gelombang di atas 1.25 m
- Kapal tongkang dengan kecepatan angin lebih dari 16 knot dan tinggi gelombang di atas 1.5 m
- Kapal ferry dengan kecepatan angin lebih dari 21 knot dan tinggi gelombang di atas 2.5 m
- Kapal ukuran besar seperti kapal kargo/kapal pesiar dengan kecepatan angin lebih dari 27 knot dan tinggi gelombang di atas 4.0 m.
BMKG juga meminta kepada masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi agar tetap selalu waspada.
(ANTARA)
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Mobil Bekas Irit Bensin Pajak Murah dengan Mesin 1000cc: Masa Pakai Lama, Harga Mulai 50 Jutaan
- 45 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 Maret 2026: Kesempatan Raih ShopeePay dan Bundel Joker
- 65 Kode Redeem FF Terbaru 14 Maret 2026: Sikat Evo Scorpio, THR Diamond, dan AK47 Golden
- 26 Kode Redeem FF 13 Maret 2026: Bocoran Rilis SG2 Lumut, Garena Bagi Magic Cube Gratis
- 5 Rekomendasi Parfum di Indomaret yang Tahan Lama untuk Salat Id
Pilihan
-
Dulu Nostalgia, Sekarang Pamer Karir: Mengapa Gen Z Pilih Skip Bukber Alumni?
-
Tutorial S3 Marketing Jalur Asbun: Cara Aldi Taher Jualan Burger Sampe Masuk Trending Topic
-
Dilema Window Shopping: Ketika Mal Cuma Jadi Katalog Fisik Buat Belanja Online
-
Kabar Duka, Jurgen Habermas Filsuf Terakhir Mazhab Frankfurt Meninggal Dunia
-
Korut Tembakkan 10 Rudal Tak Dikenal ke Laut Jepang, Respons Provokasi Freedom Shield
Terkini
-
Jadwal Imsak Palembang Hari Ini, 16 Maret 2026: Batas Sahur dan Subuh
-
PTBA Luncurkan Reverse Vending Machine, Sampah Botol Plastik Kini Bisa Ditukar Uang
-
Jelang Lebaran, Banyak Warga Jual Emas untuk Mudik dan THR, Begini Harga Emas Hari Ini
-
5 Fakta Napi Kasus Narkoba Tewas di Lapas Banyuasin, Keluarga Curiga Ada Kejanggalan
-
5 Fakta Macet Parah di Tungkal Jaya Muba, Kendaraan Terjebak hingga Pemudik Terlantar Berjam-jam